8 Hal Penting Yang Selalu Diinginkan Oleh Konsumen

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, keberadaan konsumen memberi pengaruh yang begitu besar terhadap kesuksesan suatu bisnis. Tanpa adanya konsumen yang menjadi pelanggan loyal dan selalu membeli produk kita, bisnis tidak akan dapat berkembang dengan baik. Konsumen yang awalnya datang sesekali untuk membeli produk kita, jika dikelola dengan baik akan menjadi pelanggan loyal yang rela menghabiskan uang mereka untuk membeli produk apa pun yang kita luncurkan.

Lantas pertanyaannya, bagaimana cara membuat konsumen yang datang sesekali tadi menjadi pelanggan loyal? Ada banyak sekali buku dan berbagai artikel mengenai bisnis menyebutkan bahwa salah satu cara menciptakan pelanggan loyal adalah mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dan me wujudkan keinginan itu menjadi kenyataan. Berikut adalah beberapa keinginan pelanggan yang seharusnya diketahui para entrepreneur.

1. Pelanggan lebih menghargai layanan yang baik dibandingkan dengan layanan cepat.

Ada banyak sekali penelitian berkaitan dengan perilaku pelanggan yang menemukan fakta bahwa pelanggan lebih menyukai dan menghargai pelayanan kompeten serta menambah pengetahuan mereka berkaitan dengan produk yang akan mereka gunakan. Mereka akan mengingat pelayanan baik yang mereka dapatkan, lalu memberitahu teman-teman mereka untuk berbelanja di tempat yang sama. Sebaliknya, pelanggan yang mendapat pelayanan buruk, kasar, dan tergesa-gesa kebanyakan tidak akan kembali lagi. Bagi mereka, 15 menit menunggu demi mendapatkan pelayanan terbaik lebih baik daripada menunggu 5 menit hanya untuk mendapatkan pelayanan yang buruk.

2. Pelanggan rela mengeluarkan uang lebih demi mendapatkan pelayanan secara personal.

Posisikan diri kita sebagai pelanggan kemudian pikirkan, apa yang kita rasakan ketika mendapatkan pelayanan secara personal ketika berada di restoran, rumah makan, atau ketika sedang memilih pakaian di pusat perbelanjaan? Nah, apa yang kita rasakan, itu pula yang dirasakan oleh pelanggan kita. Banyak pelanggan yang senang dilayani secara personal. Untuk pelayanan baik yang mereka dapatkan, mereka tidak segan memberi tips, mempromosikan bisnis dengan cara word of mouth, dan datang kembali dengan membawa keluarga atau rekan-rekan mereka di kemudian hari.

3. Pelanggan akan mengingat kita jika kita mengingat nama mereka.

Mengapa Starbuck memiliki begitu banyak pelanggan setia, yang rela antre hanya untuk mendapatkan segelas kopi dengan harga yang tidak bisa dibilang murah? Starbuck berhasil membuat pelanggannya terpikat karena semua barista di kedai kopi milik Howard Schultz itu di minta untuk berusaha mengingat nama setiap pelanggan yang datang dengan menuliskan nama masing-masing pelanggan di gelas kopi. Hal ini sama seperti saat kita berkenalan dengan seseorang. Ketika orang itu bisa mengingat nama kita di pertemuan berikutnya, kita pasti akan merasa tersanjung dan dihargai, kan?

4. Pelanggan senang membicarakan kejutan yang didapatkannya.

Pelanggan yang mendapatkan pengalaman menyenangkan berupa kejutan, hadiah, atau timbal balik atas pembelian yang mereka lakukan, akan membicarakan pengalamannya itu kepada teman-temannya untuk beberapa waktu.

Di kemudian hari, mereka pasti akan kembali lagi demi mendapatkan kejutan berikutnya. Zappos, online store yang menjual sepatu dan pakaian, telah membuktikan hal ini. Jumlah penjualan produk Zappos mengalami peningkatan setelah mereka secara teratur memberi kejutan berupa gratis biaya pengiriman. Mereka sengaja tidak menuliskan ‘kejutan’ ini di halaman penjualan demi memberikan ‘efek kejut’ yang akan membuat pelanggan exciting berbelanja di toko mereka.

5. Menciptakan “citra baik” kepada pelanggan tidak perlu biaya mahal.

Ketika kita menerima kebaikan dari orang lain, apa yang kita rasakan? Sering kali, perbuatan baik yang kita terima dari seseorang akan meninggalkan kesan mendalam di hati kita dan membuat kita selalu ingat akan orang tersebut. Apa yang kita rasakan setelah menerima kebaikan orang lain, itu pula yang dirasakan pelanggan. Bisnis yang bisa memanfaatkan hal ini sudah pasti dapat menciptakan pelanggan loyal dalam jumlah tak terbatas. Contoh tindakan yang bisa dilakukan, di antaranya meninggalkan kartu nama bisnis di kaca mobil pelanggan yang datang ke restoran sebagai tanda bebas parkir. Memberi pelanggan kartu member ketika membeli segelas kopi. Kartu itu nantinya akan diberi stempel setiap melakukan pembelian berikutnya dan setelah jumlah nya 5-10 kali pembelian akan mendapatkan satu gelas kopi gratis. Cara lain? Coba pikirkan perbuatan baik sederhana yang tidak memerlukan biaya besar, tetapi bisa membuat hati pelanggan merasa hangat dan diperhatikan.

6. Pelanggan menyukai cerita di balik suatu brand dan menjual produk berdasarkan cerita ini sangat efektif.

Semua orang senang membaca atau mendengar cerita. Anda juga, kan? Pelanggan ternyata juga bisa menyukai suatu produk karena telah mendengar kisah di balik penciptaan produk tersebut. Penggunaan storytelling dalam strategi penjualan telah terbukti di berbagai industri ternyata mampu meningkatkan penjualan, asalkan cerita yang diusung manusiawi, dapat menyentuh hati, dan meng inspirasi pelanggan.

7. Pelanggan senang dilibatkan dalam upaya inovatif penciptaan produk baru.

Pernahkah Anda mengisi angket atau survei yang diberikan suatu perusahaan berkaitan dengan produk baru mereka? Untuk produk-produk favorit, pelanggan ternyata senang dilibatkan dalam proses inovasinya. Begitu produk itu luncur, mereka akan berbondong-bondong memburu produk tersebut sekaligus membantu mempromosikan produk dengan menceritakan keterlibatan mereka dalam proses inovasi kepada orang-orang terdekat.

8. Tawarkan fasilitas, bukan uang yang bisa dihemat.

Ada banyak sekali iklan mengenai hotel berbintang yang tidak lagi menggunakan jurus discount rate, tetapi lebih menawarkan pada fasilitas apa yang bisa dinikmati pelanggan jika menginap di hotel. Entrepreneur pemilik hotel tersebut menciptakan iklan-iklan yang menggambarkan kebersamaan keluarga yang sedang berlibur dan menginap di hotel itu, berenang, makan bersama, menikmati pemandangan di sekitar hotel, dan lain sebagainya. Mereka sama sekali tidak menyebutkan berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan atau berapa yang bisa dihemat pelanggan.

Hasilnya, tingkat hunian di hotel itu meningkat tajam. Pelanggan tertarik untuk mencoba menginap di sana karena berbagai hal yang mungkin mereka rasakan bersama orang-orang terdekat dan tidak terlalu peduli besarnya biaya yang akan mereka habiskan.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan