Mengenal Pasar Online (eCommerce) dan Manfaatnya

Apa Itu Pasar Online?

Online marketplace, demikian asal muasal kata yang disederhanakan menjadi pasar online, merupakan salah satu jenis perdagangan online (e-com­merce), dalam bentuk situs yang menghadirkan berbagai informasi seputar produk atau jasa yang disediakan oleh pihak ketiga. Pihak ketiga inilah yang membantu terjadinya transaksi antara pedagang dan pembeli.

Tunggu dulu, pihak ketiga ini bukanlah makelar atau calo yang mengambil keuntungan dari transaksi. Sama sekali bukan. Mereka tidak menaikkan harga barang atau meminta komisi. Pihak ketiga, yaitu penyedia fasilitas, justru mempermudah terjadinya transaksi dengan cara membuat semua produk dari pelapak bisa terlihat di Inter­net, lengkap dengan spesifikasi dan harganya.

Informasi tentang produk berupa foto produk, keterangan produk, harga, dan siapa penjualnya ada di situ. Ya, persis seperti sebuah etalase toko, lengkap dengan nama toko disertai harga di se­tiap produknya. Bedanya, toko ini dapat dilihat langsung di mana saja dan kapan saja, seperti di layar komputer, smart­phone, atau tablet, selama koneksi Internet tersedia. Bukan sekadar dilihat, produk-produk itu juga bisa langsung dibeli melalui transaksi online. Di sinilah fungsi pihak ketiga alias penyedia fasilitas, yaitu membantu ter­jadinya transak­si secara mudah, cepat, dan aman.

Pasar online, itulah definisi yang paling mendekati bagi situs seperti buka­lapak.com. Dalam situs ini terdapat banyak lapak alias toko online dengan beraneka ragam jenis barang. Seorang pengguna Internet mengirim dokumen berisi pesanan pembelian melalui email, lalu dibalas dengan pengiriman produk pesanan, dan pembayaran dengan cara transfer ke rekening. Transaksi ini kemudian berkembang ke ranah situs atau web. Pembelian ba­rang atau jasa dilakukan melalui World Wide Web (www) yang dilengkapi server, protokol server khusus, beserta enkripsi. Data pelanggan bisa terjamin aman dengan sistem enkripsi ini.

Amazon.com dan eBay.com bisa dika­takan sebagai perusahaan-perusahaan awal yang berjaya membidangi pasar online. Kehadiran mereka selama 1994 dan 1995 menginspirasi sejumlah pasar online lain di Amerika Serikat dan Eropa, diikuti kemudian di Asia, Australia, dan Afrika. Membeli suatu produk semudah mengeklik mouse komputer menjadi daya tarik luar biasa bagi warga dunia yang sudah menik­mati akses Internet.

Hari ini pelaku e-commerce di seantero dunia sudah tak terhitung jumlahnya, termasuk di Indonesia.  Sama seperti pasar sungguhan, pasar online membuka kesempatan bagi sia­pa saja untuk ikut berjualan. Bedanya, jika pasar biasa dibatasi lokasi, luas lahan, dan daya tampung, maka pasar online sama sekali tidak dibatasi hal-hal seperti itu. Apabila di pasar biasa pembeli dan pedagang bertemu secara tatap muka, melakukan tawar-menawar, dan transaksi dilakukan secara cash, maka di pasar online semua dilakukan secara online atau melalui Internet.

Sekilas Sejarah E-commerce

Begitu Internet ditemukan, banyak orang yang sadar betapa teknologi ini mampu mempermudah aktivitas mereka sehari-hari, termasuk transaksi jual beli. Mempromosikan suatu produk melalui Internet, yang memungkinkan diakses siapa saja di seluruh dunia, siapa yang tak ingin melakukannya?

Perdagangan online alias e-commerce pertama kali dilakukan pada 1994. Ketika itu, sebuah banner elektronik dimanfaatkan untuk tujuan promosi dan iklan di suatu laman situs. Awalnya, transaksi elektronik berjalan dengan sangat sederhana.

Jenis-Jenis E-commerce

Banyak orang yang berpikir terlalu rumit ketika mendengar kata e-commerce. Bisa jadi karena istilah itu memang kurang familiar dengan telinga kebanyakan orang awam. Padahal pengertian e-commerce tak beda dengan perdagangan online atau berjualan secara online. Perdagangan ini tak selalu melibatkan perusahaan atau industri besar. Siapa saja yang terkoneksi dengan Internet bisa terlibat dalam e-commerce.

Pada dasarnya, ada tiga jenis e-commerce yang populer di Indonesia.

  1. Iklan Baris

Sesuai namanya, e-commerce ini sangat simpel, nyaris sama dengan iklan baris di surat kabar. Bedanya, iklan seperti ini ada di situs online. Pedagang dapat memanfaatkan fasilitas iklan baris yang disediakan di suatu situs online. Penyedia fasilitas tidak terlibat sama sekali dengan transaksi antara penjual dan pembeli. Pihak ketiga hanya memfasilitasi tempat berjualan online. Pedagang dan pembeli bertransaksi dan berkomunikasi secara langsung. Mereka masing-masing menanggung risiko dari transaksi tersebut. Situs atau forum online apa saja bisa menyediakan fasilitas iklan baris.

  1. Retail Online

Pengertian retail di sini mirip dengan retail di dunia nyata. Penyedia fasilitas, yaitu pemilik situs, merupa­kan pihak yang berjualan. Tentu saja mereka terlibat langsung dalam transaksi. Ada suatu sistem dan atur­an yang ditetapkan penyedia fasilitas sekaligus pen­jualnya yang harus ditaati oleh pembeli. Transaksi di retail online relatif lebih aman dibandingkan dengan iklan baris sebab sistem yang tersedia sudah disepa­kati oleh pedagang dan pembeli. Jenis barangnya lebih terbatas sesuai dengan yang sudah ditentukan penyedia layanan, misalnya khusus produk fashion, produk otomotif, atau produk elektronik saja.

  1. Market Place Online

Nah, inilah yang disederhanakan namanya menjadi pasar online. Selayaknya pasar atau mal, pada jenis e-commerce yang satu ini produk yang ditawarkan lebih beragam ketimbang retail.

Penyedia fasilitas, yaitu pemilik situs, tidak menjadi pedagang atau penjual sama sekali. Mereka hanya memfasilitasi pedagang dan pembeli untuk melaku­kan transaksi di situsnya dengan suatu sistem yang sudah dijelaskan sejak awal. Penyedia pasar online berusaha melengkapi sistem­nya dengan keamanan berlapis agar pedagang dan pembeli tidak kapok bertransaksi di sana. Sistem ini antara lain adalah rekening bersama dengan tujuan meminimalkan terjadinya kasus penipuan.

Dilihat dari tiga e-commerce yang telah dijelaskan, bukalapak.com, tokopedia.com, jd.id merupakan e-commerce jenis market­place alias pasar online.

Apa Manfaat Pasar Online?

Persis seperti pasar di dunia nyata, pasar online memungkinkan siapa saja ikut berjualan, selama memenuhi kriteria yang ada, yaitu mempunyai produk, nama toko, harga yang jelas, dan tentu saja koneksi Internet, serta gadget pendukung untuk bisa mengaksesnya.

Lalu, apa beda pasar online dengan pasar sungguhan atau offline?

Banyak sekali bedanya. Pasar online memungkinkan kita tetap berjualan selayaknya pasar sungguhan, tapi tanpa berbagai kerepotan yang hadir di pasar sungguhan.

Perbedaan Pasar Online dengan Pasar Sungguhan

PASAR ONLINE

PASAR SUNGGUHAN

Tidak perlu sewa tempat. Harus sewa tempat.
Tidak perlu membayar penjaga toko. Harus membayar penjaga toko.
Tidak perlu mendisplay fisik produk. Harus mendisplay fisik produk.
Tidak perlu membayar uang keamanan dan kebersihan. Harus membayar uang keamanan dan kebersihan.
Tidak perlu merawat dan membersihkan lapak. Harus merawat dan membersihkan lapak.
Tidak perlu merawat produk

(terutama untuk dropshipper).

Harus merawat produk.
Tidak perlu melayani transaksi langsung. Harus melayani transaksi langsung.
Tidak perlu menyediakan uang cash untuk kembalian. Harus menyediakan uang cash untuk kembalian.
Tidak perlu menyediakan brankas/ penyimpanan uang. Harus menyediakan brankas/ penyimpanan uang.
Tidak perlu merasa waswas produk atau uang dicuri/dirampok. Dihantui rasa waswas produk atau uang dicuri/dirampok.
Tidak perlu merasa terancam akan

terjadinya bencana, seperti kebakaran.

Dihantui rasa terancam akan terjadinya bencana, seperti kebakaran.
Tidak perlu takut digusur. Dihantui ancaman digusur sewaktu-waktu.
Berjualan bisa kapan saja. Berjualan hanya pada saat pada toko buka.
Pembeli tidak dibatasi lokasi, bisa siapa saja di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Pembeli dibatasi hanya mereka yang datang ke pasar.

 

Tidak perlu merayu pembeli atau terli­bat tawar-menawar. Harus merayu pembeli dan terlibat tawar-menawar yang melelahkan.
Bisa dilakukan sebagai sambilan atau pengisi waktu luang. Harus fokus mengelola lapak, agak sulit menjadi sambilan belaka.

Kemudahan Berbelanja Online

Di negara-negara maju dengan akses Internet yang sudah lebih stabil dan penggunanya nyaris merata, pasar online menjadi kebutuhan sehari-hari. Untuk berbelanja pakaian, gadget, sepatu, kosmetik, perlengkapan bayi, bahkan perhiasan, kebanyakan orang merasa tidak harus repot-repot berdesakan di mal atau pasar. Cukup duduk manis di depan laptop atau bersantai sembari memegang ponsel, sedikit saja klak-klik, transaksi terjadi, dan dalam hitungan hari, bahkan jam, produk sudah sampai di tangan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Hal yang hampir sama sudah terjadi di kota-ko­ta besar. Jakarta, misalnya, kota yang identik dengan macet, membuat banyak warganya enggan turun ke jalan bermacet-macet demi hanya membeli produk tertentu. Mereka lebih memilih untuk membuka laptop atau memainkan layar sentuh di gadgetnya demi mencari produk yang dibutuhkan, bertransaksi di sana, lalu menunggu pesanan tiba.

Seorang mahasiswa yang disibukkan berbagai tugas kuliah, nyaris tak punya waktu untuk menelusuri toko buku di seantero Jakarta demi mencari buku-buku penunjang kuliah. Bayangkan berapa banyak waktu akan dihabiskannya andai dia harus berkeliling toko buku? Belum lagi mengingat padatnya lalu lintas Jakarta, usahanya berkeliling toko buku belum tentu menemukan apa yang dibutuhkannya. Bandingkan jika ia langsung membuka situs pasar online, melakukan pencarian berdasarkan kategori, kemudian klik sana dan klik sini, dengan segera ia bisa mendapatkan barang yang dibutuhkannya. Ya, semudah itulah berbelanja pada zaman ini.

Source: 10 Tips & Trik Jualan Online ala BukaLapak

Tinggalkan Balasan