Mencegah dan Mengobati Penyakit pada Rongga Mulut

Rongga mulut adalah pintu masuk segala makanan dan minuman  ke dalam tubuh kita, namun sering terabaikan. Kita lebih banyak mengurusi penyakit jantung, hati, paru, saraf, usus, padahal kondisi rongga mulut yang tidak sehat juga dapat memengaruhi berbagai organ tubuh lainnya.

Karies dan Gigi Berlubang

Gosok gigi secara teratur tidak menjamin mulut bebas bakteri. Bila bercampur dengan makanan khususnya yang mengandung protein, bakteri akan membentuk lapisan lengket yang disebut plak yang menempel pada seluruh permukaan gigi, sela-sela gigi, bahkan perbatasan gigi dan gusi. Plak yang bercampur dengan bakeri akan menyebabkan karies, proses awalnya ditandai warna cokelat atau hitam pada lapisan terluar gigi. Walaupun banyak dijumpai pada anak-anak, orang dewasa juga tidak terlepas dari kondisi ini. Karies juga dipengaruhi banyaknya konsumsi makanan kariogenik (menyebabkan karies atau gigi berlubang) seperti permen, cokelat, kue-kue, yang biasanya mengandung karbohidrat, bersifat lengket, dan mudah hancur dalam mulut. Mineral-mineral pada gigi larut dan akhirnya terjadi kerusakan struktur gigi sampai menyebabkan lubang.

Pada tahap awal karies tidak disertai rasa nyeri. Bila semakin membesar dan sampai ke lapisan yang lebih dalam baru disebut gigi berlubang, timbul rasa ngilu, terutama pada terkena makanan manis, panas, atau dingin. Bila kondisi ini didiamkan, pengrusakan akan semakin membesar dan sampai ke lapisan yang lebih dalam sampai ke area persarafan gigi, dapat terjadi pembusukan gigi, infeksi tulang penyangga gigi, dan bahkan sampai menyebar ke seluruh tubuh. Infeksi akibat gigi berlubang dapat pula sampai ke jantung bila bakteri ikut masuk ke aliran darah. Endokarditis (infeksi otot bagian dalam jantung) merupakan komplikasi luar rongga mulut yang paling banyak ditemukan dari gigi berlubang. Selain itu, bakteri juga bisa ikut aliran darah dan sampai ke otak sehingga menyebabkan peradangan di otak. Segera periksa ke dokter gigi bila sudah terjadi karies ataupun gigi berlubang.

Sariawan

Sariawan adalah luka atau lecet pada lapisan kulit dalam bibir, ditandai oleh area berwarna putih yang di sekelilingnya biasanya kemerahan. Sariawan dapat terjadi dimana saja di dalam rongga mulut baik lidah, langit-langit mulut, area yang berseberangan dengan pipi, maupun pangkal tenggorokan. Tidak diketahui secara pasti penyebab sariawan, namun ada beberapa penyebab langsung misalnya luka karena tergigit, makanan yang tajam, atau peradangan pada gusi. Selain itu, merokok, infeksi gigi, infeksi virus maupun jamur dapat menyebabkan sariawan. Pemaikaian gigi palsu maupun gigi kawat juga dapat mempermudah terjadinya sariawan. Orang yang menjalani kemoterapi maupun penurunan daya tahan tubuh seperti flu, autoimun, Systemic Lupus Erythemathosus (SLE), HIV, dan lainnya juga mudah terkena sariawan. Hindari makan makanan yang terlalu panas maupun dingin, hindari rokok, serta rutin berkumur dengan cairan antiseptik. Bila sudah sangat mengganggu, konsultasikan dengan dokter untuk pemberian obat-obatan.

Karang Gigi atau Kalkulus

Plak yang mengeras pada gigi akibat proses akumulasi secara perlahan-lahan disebut karang gigi, biasanya timbul di perbatasan gigi dengan gusi dan di permukaan belakang gigi. Seperti namanya, karang gigi ini bersifat seperti batu karang, keras, berpori, dan permukaannya kasar. Penumpukan karang gigi membuat sikat gigi dan berkumur tidak efektif. Apabila didiamkan karang gigi dapat membuat gusi  bengkak dan radang (disebut juga gingvitis), membuat gusi mudah berdarah terutama saat menyikat gigi. Lebih parah lagi bila sampai terbentuk kantong atau soket di sekitar gusi dan gigi dan diikuti oleh bakteri (disebut periodintitis) yang pada akhirnya dapat menginfeksi struktur tulang rahang. Bukan tidak mungkin juga dapat terjadi penyebaran infeksi sampai ke jantung. Karang gigiharus dibersihkan oleh dokter gigi karena memerlukan alat khusus.

Gigi Sensitif

Tanda gigi sensitif adalaha adanya rasa nyeri (ngilu) saat melakukan aktivitas seperti sikat gigi, makan, maupun minum. Kondisi ini terjadi karena lapisan terluar gigi yang berfungsi area kamar pulpa (bagian yang mengandung banyak saraf) dan akar gigi terkikis. Akibatnya hanya tinggal lapisan dentin, yang tidak terlalu padat, untuk melindungi gigi dari makanan panas, dingin, maupun gesekan dari sikat gigi. Penyebab paling sering gigi sensitif adalah terlalu keras menyikat gigi. Penyebab lainnya adalah gigi berlubang, patah, radang gusi, kebiasaan makan makanan asam (saus tomat, lemon, acar, dan lainnya), kebiasaan menggertakan gigi serta prosedur di dokter gigi seperti pemutihan gigi, pencabutan gigi, dan pemasangan mahkota gigi. Obat kumur yang mengandung alkohol dan pasta gigi yang mengandung pemutih juga dapat turut membantu gigi sensitif. Sebaiknya hindari minuman bersoda dan pilihlah sikat gigi berbulu lembut. Bila sudah ada masalah gigi sensitif gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Berkonsultasi dengan dokter gigi untuk tindakan  yang mungkin dilakukan misalnya penutupan akar gigi yang terbuka, maupun pemasangan tambalan pada gigi yang berlubang atau sensitif.

Bagaimana mencegah karies, karang gigi, dan gigi berlubang?

  • Sikat gigi 2-3 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung flour dan kalsium. Flour dan kalsium berguna untuk proses remineralisasi gigi dan mencegah karies. Beberapa pasta gigi juga dilengkapi dengan zat triclosan yang dapat membantu melawan bakteri penyebab plak.
  • Pastikan sikat menjangkau seluruh permukaan gigi, termasuk area yang sulit dijangkau. Geraham, sela-sela gigi, bagian dalam gigi sering kali terlupakan. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa sikat gigi elektrik lebih baik dalam menjaga kebersihan mulut dibanding sikat gigi manual. Namun, yang terpenting gunakan sikat gigi berbulu halus yang dapat menjangkau area-area yang sempit.
  • Kumur dengan larutan antiseptik, minimal 2 kali sehari setelah menyikat gigi.
  • Penggunaan benang gigi/dental floss dinilai paling efektif mencegah pembentukan karang gigi. Benang gigi juga dapat membantu menjangkau area-area sulit.
  • Bakteri dalam mulut lebih menyukai makanan yang banyak mengandung gula atau karbohidrat. Banyak-banyak minum air putih untuk membilas sisa makanan dalam mulut.
  • Jangan merokok, karena merokok meningkatkan kadar tartar dalam air liur dan membuat karang gigi maupun karies lebih mudah terbentuk.
  • Periksalah ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk memastikan kondisi gigi tetap baik dan tidak ada gangguan yang terabaikan.

Sumber: dr. Fiona Tjiputra (Infokita)

Tinggalkan Balasan