Meraih Pendapatan dengan Menjadi Penerjemah Online

Perkembangan teknologi komunikasi banyak menyebabkan hadirnya sesuatu yang baru dalam berbagai industri di tanah air, seperti industri pariwisata, industri bisnis, industri kreatif, dan lain sebagainya. Salah satu perubahan tersebut adalah banyaknya buku-buku berbahasa asing yang masuk ke Indonesia dan diminati masyarakat. Keadaan ini membuat banyak orang tergiur mencoba melakoni profesi sebagai penerjemah online untuk sekadar mencari tambahan pemasukan.

Bagaimana memulainya?

1. Tertarik pada dunia membaca dan menulis

Penerjemah, online ataupun offline haruslah memiliki ketertarikan pada dunia membaca dan menulis. Sebab inilah yang akan selalu dilakukan oleh penerjemah online saat menjalankan tugasnya. Tugas seorang penerjemah online adalah membaca naskah yang akan diterjemahkan kemudian menuliskannya kembali dalam bahasa Indonesia.

2. Kuasai minimal 1 bahasa asing

Menguasai bahasa asing adalah modal utama dalam menjalani profesi ini. Tidak perlu menguasai seluruh bahasa asing yang ada. Setidaknya jika kamu ingin menjadi seorang penerjemah online, kamu harus menguasai minimal satu jenis bahasa asing secara lengkap. Mulai dari arti setiap kata, istilah-istilahnya hingga aturan baku penulisan kalimat bahasa asing tersebut. Bahasa Inggris adalah bahasa asing paling umum yang banyak dikuasai orang lain. Namun jika kamu tertarik dengan bahasa lainnya, serta menguasainya ini adalah suatu kelebihan dari dirimu.

Bagaimana jika kamu belum terlalu menguasai salah satu bahasa asing? Sebaiknya kamu perdalam terlebih dahulu pengetahuan dan pemahamanmu tentang bahasa tersebut. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk melatih bahasa asing tersebut. Misalnya dengan membaca kamus, membaca buku-buku, berlatih berbicara bahkan tidak ada salahnya jika kamu mengikuti kursus bahasa asing.

3. Memiliki kemampuan menulis

Selain memiliki ketertarikan terhadap dunia menulis, penerjemah online juga harus memiliki kemamampuan menulis yang baik. Dengan kemampuan menulis yang baik maka pekerjaan sebagai penerjemah online yang harus menuliskan kembali apa yang sudah diterjemahkan dapat dilakukan secara maksimal.

4. Buat portofolio

Mulailah membuat portofolio pribadimu. Kamu bisa memulai dengan menerjemahkan artikel-artikel pendek yang bisa kamu peroleh di internet. Perlahan tingkatkan portofoliomu dengan menerjemahkan buku-buku yang kamu sukai. Jika kamu sudah memiliki beberapa portofolio, pasangkanlah naskah asli dengan naskah terjemahannya kemudian simpan dan kemas dengan rapi. Portofoliomu ini bisa kamu jadikan modal dalam mencari pekerjaan.

5. Bergabung dengan komunitas

Sebagai orang baru dalam profesi penerjemah online, kamu tentu belum miliki pengalam sehingga agak sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk memudahkanmu ada baiknya kamu bergabung dengan komunitas seperti www.freelancer.co.id. Melalui komunitas seperti itu peluang kamu mendapatkan pekerjaan. Jangan lupa sertakan portofoliomu untuk menarik perhatian calon klienmu.

Metode Kerja Penerjemah Online

Metode Kerja Penerjemah Online by pexels.com

Jika sudah menguasai suatu bahasa asing, bukan berarti kamu tidak perlu mengasahnya. Kamu tetap harus terus melatih dan mengasah kemampuan berbahasa asing. Salah satu cara mengasahnya dengan membiasakan diri menggunakan bahasa tersebut. Selain itu kamu juga bisa menonton film yang menggunakan bahasa tersebut, saat menonton sebaiknya tidak perlu menggunakan bantuan subtitle. Sehingga secara tidak sadar kamu terus melatih kemampuan berbahasa asingmu.

Tidak selalu seorang penerjemah mendapat jenis naskah yang sama. Misalnya pada proyek kali ini kamu diminta menerjemahkan naskah novel, bisa jadi pada proyek berikutnya dengan klien yang berbeda kamu diminta menerjemahkan laporan penelitian. Untuk itu, sebaiknya kamu juga mengasah terus kemampuan menulismu agar pekerjaan banyak berdatangan kepadamu. Ada banyak cara untuk mengasah kemampuan menulis, mulai dari mengikuti kursus menulis hingga belajar secara autodidak dengan memanfaatkan media penulisan seperti blog pribadi. Ini akan sangan membantu kamu untuk meningkatkan kemampuan menulis.

Jadilah seorang penerjemah online yang profesional. Kamu bisa memulainya dengan mengetahui batas kemampuan dirimu dalam bekerja. Dengan mengetahui hal tersebut kamu bisa menentukan berapa lama waktu yang kamu butuh untuk menerjemahkan naskah yang diminta dengan tepat. Ketepatan waktu dalam bekerja menjadi salah satu poin penting yang harus kamu perhatikan jika ingin menjadi penerjemah online yang profesional.

Berapa Pendapatan Menjadi Penerjemah Online?

Profesi sebagai penerjemah online bekerja sebagai seorang freelancer yang tidak memiliki penghasilan tetap selayaknya seorang karyawan perusahaan. Meski demikian penghasilan seorang penerjemah online tidak bisa dibilang kecil, lho. Seperti diketahui pekerja freelancer termasuk penerjemah online biasanya berkerja jika ada proyek saja. Biasanya penerjemah online dibayar sesuai sistem kesepakatan yang telah ditentukan. Ada yang dibayar per halaman, ada yang dibayar per jam dan ada pula yang dibayar per bulan. Biasanya untuk yang dibayar per bulan sudah terlebih dahulu menandatangani kontrak kerja untuk beberapa lama.

Sebagai gambaran, untuk pasar lokal entah kliennya orang Indonesia atau WNA memiliki standar pembayaran yang sama. Yakni per halaman yang berhasil diterjemahkan rata-rata akan dihargai sebesar Rp150.000. Jika disepakati pembayaran dihitung per jam, biasanya ditentukan terlebih dahulu berapa lama jam kerja penerjemah online setiap harinya. Rata-rata penerjemah online dibayar sebesar Rp300.000 per jam. Sedangan untuk kesepakatan bulanan, rata-rata penerjemah online mendapat penghasilan sebesar 36 juta per bulan.Sedangkan untuk pasar internasional, satu lembar naskah yang berhasil diterjemahkan dihargai sebesar US$17,5. Jika dihitung per jam, maka penerjemah online mampu mengantongi US$35 setiap jamnya. Dan untuk bulanan bisa menghasilkan US$2.400 per bulannya.

Kisah Sukses Penerjemah Online

Reni Heryani Home Working Mom dengan Penghasilan DOLAR.

Sudah lama Reni ingin menjadi seorang “home working mom”. Reni menyadari betul tugasnya sebagai istri sekaligus seorang ibu. Setelah lebih dari 15 tahun bekerja kantoran dibidang perbankan yang menuntut dirinya berangkat pagi dan pulang malam setiap harinya, tahun 2010 lalu Reni mulai mencari cara mewujudkan mimpinya sebagai “home working mom”.

Setelah browsing, Reni akhirnya berkenalan dengan sebuah situs freelancer. Ia pun mencari tahu lebih jauh tentang freelancer. Reni akhirnya menyadari dengan bekerja secara freelancer dirinya mampu mewujudkan cita-citanya sebagai ‘‘home working mom’’.

Awal tahun 2013, Reni pun mengundurkan diri dari kantor tempatnya bekerja dan memulai karier sebagai seorang freelancer. Tak butuh waktu lama bagi Reni memulai kariernya, ia pun mendapatkan proyek pertama sebagai penerjemah dan terus berlanjut pada proyek-proyek selanjutnya.

Dengan menjadi penerjemah online seperti sekarang ini, Reni merasa mampu menyelesaikan pekerjaan dari rumah tanpa perlu menghadapi permasalahan di kantor dan tentunya waktu bersama keluarga dapat dinikmati lebih lama.

Meski penghasilan menjadi freelance penerjemah tidak sebesar penghasilannya menjadi karyawan kantoran perusahaan perbankan, Reni mengaku mampu menghasilkan US$400 hingga US$500 setiap bulannya. Penghasilan yang tergolong cukup besar bagi seorang “home working mom”, bukan?

Sumber: 60 Cara Online Menghasilkan Uang Saat Weekend; penulis Politwika

Tinggalkan Balasan