8 Cara Ampuh Mengatasi Grogi saat Presentasi dan Lancar Public Speaking

Bagikan Artikel ini:

Sebelum memulai public speaking, hal umum yang dirasakan adalah grogi atau nervous. Grogi bisa menghampiri siapa saja tidak peduli usia, jabatan ataupun status sosial. Kenali dulu gejalanya, kemudian lakukan teknik untuk menguranginya.

Kenali Gejalanya:

  • Jantung berdetak lebih cepat
  • Napas pendek
  • Keringat dingin
  • Sakit perut
  • Gemetar
  • Bicara terbata-bata
  • Kehilangan kata
  • Dan masih banyak lagi, ini bisa dirasakan satu persatu atau banyak sekaligus.

Apabila Anda merasakan satu atau lebih dari keadaan ini sebelum menjadi public speaker, hampir pasti bisa dipastikan Anda mengalami grogi.

Hal pertama yang dilakukan adalah menerima kenyataan, jangan disangkal. Karena semakin Anda mengacuhkan grogi, bisa semakin buruk keadaannya atau kesalahan yang Anda buat bisa semakin fatal. Setelah ikhlas menerima keadaan ini, barulah Anda melakukan beberapa cara untuk menguranginya. Dimulai dengan membuat nyamana diri Anda.

Nyamankan diri Anda dengan cara mengalirkan oksigen. Pada saat grogi, otak bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen. Akibatnya adalah napas yang pendek dan cepat/tersengal-sengal seperti otang habis berolahraga. Dengan napas tersengal, justru berisiko membuat bicara jadi cepat sehingga bisa keselo lidah (belibet) atau terdengar bergumam yang malah akan menggandakan rasa grogi Anda. Yang harus dilakukan adalah mengirim oksigen dengan baik ke otak dengan bernapas secara nyaman.

Bernapas
  • Bernapaslah perlahan-lahan
  • Tarik napas melalui hidung, tahan sampai lima detik, lalu keluarkan pelan-pelan sampai sepenuhnya habis dan perut mengempis melalui mulut. Lakukan ini sebanyak lima sampai sepuluh kali sebelum bicara.
  • Hindari bernapas seperti habis berolahraga (napas pendek dan cepat)
  • Atur napas sehingga detak jantung Anda normal dan tenang.

Setelah fisik Anda mulai merasa nyaman, bicaralah dengan suara yang tenang dan lantang agar diperhatikan.

Suara
  • Bicaralah dengan suara bertenaga (bukan berteriak). Saat sedang grogi sering kali muncul rasa tidak percaya diri. Ini menyebabkan Anda cenderung berbicara pelan sehingga suara yang keluar tidak lagi jelas. Akibatnya audience Anda akan lebih memerhatikan Anda. Nah, masalahnya orang yang grogi saat semakin diperhatikan, akan semakin berlipat juga rasa groginya.
  • Bicaralah perlahan dan jelas. Ini dilakukan untuk mengurangi keselo lidah atau kamisosolen (misalnya maksud Anda bilang “benar” atau “betul” yang terucap adalah “benul”) ini tentunya akan membuat Anda semakin terlihat grogi.

Selain bicara dengan lantang agar diperhatikan, Anda juga harus:

Dengar dan Perhatikan
  • Sering kali saat grogi, Anda ingin penampilan segera berakhir, sehingga disadari atau tidak Anda bicara semakin cepat tanpa memerhatikan audience. Keadaan ini juga akan dirasakan audience (yang merasa tidak diperhatikan) sehingga bicara sendiri, sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Tidak ada salahnya Anda berhenti sejenak saat sedang bicara, bertanyalah satu atau dua hal sederhana dari atau berjalan mendekati audience, agar mereka merasa diperhatikan dan otomatis memerhatikan Anda.
  • Bicaralah dengan sesekali menatap mata audience, sehingga mereka merasa diperhatikan dan muncul kedekatan. Kalau Anda merasa tidak nyaman melihat mata audience, bisa dengan menatap kening, alis atau hidung mereka. Jangan menghindari tatapan dengan hanya fokus pada skrip, materi presentasi atau bahkan langit-langit ruangan.

Selain itu, pastikan Anda mengerti materi yang akan disampaikan. Semakin Anda tahu materi, akan melipatkgandakan rasa percaya diri Anda sehingga mengurangi rasa grogi yang ada. Pelajari materi, baik yang akan Anda bicarakan ataupun tidak, ini membuat Anda akan siap kalau mendapat pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya.

Janganlah menghafal speech atau presentasi Anda, gunakan catatan sebagai penunjuk apabila lupa, tapi kenali materi dan urutannya sehingga tidak panik kalau terjadi kesalahan teknis.

Berlatihlah berulang kali menggunakan materi Anda sebelum tampil. Jangan kaku dengan memakasakan urutan kata, kalimat dan gerakan yang sama setiap kali (karena akan membuat Anda menjadi seperti robot). Berlatihlah dengan fleksibel sehingga membuat Anda mengerti detail materi yang akan dibawakan.

Terakhir tampillah seakan Anda percaya diri, sehingga walaupun sebenarnya Anda sedang grogi, audience tidak akan menyadarinya. Dengan melihat audience yang tenang, pelan tapi pasti Anda juga akan merasa tenang, lalu kepercayaan diri yang sebenarnya akan muncul.

Langkah-langkah mengatasi grogi:
  1. Latihan di rumah: berlatihlah tanpa gangguan orang lain, sehingga Anda merasa rileks dan fokus.
  2. Datang tepat waktu: semakin mepet waktu datang, akan semakin besar tekanan yang dirasakan, apalagi sampai Anda berkali-kali ditelepon panitia. Di sisi lain, terlalu lama berada di tempat acara sebelum waktu Anda juga bisa membuat tidak nyaman karena menjadi lelah sebelum tampil ataupun tegang melihat kesibukan orang lain.
  3. Kenali materi Anda: pelajari segala sisi, semakin Anda ahli, akan timbul rasa percaya diri.
  4. Baca catatan: bukan dihafalkan, karena bila Anda lupa, butuh waktu lagi untuk mengingat urutannya, sehingga bisa membuat Anda panik dan tambah grogi. Pastikan Anda mengerti materi yang dibawakan, ini akan membuat Anda nyaman saat tampil karena mengerti urutan materi yang akan disampaikan.
  5. Latihan: laukakan latihan sebelum muncul di depan audience. Lakukan latihan berkali-kali, lakukan di depan orang yang membuat Anda nyaman kalau perlu, sehingga Anda seperti memiliki audience, tapi tetap merasa nyaman.
  6. Penampilan: pastikan penampilan Anda sesuai dengan audience dan acara. Sehingga Anda nyaman menjadi pusat perhatian bukannya risih karena salah penampilan.
  7. Kenali panggung: untuk memudahkan bergerak dan membuat penampilan dinamis, tidak ada salahnya Anda melakukan GR (General Rehearsel/ Gladi Resik) terlebih dulu. Pastikan Anda tahu posisi berdiri atau duduk dimana. Jangan sampai terjadi kebingungan atau salah posisi saat acara sudah dimulai sehingga menimbulkan kecanggungan yang malah menambah grogi.
  8. Kenali audience: sehingga Anda bisa dengan cepat menjadi bagian dengan mereka, yang akan membuat Anda merasa nyaman. Buat mereka berkumpul, makin dekat audience dengan Anda, akan makin baik. Audience yang terpisah-pisah, sulit diajak untuk konsentrasi kepada Anda.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk meredakan grogi adalah:

  • Minum segelas air putih untuk melancarkan peredaran darah.
  • Senam kecil sebelum memulai agar otot-otot rileks.
  • Bicara dengan teman agar tidak terlalu tegang menunggu giliran.
  • Katakan “saya siap” berkali-kali untuk memompa rasa percaya diri.

Dan satu hal menjadi mantra paling manjur buat saya setiap kali grogi adalah berdoa. Ini akan membuat pikiran dan perasaan Anda jauh lebih tenang.

Setelah Anda melakukan tahapan ini, rasakan lagi apakah grogi masih ada. Kalau hilang sama sekali, yang harus Anda lakukan adalah memunculkannya lagi.

Sebetulnya grogi sebelum tampil menjadi public speaker itu perlu, supaya:

  1. Waspada terhadap berbagai kemungkinan.
  2. Berhati-hati terhadap kesalahan.
  3. Menjaga emosi agar penampilan berkesan.

Jadi kenalilah grogi, lakukan cara untuk menguranginya tapi sisakan untuk kesuksesan penampilan.

Source: Hilbram Dunar (My public speaking)

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan