Panduan Lengkap Strategi Email Marketing yang Menarik dan Efektif   

Email marketing adalah email yang kamu kirimkan ke pelanggan kamu untuk mempromosikan produk atau jasa. Tidak hanya itu, email marketing juga dimanfaatkan untuk membangun hubungan personal dengan tidak hanya pelanggan kamu, tetapi juga calon pelanggan atau klien kamu. Tujuan utama email marketing sendiri adalah untuk memastikan informasi di email sampai kepada client. Oleh karena itu, kamu perlu mengusahakan bounce rate sekecil mungkin dan open rate setinggi mungkin dengan berbagai cara yang akan dibahas lebih lanjut di bagian strategi email marketing.

Jenis-Jenis Isi Email Marketing:

  • Promosi dan diskon
  • Program reward atau loyalty
  • Berita dan update penting tentang bisnis/brand Anda
  • Berita dan update penting tentang industri Anda
  • Kontes atau kuis
  • Konten gratis (berbagai artikel, e-book, atau jenis content
  • marketing lainnya)
  • Informasi tentang produk atau jasa yang Anda tawarkan
  • Berita eksklusif tentang bisnis/brand Anda

Kenapa Menggunakan Email Marketing

  1. Convenient

Dengan semakin canggihnya smartphone, email adalah salah satu channel komunikasi yang sangat nyaman untuk digunakan. Pelanggan Anda dapat dengan mudah terhubung dengan brand favorit mereka dimana saja dan kapan saja. Selain itu, mereka juga dapat dengan mudah mengakses kode kupon atau tawaran spesial lainnya langsung dari handphone mereka.

  1. Personal

Di jaman sekarang, orang-orang terus-terusan diikuti dengan marketing. Kemungkinan besar, orang-orang hanya akan merespon pesan-pesan yang personal dan relevan dengan mereka. Dengan menggunakan email marketing, kamu bisa melakukan personalisasi dengan pesan dan konten kamu berdasarkan apa yang subscribers kamu suka dan pola pembelian mereka. Segmentasi email membuat pengiriman tawaran dan konten yang personal dan relevan menjadi lebih mudah.

  1. Instan

Konsumen di jaman sekarang senang mendapatkan informasi tentang tawaran eksklusif. Email marketing memperbolehkan bisnis kecil untuk bisa memberikan penawaran dan promosi eksklusif langsung ke pelanggan dan klien kamu dengan cepat dan gratis. Win-win solution, bukan?

Data-data Email Marketing

  • Email dengan subject line kurang dari 10 karakter memiliki open rate sebesar 58%
  • Email dengan subject personal memiliki kemungkinan dibuka dan dibaca 22% lebih besar daripada email dengan subject general
  • 53% email dibuka di mobile device
  • 44% penerima email marketing akan melakukan pembelian berdasarkan email yang mereka terima paling tidak sekali dalam satu tahun
  • Email marketing B2B akan lebih efektif jika subject emailnya mengandung kata “uang”, “revenue”, dan “profit”

Strategi Email Marketing dengan Mengumpulkan Subscribers

Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan sebelum kamu mulai mengirimkan email, yaitu membangun dan terus mengembangkan email list kamu. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan subscribers baru.

  1. Gunakan exit-intent pop-up

Tahukah kamu bahwa 70% orang yang meninggalkan website kamu kemungkinan besar tidak akan kembali lagi? Lalu bagaimana caranya agar mereka tidak lupa dengan brand kamu?

Mungkin selama ini kamu menganggap pop-up di website yang kamu kunjungi menganggu. Padahal, pop-up adalah cara yang ampuh untuk membuat pengunjung website kamu subscribe ke email atau newsletter kamu. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh AWeber, pop-up form meningkatkan blog subscription sebanyak 1375% lebih banyak daripada cara tradisional. Lalu bagaimana caranya agar pop-up kamu tidak dianggap mengganggu oleh para pengunjung website kamu? Perhatikan waktu munculnya pop-up kamu. Salah satu waktu munculnya pop-up yang paling banyak digunakan adalah saat pengunjung akan meninggalkan website kamu. WPBeginner melakukan strategi ini dan berhasil meningkatkan daftar email mereka sebesar 600 persen. Ini disebut juga dengan exit-intent pop-up.

Dengan exit-intent, teknologi ini mendeteksi user behaviour dan mengeluarkan formulir opt-in ketika seorang pengunjung akan meninggalkan website kamu. Untuk membuat pop-up ini, kamu bisa menggunakan salah satu tools email marketing popular, yaitu optinmonster. Kamu hanya perlu memasang pesan ajakan subscribe yang menarik agar mereka mau memasukkan email mereka ke daftar email kamu.

  1. Menawarkan insentif kepada subscribers

Salah satu cara mengumpulkan subscribers yang efektif adalah menawarkan insentif bagi pengunjung yang mendaftarkan diri ke newsletter kamu. Insentif ini bisa berupa kupon, diskon, atau bahkan ebook atau ecourse. Masih banyak pemilik website yang belum menawarkan insentif untuk mendorong orang berlangganan newsletter email mereka. Tentu saja ini menyebabkan kerugian yang signifikan pada mereka karena kehilangan pelanggan yang seharusnya mereka bisa dapatkan.

Seberapa efektif sebenarnya menawarkan insentif kepada pelanggan dalam membangun email list kamu? Sangat efektif. Salah satu cerita sukses datang dari website Flyte yang berhasil meningkatkan newsletter bulanan sebanyak 5,000 persen hanya dengan menawarkan insentif kepada orang-orang yang bergabung dengan newsletter mereka.

Pastikan bahwa insentif kamu relevan dan memiliki nilai lebih yang berguna untuk subscribers email kamu, sehingga mereka senang dan mau terus subscribe kenewsletter atau email kamu.

  1. Adakan Giveaway

Josh Earl, seorang blogger menemukan satu cara yang berhasil menambah list email blognya. Dalam upaya untuk membangun daftar emailnya dengan cepat, Earl memutuskan untuk mengadakan sebuah giveaway. Dia menawarkan orang software berbayar yang populer di pasar niche nya dan syarat untuk menang adalah untuk share tentang giveaway yang dia adakan dan berlangganan newsletter miliknya.

Tentu saja banyak orang akan tertarik untuk bergabung dengan sebuah giveaway yang berhadiah software berbayar? Earl berhasil mendapatkan 482.044 pengunjung ke blognya dan mendapatkan 187.991 pelanggan ke daftar emailnya dalam waktu 11 hari, semuanya karena giveaway yang dia adakan. Jika kamu bisa melakukan giveaway dengan benar, strategi ini bisa benar-benar membantu dalam membangun daftar email kamu.

Dalam mengadakan giveaway, pastikan bahwa insentif yang kamu tawarkan relevan dan merupakan sesuatu yang diminati oleh banyak orang di niche kamu. Selain itu, jangan lupa untuk menjadikan berlangganan newsletter kamu sebagai salah satu syarat untuk memenangkan hadiah karena tentunya ini adalah tujuan utama dari giveaway kamu. Lalu, beri poin lebih bagi peserta yang menyebarluaskan giveaway kamu di social media atau mengundang teman mereka untuk bergabung. Ini akan mendorong orang-orang untuk bergabung dan kamu akan mendapat subscribers yang lebih banyak.

Isi Email Marketing

Isi dari email yang kamu kirimkan harus bisa menarik perhatian penerima email. Dimulai dari subject email, kamu sudah harus bisa memberi tahu audience kamu apa yang akan mereka dapatkan di dalam email ini. Lalu isi email pun harus memiliki value agar mereka mau membaca dan melakukan action yang kamu harap mereka lakukan.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat isi email marketing yang menarik dan engaging.

  1. Subject Email

Subject atau judul email adalah hal pertama yang akan dilihat oleh penerima email kamu. Oleh karena itu, kamu harus bisa menggunakan subject email kamu untuk menarik perhatian penerima email. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat isi email marketing yang menarik dan engaging.

  • Subject email yang memberi kesan urgent agar orang merasa terdorong untuk membuka email
  • Subject email yang membuat orang penasaran. Kalau orang penasaran, pasti mereka akan lebih terdorong untuk membuka karena mereka mau tahu lebih banyak. Subject email jenis ini juga bisa meningkatkan open rate.
  • Orang-orang tentunya menyukai pengalaman dan produk-produk baru, apalagi kalau kamu menawarkan barang atau jasa tersebut dengan gratis atau ada diskon. Anda juga bisa menyebutkan hal-hal tersebut di judul email Anda agar orang tertarik untuk membukanya.
  1. Personalisasi Email

Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan dari Internet di jaman sekarang, kebanyakan orang sudah mulai memilih dengan lebih spesifik apa yang ingin mereka baca dan tonton. Karena itu, jika email yang kamu kirim bisa memberikan manfaat bagi subscribers kamu secara personal, kemungkinan besar email kamu akan dibaca.

Personalisasi email bisa dimulai dengan menyapa penerima email dengan nama mereka. Jadi mulai email kamu dengan sapaan dan nama mereka. Misalnya “Halo, John Doe” dan bukan “Halo semuanya!”. Ini akan memberi kesan yang lebih personal bagi penerima dan subscribers email. Selain itu, kamu juga disarankan untuk menggunakan nama orang sebagai pengirim. Sebagai contoh, alih-alih mengirimkan email sebagai Dewaweb, kami menggunakan nama digital marketing officer kami, Alvon sebagai pengirimnya. Ini akan terasa lebih personal dibanding dengan menggunakan nama email dan alamat email perusahaan.

  1. Copywriting Email yang Singkat, Padat, dan Jelas

Tentunya elemen penting pada email marketing ada pada copywriting dan design newsletternya. Copywriting pada sebuah email newsletter harus jelas, padat, mudah dimengerti, dan bisa menarik orang untuk mengklik tombol call-to-action (CTA) yang kamu letakkan di email. Jadi, email marketing disini hanya bersifat sebagai pengantar informasi sementara untuk informasi lengkapnya, mereka harus masuk ke website kamu

  1. Tampilan dan Design Email yang menarik

Ini terdengar jelas tetapi kamu akan terkejut betapa banyak orang mengirim email yang dengan tampilan yang kuno dan ketinggalan jaman. Jika seseorang membuka email kamu karena judul yang menarik, kamu tentunya ingin membuat mereka membaca isi email kamu. Oleh karena itu, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Menggunakan paragraf pendek danmemastikan bahwa kata kunci dan kalimat yang relevan dengan pembaca kamu menonjol.
  • Gunakan bullet points untuk membantu orang membaca konten dengan cepat dan langsung mendapatkan poin-poin penting.
  • Hanya gunakan gambar-gambar yangrelevan. Gambar harus mengilustrasikan pesan Anda dan bukan menggantikan konten Anda. Beberapa penyedia email
  • Selain tampilan konten sendiri, call-to-action yang Anda letakkan di email Anda juga harus terlihat jelas. Secara design, warna tombol CTA kamu jangan sampai bertabrakan dengan background email kamu.

     5. Tambahkan pilihan unsubscribe pada email Anda

Salah satu hal yang harus ada pada email kamu saat kamu mengirim email adalah tombol Unsubscribe. Salah satu alasan kenapa kamu harus melakukan ini adalah untuk memberikan pilihan kepada subscriber kamu untuk berhenti menerima email dari kamu. Jika kamu tidak memberikan pilihan ini, mereka bisa dengan mudah menandai email dari kamu sebagai email spam. Ini tentunya akan merugikan kamu di kemudian hari.

Sumber: dewaweb

Tinggalkan Balasan