Langkah-langkah Menjadi Akuntan Virtual Bagi Pemula

Industri mana yang tidak membutuhkan tenaga akuntan alias ahli pembukuan? Semua bidang industri pasti memerlukan seorang ahli akuntan, yang akan mencatat transaksi finansial. Makin bermunculannya bisnis berbasis teknologi informasi, kebutuhan akan tenaga akuntan bisa juga diadakan secara virtual. Ditambah lagi mulai menjamurkan bisnis startup yang ingin menghemat ruang serta personel, maka mempekerjakan ahli pembukuan virtual merupakan suatu keuntungan. Ada banyak aplikasi online yang mempermudah seorang akuntan bekerja dari mana saja dan kapan saja. Bekerja secara virtual membuat akuntan dapat mempunyai klien tanpa kenal batas ruang dan waktu. Pendapatannya? Tak kalah dengan pekerjaan online lain yang bisa dilakukan kala weekend.

Bagaimana Memulainya?

1. Paham seluk-beluk pembukuan

Walau bukan sarjana bidang akuntan, kalau kamu paham dan menyukai serba-serbi pembukuan, pekerjaan ini akan cocok. Banyak perusahaan startup yang memerlukan bantuan di bidang pembukuan sederhana. Mencatat transaksi finansial, seperti pengeluaran, pemasukan, pembelian, penjualan, uang kas, aset, penggajian, komisi, dan sejenisnya, masih tergolong pembukuan dasar. Sesuaikan kemampuanmu dengan segmen klien yang akan kamu targetkan.

2. Ikuti kursus jika perlu

Bagi yang belum berpengalaman di bidang pembukuan, dapat mengikuti kursus singkat. Tanpa gelar sarjana, kamu juga bisa mempelajarinya. Terkendala waktu? Ambil saja kursus online, seperti yang ditawarkan di:

http://www.accountingcoach.com

http://www.learnaccountingforfree.com

http://www.akuntansiitumudah.com

3. Pengalaman kerja jadi nilai plus

Pernah menjadi akuntan atau memang itulah pekerjaan utamamu? Sudah pasti jadi nilai plus. Berarti kamu sudah piawai di bidang ini, dan tak perlu mempelajari dari dasar. Yang perlu dipelajari adalah bagaimana melakukan aktivitas pembukuan secara virtual. Ada beda antara menjadi akuntan virtual dan akuntan di dunia nyata. Inilah yang perlu didalami.

4. Siapkan semua kebutuhan

Sama seperti seorang akuntan biasa, akuntan virtual wajib menyiapkan semua kebutuhan teknis:

  • Ruang kerja yang nyaman, lengkap dengan komputer, meja kerja, dan sejenisnya. Bedanya, harus didukung suatu sistem berbasis internet yang stabil. Sebab semua materi kerja akan disimpan, dikirim, dan diterima secara online.
  • Koneksi internet yang stabil menjadi syarat wajib. Jangan lupa siapkan juga modem dan provider lain sebagai back up kalau-kalau koneksi utama mengalami gangguan.
  • Jika kamu berlatar pendidikan akuntan atau punya pengalaman kerja sebagai akuntan, maka sudah paham software apa saja yang dibutuhkan. Kalau belum punya pengalaman di bidang ini, perlu mempelajari dan menyiapkan aplikasi pendukung, seperti QuickBooks Desktop, Quickbooks Online, atau Simply Accounting. Semua aplikasi itu biasanya kompatibel untuk semua komputer, dan bisa diintegrasikan dengan tools pendukung online.

5. Resume yang meyakinkan

Untuk menyusun resume meyakinkan, kamu perlu mencari portofolio dulu. Kamu yang sudah berpengalaman kerja bidang akuntan, tak perlu risau. Yang perlu dilakukan hanyalah meyakinkan pembaca resume bahwa kamu cukup tangguh dan terampil untuk bekerja secara virtual. Sedangkan kamu yang berlum berpengalaman, dapat mencari klien dari kenalan, teman, lingkungan terdekatmu. Coba dekati bisnis startup skala menengah dan kecil yang memerlukan bantuan tenaga pembukuan. Selain untuk memperkaya portofolio, juga sebagai ajang pembelajaran.

6. Bangun jaringan

Sebarkan resumemu secara online maupun offline. Bangun jaringan di media sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan Path. Umumkan bahwa kini kamu adalah seorang akuntan virtual yang siap membantu siapa pun yang membutuhkan.

Bangun jaringan ke kalangan pebisnis dan profesional. Mereka yang memerlukan bantuan akuntan virtual tidak terbatas pada perusahaan atau organisasi, banyak pula profesional dan individu yang butuh. Tegaskan pula bahwa kamu bisa bekerja di akhir pekan dan hari libur, atau saat kamu punya waktu luang. Ini penting, demi mencegah kesalahpahaman calon klien. Sering kali ada klien yang memang justru memerlukan tenaga pembukuan hanya di akhir pekan, sebab di hari kerja mereka tidak banyak melakukan transaksi keuangan. Semua pekerjaan pembukuan dikumpulkan di akhir pekan.

Tips Kerja

  • Untuk pekerjaan pembukuan sederhana, bisa dikerjakan dengan teknik kerja online simpel pula. Menerima dokumen melalui email, kamu kerjakan, lalu kamu kirimkan kembali melalui email. Kalaupun melibatkan hal yang agak teknis, berupa scanning.
  • Proses ini dapat juga memanfaatkan sistem penyimpanan data online, seperti Google Docs, DropBox, atau Evernote. Pastikan semua data online tersimpan aman, hanya bisa diakses oleh dirimu dan pihak yang bersangkutan. Lakukan login dengan berhati-hati, jangan sampai password-mu bocor ke tangan tidak bertanggung jawab.
  • Sebenarnya ada pola kerja yang lebih baik bagi pekerjaan pembukuan yang lebih rumit. Pola ini dapat membantu akuntan virtual secara lebih baik. Hanya cara ini memerlukan sejumlah aplikasi mobile yang bisa diunduh dari internet. Dengan aplikasi ini, pekerjaan akuntan virtual akan sangat terbantu, sebab bisa dilakukan di mana saja, kapan saja. Jika kamu sedang jenuh bekerja di rumah, kamu dapat melakukannya di kafe.

Beberapa aplikasi akuntan mobile yang perlu diketahui:

  • Shoeboxed

Dapat terkoneksi ke akun email, QuociBooks, akun bank. Aplikasi ini membantumu melakukan scan dan mengorganisasi dokumen-dokumen penting. Bisa mengirim dan menerima laporan yang sudah disetujui kapan saja, di mana saja. Menyimpan kartu nama dalam daftar kontak, sehingga memudahkanmu mengirim email ke banyak pihak.

  • Expensify

Memungkinkanmu melihat secara real time, pengeluaran apa saja yang terjadi, dan langsung bisa disetujui atau tidak. Menyediakan fitur transaksi, reimburse, dan pengeluaran secara tunai. Didukung dengan cloud penyimpanan data tanpa batas. Dapat terintegrasi dengan sistem akuntan lain, payroll, CRM, dan ERP.

  • Concur

Dapat melakukan laporan pengeluaran secara otomatis. Memungkinkan untuk terhubung ke e-invoices dan mengirimkan invoice secara otomatis sesuai program yang diinginkan. Dilengkapi dengan dashboard dan key metrics.

Bagaimana Pendapatannya?

Penghasilan seorang akuntan virtual sangat tergantung pada skala kemampuan, pengalaman, dan klien yang dimilikinya. Semakin rumit laporan keuangan yang dibuat, makin tinggi pula bayaran yang bisa didapat. Untuk tenaga pembukuan pemula, yang tidak memiliki backround pendidikan akuntan, bisa mendapatkan penghasilan sesuai kesepakatan dengan klien. Penghitungan penghasilan bisa per jam, per project, atau bulanan. Yang pasti, ini merupakan pekerjaan part time, di mana kamu bisa bebas menentukan pendapatan sendiri.

Seorang akuntan virtual yang lumayan berpengalaman bisa mendapatkan penghasilan 18 dolar per jam. Sedangkan yang bersertifikat, baik itu lulusan kursus akuntan atau sarjana akuntan, dapat meraup 75 dolar per jam. Disarankan bagi para akuntan virtual pemula untuk mengasah kemampuannya dengan mengikuti training, baik online maupun offline. Dengan begitu kamu dapat mendongkrak penghasilan melalui pekerjaan online ini.

Tips Seru Waspadai Iklan Kerja Online Palsu!

Berminat menambah penghasilan dengan bekerja online di waktu luang? Hati-hati, ada banyak iklan kerja online palsu alias scam. Baik itu web Indonesia maupun web luar, sering mengandung konten scam yang sulit dipertanggungjawabkan. Di sinilah kita harus jeli, mengenali mana iklan sungguhan dan scam.

Iklan kerja palsu hanya akan merugikan, membuatmu buang-buang waktu, energi. Mereka mengeruk untung mulai dari menyedot semua informasi pribadimu (email, resume, CV, portofolio, kontak pribadi), sampai uang (meminta bayaran). Berikut ciri-ciri scam:

  • Menawarimu pekerjaan tanpa lamaran, proses wawancara, atau diskusi lebih dulu.
  • Memberimu tugas tanpa ada kontrak kerja atau kesepakatan dua belah pihak.
  • Meminta sejumlah bayaran atau meminta informasi kartu kreditmu.
  • Meminta informasi pribadi, seperti nomor KTP, nomor SIM, kartu kredit, rekening.
  • Menjanjikan pendapatan tinggi yang tak masuk akal, tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
  • Memintamu membayar untuk training atau berbagai aktivitas lain.
  • Identitas si pemberi kerja tidak jelas, tak ada nomor telepon, alamat, sulit dihubungi.
  • Pemberi kerja tidak punya kantor sungguhan, dan tak ada informasi apapun mengenai dirinya di internet maupun orang lain.

Source: 60 Cara Online Menghasilkan Uang Saat Weekend

Tinggalkan Balasan