Cara Membangun Networking Dalam Berbisnis

Jaringan & Koneksi

Network (jaringan) sangat penting bagi Anda yang ingin beralih profesi. Dari jaringan, Anda akan mendapatkan koneksi. Anda akan berinteraksi dan membicarakan pekerjaan dan karier dengan orang-orang yang merupakan koneksi dan jaringan Anda.

Perlu diketahui, jaringan dan koneksi tidak sama dengan berkolusi atau nepotisme. Connections (koneksi) dibangun dengan upaya melibatkan diri dalam berbagai kegiatan agar Anda dikenal sehingga ketika ada yang membutuhkan kualifikasi yang Anda miliki, mereka teringat kepada Anda. Dalam kondisi lain, ketika Anda mengajukan diri, mereka sudah mengenal kualifikasi Anda dengan baik. Sementara, kolusi dan nepotisme mengandung makna negatif karena biasanya hanya berdasarkan hubungan keluarga atau berdasarkan kepentingan-kepentingan tertentu tanpa mempertimbangkan kualifikasi yang bersangkutan.

Memiliki jaringan dan koneksi yang bagus adalah modal yang sangat penting dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan. Membangun jaringan untuk mengeksplorasi profesi dan pekerjaan dapat dilakukan dengan melakukan percakapan informal dengan para profesional di bidang yang diminati, termasuk mengumpulkan informasi mengenai pekerjaan, jenjang karier, industri, atau tempat kerja yang cocok bagi Anda.

Ketika Anda aktif mencari pekerjaan, Anda bisa memanfaatkan jaringan yang telah Anda bangun untuk memasarkan diri. Anda bisa memberi tahu langsung kualifikasi yang Anda miliki sekaligus posisi dan perusahaan yang Anda inginkan. Melalui percakapan-percakapan seperti itu biasanya Anda mendapat bimbingan dan sumber pengetahuan yang tidak Anda dapatkan dari tempat lain. Alasan jaringan dan koneksi menjadi hal penting dalam mencari pekerjaan, antara lain:

  • Orang-orang lebih suka bekerja dengan orang yang mereka kenal dan sukai. Resume dan CV saja kadang tidak terlalu bisa diandalkan.
  • Dokumen lamaran kerja yang Anda kirim bisa saja hanya berada dalam tumpukan dokumen pelamar lain. Melalui jaringan dan koneksi, Anda bisa mendapatkan rekomendasi dari seseorang yang mengenal Anda sehingga peluang untuk diterima lebih besar.
  • Ada banyak lowongan pekerjaan yang tidak diiklankan.
  • Informasi mengenai pekerjaan ini biasanya hanya bisa didapatkan dari orang yang telah lebih dulu bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, Anda bisa pula mendapatkan informasi adanya lowongan pekerjaan di suatu perusahaan dari jaringan/koneksi yang Anda miliki sebelum informasi tersebut diiklankan secara formal.

Bagaimana Membangun Koneksi?

Carilah orang, bukan pekerjaan. Ketika Anda mencari lowongan pekerjaan, Anda dapat memanfaatkan situs lowongan kerja, headhunters, dan sebagainya, tetapi sebaiknya Anda tidak memulainya dengan cara itu.

Fokuskan perhatian Anda pada hubungan dengan orang-orang, kolega, teman satu grup atau satu perkumpulan, kenalan, baik yang ada di dalam maupun di luar lingkaran Anda. Kehadiran Anda secara langsung di hadapan orang-orang itu memiliki kekuatan yang tidak dimiliki CV/resume yang paling sempurna sekalipun. Orang-orang itu akan melihat antusiasme, semangat Anda untuk belajar, ketekunan dan kegigihan Anda, serta hal positif lain di dalam diri Anda. Dan cerita mengenai Anda gampang menyebar.

Anda bisa membangun koneksi melalui hubungan baik dengan orang-orang di perusahaan atau organisasi tempat Anda bergabung. Anda bisa menawarkan diri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kecil dengan sukarela. Jika hasil kerja Anda bagus, Anda pelan-pelan bisa menjadi konsultan bagi mereka. Perlahan reputasi Anda akan terdengar sehingga dipanggil interview untuk posisi full time di suatu perusahaan. Barangkali karena terlalu senang, Anda sampai nervous saat menjalani interview. Meski begitu, Anda masih tetap diterima sebab reputasi Anda sudah dikenal dengan baik.

Membangun Networking

Network ada di sekitar Anda. Mereka adalah orang-orang yang menjalin hubungan dengan Anda, yakni:

  • Keluarga
  • Teman sekampus dan yang pernah jadi teman sekampus.
  • Teman sekerja dan yang pernah jadi teman sekerja.
  • Klien dan yang pernah jadi klien.
  • Customer dan yang pernah jadi customer.
  • Klub olahraga.
  • Job fairs.
  • Asosiasi-asosiasi profesi.
  • Klub bisnis.
  • Organisasi-organisasi.
  • Tetangga, kerabat, teman.
  • Sosial media.
  • Professional/business events.

Survei terkini menunjukkan bahwa 50% lowongan pekerjaan diisi melalui networking! Network sangat potensial bukan saja untuk menjalin koneksi dalam rangka mencari kerja, tetapi juga penting dalam perjalanan karier di sepanjang hidup Anda.

Setiap orang yang ada di dalam jaringan Anda dapat menghubungkan Anda dengan network lain sehingga jaringan Anda menjadi semakin luas. Contoh, guru anak Anda dapat menghubungkan Anda dengan guru lain atau dengan orang tua setiap anak dan network mereka.

Tips Membangun Network

  • Mengelompokkan kontak menurut segmen khusus (top management, teman, alumni, klien/customer, kolega, dan sebagainya).
  • Cari kesamaan Anda dengan mereka. Kelompokkan menurut area ketertarikan Anda (hobi, bidang profesi, sektor industri, dan lain-lain).
  • Menghormati kontak yang dimiliki sebagai seorang pribadi sehingga sebelum Anda meminta bantuan hendaknya Anda memikirkan kepentingan dan kenyamanan mereka: menolong mereka terlebih dahulu, tidak mengganggu, dan jangan pernah mengirimkan spam.
  • Ketika berganti smartphone, biasanya kontak Anda tidak ikut ter-update. Hal ini juga dialami orang lain sehingga data Anda terhapus. Ketika menghubungi seseorang yang sudah lama tidak terhubung dengan Anda, ada baiknya memberi keterangan mengenai diri Anda terlebih dahulu.
  • Membina hubungan personal dengan orang-orang yang ada di jaringan Anda. Sediakan waktu untuk bertemu secara langsung dengan mereka. Banyak orang mendapat peluang dan kesempatan dari hubungan personal karena hubungan yang nyata menciptakan trust (kepercayaan). Satu orang yang pernah bertemu dan membina hubungan secara langsung dengan Anda jauh lebih berharga daripada seratus kontak yang Anda temui secara online.
  • Terus terang dan spesifik. Sebelum Anda bertemu seorang CEO misalnya, berupayalah untuk mengetahui secara spesifik apa yang Anda mau. Apakah Anda mau minta referensi atau ingin diperkenalkan kepada seseorang? Sebutkan dengan jelas kualifikasi dan pengalaman terakhir Anda.
  • Berikan sesuatu yang bisa dilihat (kartu nama/CV/resume) sehingga ketika membutuhkan sesuatu atau memiliki informasi mengenai suatu peluang, mereka bisa segera menghubungi Anda.
  • Mintalah nasihat, informasi, atau saran, bukan minta pekerjaan.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan