Bagaimana Mengubah Blogmu dari Sekedar Hobi Menjadi Sebuah Bisnis?

Blogger seolah sudah menjadi nama profesi tersendiri. Pasti kamu pernah mendengar istilah fashion blogger, traveller blogger, food blogger, music blogger, dan banyak lagi. Masing-masing terkoneksi dengan bidang bisnis dan segmennya. Blog bukan lagi sekadar diisi dengan agenda harian, me­lainkan review atas suatu produk atau jasa yang bisa memengaruhi ribuan bahkan jutaan pembacanya.

1. Buatlah Blog

Inilah langkah pertama, buatlah blog. Kamu bisa memakai layanan blog gratis seperti WordPress atau Blogspot untuk membuat blog. Membuat blog sekarang jauh lebih mudah ketimbang pada masa awal blog muncul. Pasalnya, semua petunjuk didesain sede­mikian sederhana dan gampang dipahami.

Apakah kamu sudah memiliki blog tapi lama tak terurus? Atau, apakah kamu mungkin sudah aktif ngeblog sejak lama tapi hanya berisi aneka tulisan dan foto kegiatanmu sehari-hari? Atau, apakah blogmu sekadar berisi curahan hati tak terkendali yang membuatmu malu jika dibaca orang lain?

Kamu bisa mempertimbangkan untuk merenovasi blogmu atau membuat blog baru yang lebih sesuai dengan tujuanmu saat ini, yaitu membantumu mengembangkan bisnis. Blog seperti apa yang dapat mendukung bisnismu kelak?

  • Blog yang tidak didominasi topik pribadi
  • Blog yang berisi hal-hal yang dibutuhkan orang banyak
  • Blog yang up to date
  • Blog yang desainnya bikin mudah diakses
  • Blog yang dikelola secara profesional

2. Tentukan Topikmu

Saat menyukai sesuatu, kebanyakan orang biasanya akan menjadi penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentangnya. Segala informasi mengenai “sesuatu” itu pasti akan kita gali, cari tahu, dan berusaha untuk update mengenainya. Ada rasa bangga ketika kita menguasai topik yang kita suka lebih dari orang lain. Inilah kunci dari menentukan topik bagi blog. Hal apa yang paling kamu sukai? Cokelat? Tas? Sepatu? Sepeda? Gadget? Jeans? Motor? Buku? Carilah tahu apa yang kamu sukai dan tulislah semua yang kamu tahu tentang hal itu di blog.

Sudah banyak blog sejenis itu? Buatlah blogmu berbeda. Inilah yang dilaku­kan Diana Rikasari yang sejak tahun 2007, menulis seluk-beluk dunia fashion di blognya. Wanita yang menggandrungi fashion ini tak ragu berbagi apa saja yang dia ketahui, rasakan, pikirkan, dan lakukan, terkait fashion. Karena dia mencintai topik itu, maka menulis blog dilakukan dengan senang hati, tanpa ada keterpaksaan.

Kini visitor blog Diana sudah lebih dari 7 juta, dengan lebih dari 10.000 visitor per hari. Nama Diana populer sebagai fashion blogger yang membuatnya diundang menulis di majalah, bahkan menjadi fashion stylist. Yang lebih keren lagi, dia sudah membangun kerajaan bisnisnya, IWearUp.com, yang menjual brand sepatu miliknya sendiri, UP.

3. Ajak Pembacamu Mengobrol

Ragu membuat blog karena merasa tidak punya skill menulis? Siapa saja yang bisa berbicara, pasti bisa menulis. Di era komunikasi menggunakan gad­get seperti sekarang ini, kita berinteraksi melalui email, WhatsApp, BlackBerry Messenger, SMS, Twitter, Facebook, dan sejenisn­ya. Semua dilakukan dengan cara menulis, bukan? Blog merupakan salah satu aplikasi media sosial di mana penggunanya berinteraksi dengan orang lain melalui tulisan. Interaksi seperti ini bisa dikatakan sama saja dengan mengobrol melalui tulisan.

Anggaplah pengunjung blogmu sebagai teman yang sedang kamu ajak mengobrol. Bedanya, kamulah yang menentukan topik obrolan, yaitu bidang yang kamu sukai. Jadi, kamu bisa lebih percaya diri mengemukakan opini, perasaan, pikiran, berbagi pengalaman, dan banyak lagi, da­lam obrolan itu. Selayaknya orang mengobrol, gunakan bahasa yang mu­dah dipahami.

4. Hindari Narsis

Mungkin niat utamamu mem­buat blog adalah membangun bisnis atau dalam hal ini menjual produk atau jasa. Tidak ada yang salah dengan hal itu selama sesuai dengan passion dan memang kamu menyukainya. Blog tidak selamanya dilandasi oleh hobi. Bisa jadi hobimu memang adalah berjualan, mengapa tidak? Namun, memborbardir pembaca dengan info-info produk atau jasa semata bukan ide yang bagus. Apalagi kamu sekadar mengunggah foto produk, harga, beserta spesifikasinya.

Lebih tidak oke lagi kalau isi blogmu hanya sederetan tulisan yang memu­ji-muji alangkah bagusnya produk atau jasamu. Mungkin kamu pernah menemukan blog seperti itu yang berisi artikel-artikel yang membujuk pengunjung bergabung dengan suatu jaringan bisnis, menjanjikan income besar, atau membicarakan produk sendiri yang luar biasa hebatnya. Tak jarang blog seperti itu ditambah dengan animasi dan tulisan yang berkedip-kedip, menonjolkan kehebatan pro­duk atau layanan-nya, disertai aneka testimoni yang tidak jelas apakah asli atau palsu.

Konten yang Bermanfaat by pexels.com

5. Buat Konten yang Bermanfaat

Blog-blog narsis yang berisi pujian terhadap produk atau layanan pemiliknya memang punya pengunjung, yaitu orang-orang yang menemukan blog itu dari Google berdasar keyword tertentu. Se­lain itu, bisa jadi blog tersebut memanfaatkan teknik Search Engine Optimazion (SEO) sehingga mudah ditemukan di Google. Tapi pengunjung blog sema­cam itu hanya akan datang sekali dua kali, lalu merasa kapok. Mengapa? Pasalnya, konten blognya tidak mengandung sesuatu yang menarik dan ber­guna. Pengunjungnya hanya dijejali dengan keunggulan produk/jasa semata dan janji-janji yang didramatisasi, tak ada yang lain.

Coba lakukan blogwalking, kunjungi blog-blog milik blogger terkemukanya. Buatlah blogmu seperti itu, yakni mengandung konten yang dibu­tuhkan banyak orang. Jika kamu ingin menjual cokelat, jangan promosikan cokelatmu dengan pujian-pujian narsis.

Buatlah artikel tentang manfaat cokelat, sejarah cokelat, jenis-jenis cokelat dari seantero dunia, aneka resep olahan cokelat, review produk cokelat, selebritas yang hobi makan cokelat, film bertemakan cokelat, resensi buku yang memba­has cokelat, aktivitasmu berbelanja cokelat, eksperimen membuat kue cokelat, brand cokelat yang sedang tren, dan masih banyak lagi.

6. Desain Blog yang Simpel dan Menarik

Sudah mendapatkan tema dari blogmu? Tema blog bisa disesuaikan dengan desain. Blog Diana Rikasari bertema tentang kesehariannya se­bagai seorang fashion blogger, fashion stylist, sekaligus pebisnis fashion. Perhati­kan desainnya yang fresh, ceria, dan cerah, serta sesuai dengan gaya bahasa dan segmen pembacanya. Desainnya sangat menarik, menggu­gah rasa ingin tahu pengunjung untuk berlama-lama di sana. Sebisa mungkin desain dari blog tetap simpel, dalam arti tidak berlebihan. Kenapa harus simpel? Pasalnya, kita bicara soal kemudahan akses.

Blog yang dibumbui terlalu banyak aneka aplikasi, seperti flash, animasi, bah­kan video yang terlalu padat, akan sulit diakses. Sesuaikan desain blog dengan kontennya. Blog yang membahas soal buku akademik sebab memang bertujuan untuk menjual buku, akan lebih pas de-ngan desain yang terkesan intelek dan serius. Sementara, blog yang memba­has otomotif akan lebih pas jika desainnya menonjolkan tema-tema petualan­gan dan teknologi otomotif.

7. Variasikan Jenis Konten

Pembaca pasti bosan de-ngan blog yang didominasi tulisan, sebagus apa pun tulisan itu. Sesekali posting-lah foto, video, atau animasi, yang menunjang topik blogmu. Aneka jenis konten itu masih sah-sah saja jika kamu mengambilnya dari sum­ber lain, selama menyebutkan link sumbernya. Akan lebih bagus lagi kalau kamu menyebutkan nama penciptanya sebagai tanda terima kasih. Dengan begitu, kamu menghargai hak cipta orang lain. Misalnya saat memakai video YouTube karya orang lain, kamu sebutkan siapa nama pengunggah perta­manya beserta link sumber. Demikian juga halnya dengan foto, infografis, meme, atau karya lainnya. Jangan lupa, hal yang sama juga dilakukan saat mengutip data atau opini pihak lain.

8. Jadilah Orisinal

Buatlah sesuatu yang orisinal. Kalaupun terpaksa menggunakan konten dari sumber lain, sebisa mungkin dibatasi atau sebagai penunjang saja. Konten dari artikel yang ditampilkan sebaiknya merupakan tulisanmu sendiri, bisa berupa opini, review, perasaan, testimoni, dan berbagi pengalaman. Lebih pas lagi jika dengan gaya bahasa, penggunaan istilah, dan keakraban, yang khas kamu banget.

Bahkan, kalau perlu buatlah foto, video, atau karya desain grafis khusus bagi konten blogmu. Memotret dan membuat video kini sudah bisa dilakukan melalui smartphone dengan harga terjangkau. Usahakan foto-foto dalam blog kamu berkualitas bagus, dalam arti tidak blur atau pecah ketika diunggah.

9. Promosikan Blogmu

Apalah artinya blog dengan sedikit pengunjung? Padahal, semua ser­ba-serbi bisnis dan passion-mu ada di blog itu. Berikut adalah beberapa cara mempro­mosikan blog.

Integrasikan ke media sosial

Manfaatkan media sosial, seperti Twitter, Facebook, Path, Instagram, dan sejenisnya, untuk mengajak teman-teman­mu di sana mengunjungi blogmu. Kini layanan blog, seperti Blogspot dan WordPress, dilengkapi dengan fitur untuk terhubung dengan media sosial yang secara otomatis membagikan postingan-mu ke sana.

Cantumkan di signature email

Mencantumkan link blog di signature email sudah banyak dilakukan para blogger profesional maupun amatir. Jika kamu merasa blogmu sudah cukup oke, tak perlu ragu untuk melakukan hal ini.

Tampilkan di kartu nama

Ya, ini salah satu cara ampuh untuk mempromosikan blogmu. Orang yang baru kita kenal akan langsung tahu harus mengeklik apa untuk bisa tahu lebih banyak tentang bisnismu.

10. Buat Blogmu Mudah Dicari

Kunjungan ke suatu blog, salah satunya ditentukan oleh hasil pencarian di Google, Bing, Yahoo, atau search engine lain. Semakin atas blog kamu muncul di hasil pencarian, semakin besar kemungkinannya diklik atau dikunjungi. Sejak lama blog dan website berlomba-lomba untuk menempati urutan teratas hasil pencarian Google, search engine terbesar saat ini.  Usaha yang paling banyak dilakukan adalah dengan memakai teknik Search Engine Optimazion (SEO).

Sumber: 99 Cara Super Lesatkan Bisnis Via Social Media by politwika

Tinggalkan Balasan