Motivasi Mewujudkan Impian Kamu Memiliki Bisnis Sendiri

Bagikan Artikel ini:

Banyak di antara kita yang menunggu terlalu lama untuk memulai bisnis karena merasa persiapan yang dilakukan belum cukup. Ketika modal sudah terkumpul, kebutuhan lain membuat kita menggunakan modal tersebut, seperti untuk biaya sekolah yang semakin lama semakin mahal, biaya kuliah anak, biaya berobat, memberi uang bulanan pada orang tua atau mertua, dan kebutuhan mendesak lainnya. Akhirnya modal pun tidak pernah terkumpul. Pada saat yang sama, karier di kantor sedang bagus sehingga kita merasa sayang untuk melepaskannya. Belum lagi ada kabar yang mengatakan bahwa kita akan dipromosikan naik jabatan. Kondisi seperti inilah yang biasanya akan membuat seseorang menunda untuk memulai bisnis sendiri. Artinya, kita tidak benar-benar memiliki keberanian untuk melakukan lompatan yang lebih tinggi dan lebih baik.

Tetapi perlu diingat, melakukan persiapan juga harus memperhitungkan waktu yang tersedia dan waktu yang akan dihabiskan untuk melakukan persiapan tersebut. Sama seperti halnya ketika kita hendak menyetrika pakaian. Setrika sebaiknya digunakan segera setelah panas. Menunggu terlalu lama untuk memulai bisnis atau cabut dari pekerjaan, bisa membuat semangat kita dingin. Akibatnya, kita tidak pernah mengambil keputusan apa pun.

Ada banyak pula di antara kita yang sudah mempersiapkan parasut dan melakukan persiapan lain yang diperlukan, namun tidak kunjung melompat. Ia selalu menengok ke bawah atau melihat ke sekeliling, lalu merasa ngeri ketika mendengar atau menyaksikan ada banyak orang yang gagal. Akhirnya, ia tidak pernah mengambil keputusan untuk melompat.

Ada titik di mana kita perlu melakukan satu lompatan besar. Jangan berpikir terlalu lama. Kalau ingin berhenti bekerja dan memulai bisnis sendiri, segera ambil tindakan untuk memulainya. Setelah itu, hitung pula kapan waktu paling tepat untuk berhenti bekerja. Kalau menunggu sampai benar-benar siap, percayalah Anda tidak akan pernah memulai.

Tips!

  1. Berhenti membuat alasan
  2. Rencana paling hebat sampai kiamat akan tetap tinggal rencana kalau tidak dikerjakan.
  3. Kenali masalah yang menghalangi kita memulai bisnis. Apakah karena belum memiliki modal? Apakah belum bisa mengatur waktu? Tidak ada ide? Takut gagal? Atau hal lainnya.
  4. Belajar menerima kesalahan dan berlatih menyelesaikan masalah-masalah kita sendiri.
  5. Start now!

The Power of Dreams

Ketika berbicara mengenai mimpi (dream), tentu tidak melulu tentang bunga tidur, melainkan tentang visi atau sebuah penglihatan akan masa depan. Mimpi adalah sesuatu di masa depan yang sudah terlihat jelas dalam pikiran kita. Hal ini akan menggelisahkan hati sampai kita berhasil mewujudkannya. Mimpi yang besar memiliki power (kekuatan, kuasa) dan akan menguasai kita hingga kita seakan tak berdaya menolaknya. Pada saat yang sama, mimpi besar itu juga menghasilkan suatu energi yang disebut passion (semangat, kegigihan, gairah, nafsu).

Passion inilah yang membuat kita sering heran melihat ada orang bisa mengerjakan sesuatu sampai lupa waktu. Ia juga tidak lelah dan bosan memikirkan atau membicarakan impiannya. Kalau ingin tahu apa passion kita, temukan sesuatu—entah kegiatan atau harapan—yang membuat kita tidak bisa tidur ketika memikirkannya! Tetapi, mimpi besar juga bisa kehilangan power karena satu hal, yakni ketidakpercayaan dari diri sendiri.

Banyak orang yang berhenti mewujudkan mimpi karena tidak percaya pada “The Power of Dreams”. Mereka menganggap mimpi hanyalah khayalan kosong dan tak berguna sehingga mereka berhenti bermimpi. Ada pula