Model dan Modal Pendirian Usaha Startup di Bidang Aplikasi

Perkembangan industri aplikasi memang semakin marak setelah munculnya smartphone atau ponsel pintar. Namun, industri ini sebenarnya telah muncul sejak komputer ada. Aplikasi adalah program yang berisi bahasa komputer dan dijalankan pada sistem device. Tantangan yang ada saat ini adalah membuat aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk dunia usaha, sehingga bisa menghasilkan uang.

Di era teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini, industri aplikasi dapat dikembangkan dan merupakan bisnis yang menjanjikan. Memang, membutuhkan kejelian dan ketekunan yang tinggi untuk bisa berhasil dalam usaha bidang aplikasi.

Contoh yang paling nyata saat ini adalah GoJek. Aplikasi di bidang transportasi ini dimulai tahun 2011 dengan sistem sederhana, yaitu layanan pemesanan ojek lewat SMS dan telepon. Kemudian mulai tahun 2015, setelah smartphone semakin marak digunakan, aplikasi pemesanan ojek ini juga semakin berkembang. Tidak lagi memesan ojek lewat SMS atau telepon, namun lewat sebuah program yang semakin mudah. GoJek menciptakan cara baru dalam berbisnis. Pelanggan lebih mudah untuk memesan layanan ojek. Sementara tukang ojek tidak perlu lagi mangkal di sembarang tempat. Tidak perlu ada tawar-menawar harga karena harga sudah ditetapkan.

Demikian juga dengan semakin banyaknya toko online yang bermunculan. Menandakan bahwa bisnis aplikasi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Perjalanan Usaha di Bidang Digital di Indonesia

1993 PT Indonet Perusahaan ISP Pertama
1997 Bhinneka.com Toko komputer online
1998 Detik.com Portal berita
1999 Kaskus.com Komunitas online terbesar
2003 Tokobagus.com E-commerce
2009 Koprol Media sosial berbasis lokasi
2009 Agate Studio Game developer
2009 – ….. Startup Lokal VS Global

Sedangkan aplikasi berbasis B2C (business to consumer) atau C2C (consumer to consumer) juga bisa dipertimbangkan karena pangsa pasarnya cukup luas, yaitu mencakup semua orang yang gaya hidupnya tidak terlepas dari internet, baik yang diakses melalui ponsel atau komputer.

Contoh:

Zahir Accounting adalah perusahaan aplikasi lokal berbasis B2B dari Indonesia yang didirikan pada tahun 1996 dalam jasa aplikasi akutansi. Usaha ini berdiri atas dasar kebutuhan, di mana pada tahun tersebut masyarakat yang memiliki usaha masih melakukan pembukuan secara manual sehingga sulit untuk melihat alur dana, hutang, piutang dan lain sebagainya secara cepat. Pasar dari Zahir Accounting terus berkembang seiring semakin sadarnya masyarakat dan dunia usaha akan kebutuhan informasi yang cepat meyangkut keuangan usahanya. Perusahaan ini masih tetap bertahan dan merambah dunia global, aplikasinya telah dipakai oleh 30.000 usaha kecil, menengah hingga skala besar serta memiliki sertifikasi dan penghargaan sebagai perusahaan teknopreneur terbaik.

Model Pendirian Usaha Startup di Bidang Aplikasi

Ada 2 model startup yang dapat dikembangkan, yaitu:

1. Model Design Thinking Startup

Ini adalah model penciptaan produk melalui pendekatan humanisme, rasa dan harapan masyarakat untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi. Jadi, produknya diciptakan seideal mungkin, sesuai dengan harapan pengguna.

Yang menjadi fokus dalam model design thinking adalah bagaimana merumuskan keinginan masyarakat tersebut supaya bisa ditransformasikan ke dalam sebuah prototipe aplikasi, yang nantinya mampu memenuhi harapan mereka.

Prototipe ini kemudian dievaluasi melalui proses iterasi, yaitu proses pengembangan yang dapat diulang jika ditemukan adanya kekurangan atau kesalahan, hingga akhirnya diperoleh produk akhir yang berkualitas, yang sesuai dengan yang diharapkan.

Alur Design Thinking Startup

1. empati ·         Mengenal

·         Memahami

·         Mengamati

2. Sintesis ·         Menemukan masalah

·         Menjawab masalah

3. Ide ·         Merumuskan ide

·         Validasi ide

4.Prototipe ·         Transformasi ide menjadi produk
5. Tes ·         Menguji produk sesuai keinginan user atau belum

Kekurangan atau kelemahan model design thinking startup adalah produk yang dihasilkan bisa jadi tidak menarik karena pasar tidak membutuhkannya. Sedangkan kelebihannya ialah akan sukses besar jika diterima oleh pasar, karena yang dihasilkan adalah produk aplikasi yang orisinal dan tidak ada kompetitornya.

2. Model Lean Startup

Yang ini adalah model pendekatan produk. Model ini membuat produk dari hasil riset. Tanpa menunggu produk menjadi sempurna terlebih dahulu, produk itu langsung dilempar ke pasaran untuk mendapatkan tanggapan balik. Tanggapan-tanggapan balik yang datang itulah yang digunakan sebagai evaluasi dan dilakukannya proses iterasi, sampai akhirnya diperoleh produk yang sesuai dengan harapan pengguna.

Proses leanup startup dapat dilihat seperti gambar berikut:

Bagan Alur Lean Startup

Secara umum, model lean startup ini akan lebih cepat menemukan kelemahan produknya. Jadi, produsen dapat segera membangun ulang dan melakukan positioning produknya terhadap keinginan pasar. Model ini secara umum lebih mudah dilakukan, karena relatif dapat menghindari kerugian fatal yang terjadi jika produknya tidak diterima oleh pasar.

Picmix seringkali dikira produk luar negeri. Calvin Kizana adalah salah seorang dibalik kesukses Picmix yang diluncurkan pertama kali sebagai platform pada Blackberry. Di saat semua orang mulai meninggalkan ponsel tersebut dan pindah ke platform Android, Picmix memilih user Blackberry sebagai sasaran pasarnya. Langkah cerdik ini dilakukan untuk menghindari persaingan head to head dengan Instragram yang lebih dulu besar. Pada akhirnya Picmix berhasil mengungguli jumlah pengguna Instragram karena kelebihan Picmix yang tidak dimiliki Instragram, seperti menyediakan kolase foto, add note dan lain sebagainya.

(Disadur dari studentpreneur.co)

Alternatif Permodalan Bisnis Startup

1. Modal Sendiri (Boostrap)

  • Modal berasal dari perorangan atau iuran para pendiri usaha
  • Keunggulan, jika modal dikumpulkan bersama oleh para pendiri usaha maka seluruh anggota tim akan menjadi militan dalam pengembangan usaha tersebut.
  • Kelemahan, karena dan untuk memulai usaha aplikasi cukup besar, hal ini bisa menurunkan semnagat tim jika mulai merasakan kekurangan modal hasil iuran.

2. Kompetisi

  • Para calon pengusaha mengikuti kompetisi/lomba di bidang startup
  • Uang hadiah digunakan sebagai modal usaha
  • Keunggulan, jika sering menang maka modal yang dikumpulkan bisa banyak.
  • Kekurangan, kompetisi tidak setiap saat diadakan.

3. Modal Patungan (Crowfunding)

  • Modal diperoleh secara patungan dari berbagai pihak, teman, keluarga, atau siapa saja yang berhubungan baik dengan si pemilik ide.
  • Patungan bisa dikumpulkan lewat website. Contohnya: Kickstartter, Indie-Goo, Rocket-hub (luar negeri) atau kitabisa.com, wujudkan.com (dalam negeri)
  • Untuk menarik perhatian investor pemilik ide bisa membuat video pendek mengenai ide startup tersebut, maka semakin banyak dana yang bisa dikumpulkan sebagai modal.
  • Kelemahan, jika idenya kurang/tidak menarik, maka tidak ada/sedikit orang yang patungan.

4. Kemitraan

  • Modal diperoleh dari dana Program Kemiraan dan Bina Lingkungan (PKBL) atau dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Cotporate Social Responsibility = CSR)
  • PKBL dilakukan oleh BUMN, CSR oleh perusahaan swasta. Perusahaan yang menyelenggarakan program ini antara lain PT Telkom, BNI, PT Jarum
  • Pemilik startup harus mengajukan proposal rencana pengembangan usaha bisnis yang dilengkapi dengan bukti legalitas usaha.

5. Inkubator Bisnis

  • Modal yang diperoleh dari lembaga yang memnag sengaja didirikan untuk menginkubasi bisnis startup, seperti yang dibuat oleh beberapa perguruan tinggi, Telkom, LIPI, PT Jarum, dll.
  • Keunggulan, pemilik ide startup diber fasilitas seperto pemodalan, teknologi, manajemen dan pasar, sehingga usahanya dapat berkembang, menguntungkan dan berkelanjutan.

6. Kredit Komersil

  • Mendapatkan modal dari pinjaman/kredit dari perbankan.
  • Kelemahan, pihak bank biasanya hanya menerima pengajuan kredit bagi usaha startup yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun. Bila masih kurang dari 2 tahun kredit yang diberikan tidak besar. Pihak bank juga kurang percaya pada usaha aplikasi.
  • Keunggulan, kepercayaan terbangun seiring dengan berjalannya waktu. Ada pula skim kredit usaha rakyat yang bisa dimanfaatkan.

7. Investor

  • Modal dari investor dapat diperoleh jika usaha startup dianggap memiliki prospek bisnis yang menguntungkan.
  • Keunggulan investor bersedia menanggung risiko kegagalan dengan tidak menuntut kembalinya modal.
  • Kelemahan, investor sering melakukan intervensi bisnis aplikasi mitranya sehingga pengusaha aplikasi merasa terganggu kreativitasnya.
  • Sangat dibutuhkan adanya perjanjian kerjasama hak dan kewajiban masing-masing pihak yang ditandatangani di atas materai.

Macam-macam investor:

  • Angel Investor: orang kaya yang bersedia mendanai proyek startup yang baru dirintis. Mereka biasanya berasal dari industri yang mengenal baik proyek yang sedang dibuat sehingga bisa memberikan saran yang membangun.
  • Venture Capital: investor yang melakukan investasi pada startup, dengan tujuan mendapatkan bagian saham proyek yang mereka danai. Ini bisa membuat potensi startup di pasar modal (IPO) semakin besar. Keuntungan diperoleh dari penjualan saham jika proyeknya berhasil. Agar tujuannya tercapai, maka venture capital akan berbagi ilmu tentang bisnis yang unggul dan memberikan akses ke jejaring industri proyek yang mereka miliki.

Sumber: Bekraf

Tinggalkan Balasan