8 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Wawancara Kerja

Jika dianggap layak, entah setelah membaca surat lamaran kerja, CV, dan resume, atau karena Anda telah magang/bekerja sebagai volunteer, atau atas rekomendasi seorang koneksi, Anda akan dipanggil untuk interview (wawancara) kerja.

Mendapat panggilan wawancara kerja tentu sudah sangat membanggakan, mengingat ada puluhan pelamar lain yang memiliki pengalaman dan pendidikan yang kurang lebih sama, sementara Anda berasal dari profesi yang berbeda dengan pengalaman kerja yang berbeda pula. Dengan adanya panggilan wawancara berarti Anda sudah berhasil “menjual” diri Anda di atas kertas. Langkah selanjutnya, Anda perlu melakukan pengenalan lebih jauh untuk melihat seberapa besar nilai Anda bagi perusahaan/organisasi yang bersangkutan.

Setelah dinyatakan lulus wawancara, Anda akan dipanggil untuk proses selanjutnya. Jadi, sebelum panggilan itu datang, Anda perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Profesi impian Anda sudah di depan mata, tinggal selangkah lagi Anda akan memasukinya.

Hal utama yang perlu dilakukan untuk menghadapi interview kerja adalah riset. Pastikan Anda sudah melakukan riset untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan/pekerjaan/posisi yang Anda inginkan. Selain itu, ada 10 hal berikut yang harus Anda perhatikan:

1. Kenali Nilai Diri Anda dan Gunakan Contoh untuk Menunjukkannya

Jika Anda ingin meyakinkan pewawancara bahwa Anda adalah calon yang tepat untuk pekerjaan/posisi itu, pertama-tama harus meyakinkan diri sendiri. Ketika Anda menghargai diri sendiri, Anda akan menceritakan riwayat pekerjaan dan pengalaman kerja Anda dengan cara yang berbeda.

  • Tuliskan semua yang sudah Anda kerjakan secara detail, termasuk semua tugas dan prestasi-prestasi Anda. Ini akan menolong Anda melihat pengalaman dengan fasih sehingga dapat mengaplikasikannya pada banyak kesempatan.
  • Ada baiknya Anda belajar melihat sisi terbaik dari pengalaman kerja yang sudah dilalui. Daripada mengatakan: Anda adalah seorang customer service untuk Ella Bar & Restaurant, lebih baik Anda berkata: Anda adalah orang yang membantu pelanggan melakukan pemesanan, mempromosikan produk baru, dan menanggapi keluhan-keluhan pelanggan secara profesional.
  • Berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan. Latihan ini bermanfaat agar Anda mampu berpikir cepat dan menganalisis semua pengalaman yang sudah dimiliki.
  • Pengalaman-pengalaman, seperti berbagi tugas, mencari solusi, menyelesaikan konflik, atau menjelaskan konsep manajemen yang rumit, bisa diterapkan kembali pada bidang pekerjaan apa pun.

2. Jangan Datang dengan Tangan Kosong

Bawa sampel hasil karya Anda, sertifikat training, contoh proposal, rencana pemasaran, portofolio, atau pendukung lain, sebagai bukti jika kemampuan Anda benar-benar nyata. Jika Anda beralih dari mekanik menjadi jurnalis, siapkan contoh tulisan, baik berupa laporan tahunan, ulasan berita, dan lain sebagainya. Jika Anda tidak punya bukti nyata, Anda bisa membuatnya. Contoh, Anda melamar untuk posisi guru, namun Anda tidak memiliki pengalaman mengajar. Anda bisa membuat contoh silabus atau rencana pengajaran. Ingin menjadi host acara televisi, tetapi belum pernah ikut siaran di stasiun televisi? Bawa contoh video yang Anda rekam sendiri. Anda dapat berpura-pura menjadi host untuk acara kesukaan Anda.

3. Biasakan Diri Anda dengan Ketidaksempurnaan

Tidak apa-apa mengakui bahwa Anda tidak tahu segala hal dan bahwa Anda tidak bisa memenuhi semua kriteria yang disyaratkan. Sangat sedikit calon yang dapat memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan untuk suatu pekerjaan/posisi. Tapi jangan hanya berkata, “Saya tidak tahu tentang itu,” atau “Saya belum pernah mengerjakan itu” saat Anda ditanya sesuatu yang sulit. Adanya kesenjangan antara kemampuan Anda dan suatu kualifikasi adalah normal. Anda bukan superman. Solusi yang bisa Anda gunakan, kemukakan pengalaman atau kemampuan Anda sehubungan dengan pertanyaan yang diajukan demi meminimalkan kesenjangan.

Selain itu, Anda harus menjawab seluruh pertanyaan dengan penuh percaya diri. Saat Anda sendiri ragu dan kedengaran gentar, bagaimana manajer itu bisa merasa nyaman mempekerjakan Anda? Contoh: mungkin Anda seorang mekanik yang ingin beralih ke bidang manajerial, namun Anda tidak memiliki pengalaman mengatur bujet. Anda bisa berkata, “Ketika saya mengalami kekurangan bujet, saya akan langsung mengatur kecepatan. Dalam pengalaman kerja yang lalu, saya sudah terbiasa memperhatikan detail angka-angka dan memperhitungkan ketepatan hasil, kemampuan matematis yang sama akan saya butuhkan untuk mengatur bujet. Ini bukan hal yang sulit bagi saya.”

4. Mempersiapkan Diri dengan Pertanyaan Besar

Pertanyaan besar di sini biasanya, “Mengapa Anda beralih profesi?” Hampir di semua sesi wawancara, pewawancara akan mengajukan pertanyaan ini. Bagaimana sebaiknya menjawab pertanyaan ini? Apa yang perlu disiapkan?

  • Berlatih menjalin kata-kata untuk menjawabnya. Banyak orang yang telah beralih profesi dengan berbagai alasan, misalnya: Anda sadar kalau tidak cocok bekerja di bidang tersebut dan Anda tidak ingin bekerja di sana hingga pensiun, ingin mendapatkan tantangan baru, dan sebagainya.
  • Jujur tanpa mengungkapkan fakta-fakta negatif. Misalnya, meluapkan kekesalan terhadap atasan Anda atau jam kerja yang panjang dan melelahkan serta tanpa insentif yang memuaskan. Jawaban negatif akan menimbulkan kesan bahwa masalahnya ada pada Anda, bukan pada profesi, pekerjaan, atau atasan Anda. Hal ini akan memberi sinyal bahwa Anda juga akan sulit bekerja sama di kantor yang baru dan bisa sewaktu-waktu resign lagi begitu Anda bermasalah dengan manajemen perusahaan.
  • Hindari jawaban yang mengungkapkan kelemahan bidang profesi yang Anda jalani sebelumnya atau kekhawatiran akan masa depan profesi itu. Siapkan jawaban yang sederhana, positif, dan berorientasi pada masa depan. Anda bisa berkata, “Selama tujuh tahun mengabdi sebagai _________, saya merasa sudah cukup melakukan banyak pekerjaan besar dan saya merasa ingin maju. Saya ingin merasakan pengalaman baru dan tantangan-tantangan lain.” Anda juga bisa menyinggung rencana Anda untuk memanfaatkan skills, pengalaman, dan kemampuan yang Anda miliki untuk berperan dalam kemajuan perusahaan baru dan profesi baru tersebut.

5. Cobalah “Membaca” Pewawancara Anda

Apabila Anda dipanggil untuk wawancara, sementara ia tahu latar belakang Anda sangat berbeda, kemungkinan hal seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi mereka. Bisa jadi si pewawancara berada di perusahaan tersebut sebagai hasil beralih profesi. Anda bisa mengungkapkan pendapat Anda mengenai hal ini, misalnya: “Mohon maaf sebelumnya, apakah Anda juga memiliki pengalaman yang berbeda sebelum bergabung dalam industri ini? Mengapa Anda mengambil keputusan itu? Sejauh ini, apakah Anda senang dengan pengalaman Anda di sini?”

6. Bikin Rencana Tiga Bulan Pertama

  • Lakukan riset berkaitan dengan tim kerja, perusahaan, dan pekerjaan yang Anda lamar. Kemudian buatlah rencana tiga bulan pertama andaikan Anda diterima.
  • Anda bisa meminta informasi dari perekrut, perwakilan HR, manajer, atau dari koneksi Anda.
  • Anda bisa menyatakan niat untuk menyediakan strategi yang efektif demi membantu perusahaan itu mencapai tujuan dan target-targetnya.
  • Tanyakan kekuatan-kekuatan dan tantangan-tantangan yang harus Anda hadapi jika Anda memutuskan bergabung.
  • Tanyakan mengapa staf yang sebelumnya berhenti.
  • Tanyakan tiga bidang terbesar yang seharusnya menjadi fokus bisnis.
  • Bagaimana rupa budaya tim itu?
  • Buatlah rencana 90 hari pertama untuk memanfaatkaan kekuatan-kekuatan dan menangkap peluang. Mungkin Anda tidak mendapatkan seluruh informasi yang Anda inginkan untuk membuat rencana tiga bulan pertama, tetapi ini menunjukkan inisiatif dan nilai Anda, juga menolong mereka memvisualisasikan bagaimana seandainya Anda mengisi posisi itu.

7. Percaya Diri

Hal terpenting dalam mempersiapkan interview kerja adalah percaya diri. Kepercayaan diri berasal dari persiapan yang baik.

8. Tenangkan Diri Anda

Sebelum berangkat dan sebelum memasuki ruangan, tarik napas dalam-dalam dan embuskan perlahan. Tenangkan hati dan berdoa. Percayalah kalau Anda sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jika akhirnya Anda tidak mendapatkan pekerjaan ini, berarti di kemudian hari ada pekerjaan yang lebih baik bagi Anda. Tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi. Kedamaian hati ini penting untuk membuat Anda memasuki wawancara dengan tenang dan percaya diri.

Jangan pernah mengecilkan nilai Anda karena Anda memiliki banyak potensi dan kemampuan untuk menyelesaikan berbagai hal, termasuk memainkan banyak peran dalam berbagai profesi. Kemampuan serta pengalaman kerja Anda adalah modal besar yang dapat diaplikasikan ke lebih dari satu pekerjaan. Semakin Anda dapat menguraikan nilai diri Anda dengan baik sekaligus mampu menghubungkan titik temu antara pengalaman masa lalu dan kesempatan baru, semakin banyak kemungkinan dan peluang yang tersedia bagi Anda.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan