Larutan Elektrolit dan Redoks

A. Larutan Elektrolit

Zat yang jika dilarutkan dalam air akan terionisasi menjadi ion-ion. Adanya ion-ion ini menyebabkan larutan elektrolit dapat meng-hantarkan listrik. Zat-zat elektrolit ada dua yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah.

Berdasarkan jumlah ion elektrolit terbagi menjadi :

  1. Elektrolit biner : elektrolit yang memiliki dua ion (n = 2) misalnya NaCl, CuSO4, KOH
  2. Elektrolit terner : elektrolit yang memiliki tiga ion (n = 3) misalnya H2SO4, Ca(OH)2, BaCl2
  3. Elektrolit kuarterner : elektrolit yang memiliki empat ion (n = 4) misalnya H3PO4, AlCl3.

1. Elektrolit Kuat

Elektrolit Kuat yaitu zat-zat yang akan terionisasi sempurna jika dilarutkan dalam air. Larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik relatif baik meskipun konsentrasinya relatif rendah. Pada konsentrasi yang sama larutan elektrolit kuat menghantarkan listrik lebih baik daripada larutan elektrolit lemah.

Senyawa yang tergolong elektrolit kuat :

  • Asam kuat : asam-asam halogen, H2SO4, HNO3, HClO4
  • Basa kuat : basa-basa alkali, Sr(OH)2, Ba(OH)2, Ca(OH)2

Hampir semua garam adalah elektrolit kuat, hanya garam-garam merkuri (II) yang tergolong elektrolit lemah. Larutan elektrolit kuat dapat membuat lampu menyala terang dan terdapat gelembung-gelembung gas pada kedua elektroda.

2. Elektrolit Lemah

Elektrolit Lemah yaitu zat-zat yang hanya terionisasi sebagian jika dilarutkan dalam air. Senyawa yang tergolong larutan elektrolit lemah adalah :

  • Asam lemah misalnya CH3COOH
  • Basa lemah misalnya Mg(OH)2
  • Garam-garam merkuri II

Pada percobaan daya hantar listrik larutan elektrolit lemah, lampu tidak menyala atau menyala redup tetapi menimbulkan gelembung-gelembung gas pada kedua elektroda.

B. Senyawa Redoks

Pengikatan/ Pelepasan Oksigen

  • Sumber oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator.
  • Zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi disebut reduktor.

Serah terima elektron

  • Oksidator: menangkap elektron, mengalami reduksi
  • Reduktor: melepas elektron, mengalami oksidasi
Baca juga  Teori Atom dan Teori Mekanika Kuantum

1. Perubahan Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi suatu unsur menunjukkan muatan yang di sumbangkan oleh atom unsur tersebut pada molekul atau ion yang dibentuknya.

Aturan penentuan bilangan oksidasi:

1) Bilangan oksidasi unsur bebas adalah nol. Misal: Na, Fe, H2, O2, P4, S8

2) Dalam senyawa

  • Bilok H = +1 kecuali pada hidrida logam,bilok H = -1 misalnya pada NaH
  • Bilok O = -2 kecuali pada peroksida bilok O = -1 misalnya pada H2O2
  • Bilok logam selalu positif, misal: Na pada NaCl = +1
  • Bilok ion= muatan ionnya, misal: bilok Al3+ = +3

3) Bilok senyawa adalah nol, misal: H2O

Cara PBO (Perubahan Bilangan Oksidasi)

  • Setarakan unsur yang berubah biloksnya, tuliskan nilai biloks dan tentukan nilai perubahannya
  • Setarakan jumlah biloks yang bertambah dan berkurang.
  • Hitung jumlah muatan di ruas kiri dan di ruas kanan
  • Setarakan jumlah muatan dengan menambahkan :

+ H+ jika muatan ruas kiri lebih negatif (berarti suasana asam)

+ OHˉ jika muatan ruas kiri lebih positif (berarti suasana basa)

  • Setarakan jumlah atom H dengan menambahkan H2O

Catatan : Pada cara PBO, koefisien reaksi dan indeks unsur ikut menentukan nilai biloks

2. Reaksi disproporsionasi(reaksi autoredoks) dan reaksi konproporsionasi

Reaksi disproporsionasi (reaksi autoredoks) adalah suatu reksi redoks yang oksidator dan reduktornya merupakan zat yang sama.

Contoh:

Contoh 1: Suasana asam

Setarakan reaksi : MnO4 + Cl → Mn2+ + Cl2 dengan cara setengah reaksi dalam suasana asam

Contoh 2 : Suasana asam

Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara setengah reaksi yang berlangsung dalam suasana asam

Contoh 3 : Suasana basa

Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara setengah reaksi yang berlangsung dalam suasana basa Br2 + IO3ˉ → Brˉ + IO4ˉ

Keterangan : Tahap 4 digabung dengan tahap 5 karena jumlah elektron untuk kedua reaksi sudah setara

Baca juga  Stoikiometri : Konsep Mol, Rumus Molekul dan Kadar Unsur Dalam Senyawa

Contoh 4 suasana basa:

Setarakan reaksi Cl2 + 5Zn2+ → 2ClO3 + Zn dengan cara perubahan bilangan oksidasi

Sumber:Sukses kuasai materi Kimia

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan