Mengatasi Dilema Ketika Kamu Beralih Profesi

Beralih profesi tidak semudah hanya melayangkan lamaran kerja pada profesi yang berbeda. Ada situasi di mana Anda menghadapi dilema; kalau tidak dilakukan Anda susah, dilakukan juga menimbulkan kesusahan. Mungkin sudah tidak ada lagi yang bisa menghalangi langkah Anda untuk beralih profesi. Tetapi, Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi hal-hal yang mungkin menjadi dilema dan bagaimana menghadapinya dengan lapang dada.

Apa saja dilemanya yang mungkin muncul saat ingin beralih profesi dan bagaimana menghadapinya?

  1. Harus mulai dari bawah lagi

Anda sudah mencapai karier yang cukup tinggi, tetapi hati Anda sudah tidak di sana lagi. Lalu, Anda melayangkan surat lamaran kerja ke profesi yang Anda inginkan. Sayangnya, Anda harus bersaing dengan calon lain yang lebih berpengalaman dalam profesi itu. Andai ada calon yang sama barunya dengan Anda di profesi tersebut, mereka umumnya lebih unggul dari segi usia (mereka baru lulus kuliah dan jauh lebih muda). Mereka lebih memiliki semangat, lebih berani berekspresi, kreatif, dan punya banyak ide baru. Tidak mudah meyakinkan perekrut untuk memberi kesempatan kepada Anda, meskipun Anda memiliki prestasi-prestasi cemerlang. Kalaupun Anda diterima, Anda terpaksa harus menerima dianggap sebagai pemula dan harus mulai meniti karier dari bawah lagi.

  1. Pengurangan pendapatan

Ketika mulai bekerja di bidang yang baru dan tidak memiliki pengalaman memadai, Anda biasanya/kemungkinan besar akan mendapat pekerjaan pada tingkat dasar dan dianggap sebagai pemula. Konsekuensi, gaji Anda setingkat dengan gaji seorang pemula. Ini berarti pengurangan pendapatan bagi Anda. Maka, disarankan agar Anda mempersiapkan cadangan keuangan yang memadai selama bekerja di tempat yang lama, baru setelahnya beralih profesi. Ini dilakukan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya pengurangan pendapatan saat Anda mulai meniti karier di tempat yang baru. Cara lain untuk mengatasi kurangnya pendapatan adalah dengan mengambil pekerjaan sampingan/freelance.

  1. Bekerja dengan atasan yang lebih muda

Ada banyak perusahaan yang mengangkat fresh graduate untuk menduduki kursi pimpinan. Jika Anda sudah berkarier selama lima belas atau dua puluh tahun di profesi Anda sebelumnya dan beralih ke profesi baru, Anda mungkin akan bertemu dengan banyak kolega atau malah mendapatkan atasan yang jauh lebih muda. Situasi ini akan terasa aneh bagi Anda. Akan tetapi, Anda bisa mendapatkan banyak manfaat kalau bisa mengatasinya. Anda bisa saling menolong dan membangun hubungan baik dengan mereka tanpa melihat perbedaan usia. Orang-orang yang beralih profesi memiliki pengalaman tak ternilai, sementara orang-orang yang lebih muda belum memiliki pengalaman yang cukup. Anda bisa mengakui dengan jujur ketika tidak tahu tentang suatu hal dan meminta bantuan atau bertanya kepada kolega Anda yang masih muda. Ini akan meningkatkan kualitas diri Anda di mata mereka. Ingat, ilmu pengetahuan selalu berkembang. Akan ada ilmu-ilmu baru yang mungkin belum Anda ketahui, namun bisa Anda dapatkan dari mereka yang lebih muda.

  1. Memerlukan skills baru

Transferable skills sangat penting dalam memulai pekerjaan di bidang apa pun. Sayangnya, dalam banyak kasus, Anda juga perlu menguasai skill yang lebih spesifik, yang sesuai dengan industri terkait untuk mencapai sukses. Ini jauh lebih sulit dilakukan apabila Anda terbiasa berpikir dan melakukan hal-hal dengan cara tertentu saja atau jika Anda tidak terbiasa dengan teknologi yang dipakai di profesi baru itu. Apa yang harus dilakukan kalau menghadapi dilema ini? Berikut beberapa cara untuk mengatasinya.

  • Mengikuti kursus atau mengikuti kuliah program D-1 pada jurusan yang diperlukan dalam pekerjaan. Selain lebih cepat dan efektif untuk mendapatkan core ilmu di industri ini, Anda juga memberi sinyal yang baik pada perusahaan jika Anda serius ingin belajar. Di samping itu, mengikuti kursus ataukuliah lagi membuat Anda dapat mengembangkan diri, keahlian, dan cara berpikir Anda pada hal-hal baru yang sebelumnya tidak Anda ketahui.
  • Jika ada studi lapangan atau proyek yang bisa diikuti, itu akan lebih baik karena bisa menjadi catatan pengalaman dan kelak bisa dicantumkan di resume. Ada banyak hal yang akan Anda dapatkan di lapangan dibanding bila berada di dalam ruangan terus.
  • Bergabung dalam kelompok-kelompok professional dibidang terkait akan membuka cara berpikir Anda, memperluas wawasan, dan menambah kolega. Carilah kolega yang dapat Anda jadikan mentor. Daripada mengeluhkan semua hal yang tidak Anda ketahui, lebih baik Anda membuka diri untuk menerima apa yang mungkin dapat mereka ajarkan kepada Anda.
  1. Ego Anda mungkin akan dikempiskan

Satu hal yang paling sulit tentang beralih profesi adalah mengetahui bahwa Anda akan memulai semuanya dari awal lagi dan prestasi-prestasi Anda di bidang sebelumnya tidak banyak berpengaruh. Ego Anda mungkin berontak karena terpaksa mengerjakan pekerjaan yang dulu dikerjakan bawahan Anda.Tetapi, jikaingin sukses di profesi yang baru, Anda perlu menyisihkan ego dan berfokus jangka panjang, yakni mengingat kembali alasan Anda beralih profesi. Daripada merasa tahu segala hal, lebih baik Anda mengadopsi ilmu baru dengan semangat belajar yang tinggi. Masa depan adalah milik mereka yang selalu mau belajar hal-hal baru. Jadilah seorang pembelajar setiap hari.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan