Menjadi Editor dan Proofreader Online untuk Menghasilkan Uang

Semua bidang penulisan membutuhkan editor dan proofreader, baik itu artikel atau naskah buku. Sesuai namanya, editor dan proofreader bertugas mengedit dan memeriksa suatu naskah, memastikan naskah itu sudah cukup layak dipublikasikan. Perusahaan penerbitan buku, instansi akademis, media online, dan agensi copywriter sering kali mempekerjakan editor paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Sama seperti penulis, editor dan proofreader dapat bekerja secara online. Cukup berkomunikasi melalui email, pesan instan, atau telepon. Materi naskah dikirim lewat email atau disimpan di komputasi awan, seperti Google Drive, lalu di-share ke penerbit atau klien. Nyaris tak membutuhkan tatap muka langsung sama sekali. Menarik, bukan?

Bagaimana Memulainya?

  • Pastikan dirimu orang yang teliti

Pernahkah kamu saat membaca artikel kamu selalu merasa terganggu dengan adanya kesalahan ketik, kesalahan ejaan, atau tata bahasa ganjil? Ada perasaan menggelitik untuk memperbaikinya, sebab kamu tahu bahwa tulisan itu ganjil dan salah dalam banyak hal. Jika, ya, berarti kamu memang punya bakat menjadi editor naskah.

  • Kenali desk job

Apa beda editor dan proofreader? Sekilas, dua bidang ini punya desk job serupa, yaitu sama-sama memperbaiki naskah tulisan. Secara teknis, ada bedanya.

  • Desk job editor

Menerima naskah langsung dari penulis, mengedit teknis tulisan (EYD, kesalahan ketik, fakta, data, pemenggalan, struktur kalimat, gaya bahasa). Naskah yang diedit berupa softcopy, sehingga bisa langsung diedit. Naskah dari penulis kadang masih dalam bentuk mentah dan kaku. Di sinilah tugas editor, memoles naskah itu menjadi lebih enak dibaca dan dipahami. Editor bisa merombak naskah, dan inilah yang tidak dilakukan proofreader.

  • Desk job proofreader

Menerima naskah dari editor atau penerbit, untuk dibaca secara keseluruhan. Sudah dalam bentuk hardcopy, sebab proofreader harus memastikan naskah itu sudah nyaman dan layak dibaca dalam bentuk cetak. Ada juga proofreader yang menerima naskah dalam bentuk softcopy, tapi yang sudah versi PDF, sesuai hasil layout.

Selain memeriksa ejaan, tanda baca, pembagian bab, serta judul, proofreader juga memonitor pemenggalan kata yang sering berantakan ketika naskah dicetak. Tugas proofreader lebih ke

kenyamanan dibaca berdasar tata letak dan ejaan, bukan dari gaya bahasa. Maka proofreader tidak punya hak untuk merombak naskah seperti yang dilakukan editor.

  • Membuat portofolio

Bagaimana membuat portofolio kalau kamu belum punya pengalaman kerja sebagai editor dan proofreader? Cobalah untuk secara sukarela menawarkan jasa mengedit atau proofreading ke teman yang membutuhkan. Misalnya, teman yang sedang menulis skripsi, atau tugas-tugas akademik. Jika kamu punya teman atau kenalan yang memang hobi menulis atau berprofesi sebagai penulis, akan lebih bagus lagi.

  • Unggah portofolio

Semua hasil pekerjaan editing atau proofreading tadi bisa didokumentasikan untuk menjadi portofolio. Unggahlah portofolio itu ke blog, agar bisa diakses oleh siapa saja. Buatlah blog itu

sebagai blog untuk mempromosikan jasamu di bidang editing atau proofreading. Integrasikan blog bisnismu ini ke berbagai platform media sosial.

  • Perluas jaringan

Hampir sama dengan penulis konten web, seorang editor atau proofreader membutuhkan jaringan di bidang tulis-menulis. Agensi copyrwiting, penerbit, instansi akademis, akan membutuhkan tenaga editor dan proofreader.

  • Bergabung dengan komunitas

Bergabung dengan forum atau komunitas freelance, seperti www.freelancer.com, www.ruangfreelance.com. Sebab di sana banyak informasi tentang pekerjaan paruh waktu yang sesuai keahlianmu.

Tips Kerja

  • Seorang editor dan proofreader harus sangat suka membaca. Sebab lingkup pekerjaannya akan banyak membaca, disertai dengan ketelitian ekstra.
  • Perbanyaklah membaca berbagai jenis tulisan, untuk menambah wawasan. Untuk editor, semakin banyak membaca akan memperluas pengetahuan tentang gaya-gaya bahasa, genre tulisan, istilah-istilah, diksi, dan sebagainya. Sedangkan untuk proofreader, akan berguna untuk memahami aneka tata letak dan bagaimana suatu naskah nyaman dibaca.
  • Selalu update dengan EYD, perkembangan kosa kata baru, serta istilah. Kamu wajib punya buku pegangan EYD, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kamus Inggris-Indonesia, dan kamus kamus bidang spesifik sesuai dengan jenis naskah yang kamu kerjakan.
  • Kembangkan kemampuan komputer dan internet. Ada beberapa aplikasi komputer yang sangat membantu editor dan proofreader, seperti track changes di Microsoft Word dan insert comment. Makin banyak aplikasi yang kamu kuasai, akan mempermudah pekerjaanmu.
  • Bergabunglah dengan komunitas sesama editor dan proofreader. Di forum ini banyak informasi, sharing pengalaman sesama editor dan proofreader online.

Bagaimana Pendapatannya?

Secara hierarki, editor memang berada di atas proofreader. Tanggung jawabnya pun lebih besar. Maka tak heran kalau bayaran seorang editor lebih besar dari proofreader, jika mempunyai jam terbang yang sama. Namun kedua profesi ini sama-sama penting dan dibutuhkan. Baik editor dan proofreader dibayar berdasar jumlah halaman naskah yang dikerjakan. Untuk standar penerbitan buku, antara Rp5000—Rp10.000 per halaman. Pertimbangkan juga untuk mengikuti kursus atau workshop editing dan proofreading untuk memperkaya kemampuanmu. Kalau kamu mau go international dan berpendapatan standar dolar, pastinya harus menguasa bahasa Inggris. Dengan begitu, kamu bisa bergabung dengan berbagai komunitas editor dan proofreader online di seantero dunia. Ada banyak web yang bisa membantumu menemukan pekerjaan bidang ini, seperti:

https://scribendi.com

http://www.proofreadingservices.com

http://www.proofreadnow.com

http://managedediting.com

Sumber: 60 Cara Online Menghasilkan Uang Saat Weekend

1 tanggapan pada “Menjadi Editor dan Proofreader Online untuk Menghasilkan Uang”

  1. Terima kasih telah berbagi, menambah wawasan saya tentang bidang editing dan proofreading.

    Ada typo di halaman ini:
    – di paragraf ke-2 pasal desk job proofreader: … tanda ‘baja’
    – mungkin juga di pasal Tips Kerja poin ke-4: … ‘Wordda n’ insert comment

    Sekali lagi terima kasih telah berbagi.

    Semoga ke depan bisa dibahas mengenai cara-cara proofread yang baik termasuk perangkat yang diperlukan dan cara menggunakannya.

Tinggalkan Balasan