Mengenal Startup Digital untuk Mengembangkan Inovasi Bisnis Anda

Bagikan Artikel ini:

Lean Entrepeneur merupakan seperangkat praktik yang berfungsi untuk mendongkrak peluang entrepreneur dalam membangun startup yang sukses. Pengertian startup adalah institusi manusia yang dirancang untuk menciptakan produk dan jasa baru ditengah ketidakpastian yang ekstrem.

Siapapun yang menciptakan produk atau bisnis baru di tengah ketidakpastian ekstrem adalah entrepreneur, entah dia bekerja di pemerintah, perusahaan yang di sokong venture capitalist, lembaga nirlaba, atau perusahaan pencari laba yang disokong investor. Stratup yang sukses sarat kegiatan yang kita asosiasikan dengan pembangunan sebuah institusi: perekrutan karyawan kreatif, pengoordinasian aktivitas, dan penciptaan kultur perusahaan yang produktif. Startup lebih dari sekedar produk, terobosan teknologi, ide brilian, komponen pembentuknya; startup adalah ikhtiar manusiawi.

Produk atau jasa merupakan bagian esensial yang dihasilkan oleh startup. Secara luas produk dapat memiliki arti apa saja yang memberikan nilai tambah bagi konsumen. Apa saja yang konsumen peroleh dari interaksi dengan perusahaan mesti dianggap produk. Entah usaha tersebut berupa toko bahan pangan, situs web w-commerce, jasa konsultan, atau lembaga sosial nirlaba yang berdedikasi untuk menguak sumber-sumber nilai tambah baru dan dampak produknya bagi konsumen.

Penting juga memahami kata inovasi secara luas. Startup menggunakan banyak jenis inovasi: temuan ilmiah baru, pemanfaatan teknologi yang sudah ada, perancangan model bisnis baru untuk menyingkap nilai tambah, penyajian produk baru dan jasa ke lokasi baru atau kepada konsumen yang semula tidak disasar.

Startup dirancang untuk menghadapi ketidakpastian ekstrem. Membuka bisnis baru yang sama persis dengan bisnis yang sudah ada-dari model bisnis, penetapan harga, target pasar, sampai produknya barangkali menarik dari segi investasi ekonomi, tetapi model ini bukan startup karena tingkat keberhasilannya semata bergantung pada eksekusi.

Startup dalam dunia digital

Popularitas smartphone semakin tidak terbendung, selain untuk berkomunikasi kini fungsi smartphone meluas untuk berjualan, berbelanja, atau mencari lowongan pekerjaan. Layanan berbasis aplikasi pun berkembang pesat, banyak usaha rintisan atau startup yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Sebuah usaha bisa disebut startup kalau memiliki tiga faktor:

  1. Pendiri/Founder
  2. Investor/Pemiliki dana
  3. Produk

Go Jek, Tokopedia, dan Traveloka adalah startup yang berevolusi menjadi perusahaan yang disebut unicorn. Disebut unicorn karena memiliki korporasi lebih dari satu trilyun rupiah. Sebuah startup belum tentu bisa berhasil bahkan menjadi unicorn tanpa dukungan investor awal yang biasa disebut angel investor atau malaikat pemberi dana. Apa yang istimewa dari angel investor? Dia adalah pihak yang paling awal yang yakin dan berani mengambil risiko terhadap satu konsep produksi startup dengan catatan saat investor lain tidak berani. Nilai investasi yang mereka tanamkan rata-rata sebesar Rp100juta hingga Rp300juta. Karena memiliki risiko paling besar seorang angel investor biasanya menutut akurasi dan detail sebuah produk. Mereka biasanya masuk ke startup yang tidak hanya berkutat mengembangkan teknologi tetapi juga memiliki konsep pemasaran yang jelas. Jika startup yang dibiayai berhasil angel investor biasanya menjadi pemegang saham terbesar, sebaliknya jika gagal dana yang ditanamkan lenyap begitu saja.

Membangun Tim Bisnis Startup yang Berkualitas

Untuk menggambarkan pentingnya membentuk tim yang baik, inilah cara dan alasan Mark Zuzkerberg, CEO dan founder Facebook, merekrut Sheryl Sandberg, COO Facebook. Mark memiliki passion dibidang komunikasi dan ingin membantu orang-orang dari seluruh dunia berbagi informasi dan saling berhubungan satu sama lain melalui Facebook. Ia memulai proyeknya saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Meski bersemangat dan energik, Mark belum menciptakan model bisnis untuk mempertahankan pertumbuhan Facebook. Maka, pada 2008, perlu baginya untuk merekrut Sheryl Sandberg, wakil presiden pemasaran dan operasional online global di Google.

Bagaimana Mark melakukannya? Mark bertemu Sheryl pada sebuah pesta di Sillicon Valley. Ia tahu bahwa Sheryl sangat berprestasi; Sheryl telah menyokong dan mengembangkan periklanan online Google sejak awal. Mark secara alamiah cukup terkesan dengannya. Ia sering mengundang Sheryl untuk makan malam dan menghabiskan lebih dari seratus jam untuk mengenalnya. Sampai pada titik ini, banyak investor Facebook menyadari bahwa Sheryl akan menjadi pilihan terbaik untuk memimpin tim manajemen Facebook.

Sejak semula Sheryl bergabung dengan Facebook, ia mulai memikirkan bagaimana meningkatkan pendapatan Facebook. Mark selalu berpikir Facebook akan mampu mendapatkan penghasilan selama masih dianggap sebagai media sosial yang keren. Sheryl tidak setuju dengannya dan justru percaya bahwa iklan-lah yang akan meningkatkan pendapatan Facebook. Ia memilih untuk lebih fokus pada hal ini. Dengan arahan baru Sheryl yang berfokus pada iklan, Facebook mendapatkan banyak keuntungan. Sheryl mampu menangkap visi dan teknologi Mark, lalu mengubahnya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. Keduanya saling menghormati dan melengkapi kekuatan masing-masing. Mereka adalah conto mengagumkan tentang pentingnya sebuah tim.

Rekrut Orang yang Lebih Pintar daripada Anda

Evernote adalah startup pengelolaan dokumen online populer dari Sillicon Valley dengan lebih dari 34 juta pengguna di seluruh dunia. Phil Libin, CEO Evernote, menekankan pentingnya sumber daya manusia dan merekomendasikan untuk merekrut orang yang lebih pintar daripada Anda. Banyak CEO di Sillicon Valley yang juga memercayai hal ini.

Baru-baru ini, strategi rekrutmen ini menjadi populer di Jepang. Hirofumi Kasuga adalah CEO Social Recuiting, perusahaan rekrutmen yang menggunakan Facebook dan Renren, yang tengah berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya merekrut orang yang berbagi visi perusahaan dan memiliki keterampilan yang lebih baik daripada Anda.

Akan tetapi, bagaimana Anda bisa merekrut orang yang lebih pintar daripada Anda? Shigetoshi Umeda, pendiri perusahaan Jepang DENNOO, startup iklan online pertama dunia yang menggunakan layanan iklan viewable time yaitu rentang waktu penayangan iklan di layar pengguna, pernah mengadapi masalah ini. Ia menemukan bahwa cukup menantang untuk merekrut sosok berpengalaman dari perusahaan yang sudah mapan. Ia bisa mengatasi tantangan ini dengan strategi-strategi berikut:

  1. Tawarkan pilihan saham
  2. Jadwalkan pertemuan yang cukup sering
  3. Bangun hubungan atas dasar saling percaya

Jika Anda berhasil merekrut orang yang lebih panda dari Anda, startup Anda akan memiliki potensi dan kemungkinan sukses yang lebih tinggi. Tidak peduli seberapa menantangnya, penting untuk melakukannya karena hal ini merupakan bagian tak terpisahkan bagi kesuksesan startup.

(Source: Lean Startup)

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan