7 Fakta Masjid Al-Aqsa Yang Tidak Diketahui Banyak Orang Berdasarkan Hadis Nabi

Selama ini kita belum mengenal lebih jauh bahkan tidak mau tahu Masjid Al Aqsa. Sehingga kita bisa dikatakan minim sekali hubungan doanya dengan masjid Al Aqsa atau memohon kepada Allah agar memberikan kemenangan bagi mereka atas penjajahan Israel. Dari sisi lain juga media banyak sekali membesar-besarkan masalah sehingga umumnya kaum muslimin takut datang ke sana. Takut karena ada keributan, takut karena tidak ada keamanan. Memang betul Palestina sedang dijajah oleh orang-orang Yahudi, semoga Allah memenangkan mereka. Sebagaimana dulu Indonesia dijajah oleh Jepang, tapi kaum muslimin Indonesia pada waktu itu hidup, mereka bertransaksi, mereka makan, mereka sekolah, tapi ada penjajah dan mereka berusaha melawan, itulah keadaan saudara-saudara kita di sana. Dan mereka tetap makan, mereka berumah tangga, mereka berdagang, mereka bersekolah, cuma mereka sedang dijajah. Kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa mereka adalah saudara kita. Kita harus menolongnya, dengan doa, dengan harta, dan dengan jiwa kita.

Dari sisi yang lain, selain kondisi muslimin yang memang sedang tertindas, dua alasan yang sangat mutlak kenapa mereka harus memperhatikan diri mereka di sana dan juga kenapa kita harus membantu mereka.

Pertama, karena Islam dan mereka muslim, tidak mungkin orang muslim membiarkan saudara tersakiti. Nabi shalallahu alaihi wa sallam mengatakan orang muslim seperti satu jasad, kalau satu luka sedikit luka maka membuat seluruh tubuh demam. Wajar kita memikirkan saudara kita di sana dan kita tidak menerima penjajahan itu.

Kedua, karena memang asli penduduk Palestina yang sedang dijajah sekarang, mereka asli penduduk suku Vingiky dan Kan’an yang merupakan dua suku Arab penduduk aslinya. Jadi selain mereka muslim yang mempertahankan negara mereka dari penjajahan, mereka juga penduduk asli. Orang-orang Yahudi yang datang, tiba di Palestine pertama kali pada saat Musa Alaihissalam keluar dari Mesir, selamat dari Firaun dan memasuki Palestina. Jadi sebelumnya ada dua suku asli Arab yang dulunya beragama Kristen pada saat suku Romawi berkuasa, setelah datang Umar bin Khattab pada tahun 14 Hijriyah seluruh masyarakatnya beragama Islam kecuali sebagian kecil yang tetap beragama Kristen. Jadi ada alasan secara agama, kenapa kita harus mengetahui keadaan mereka, berita mereka, baik secara penduduk maupun hubungannya dengan hukum syar’i Masjid Al Aqsa.

Itikaf di Masjidil Aqsha

Masjid Al Aqsa, selain penduduknya muslim yang harus kita bela, punya fadhilah yang banyak dilupakan oleh kaum muslimin.

  1. Masjid Al Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun setelah Masjidil Haram Makkah

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata “Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

  1. Doa Nabi Sulaiman kepada orang yang shalat di Masjidil Aqsa

Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda. “Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan ; dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan; serta memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan)” [Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i]

  1. Pahala shalat di Masjidil Aqsha setara dengan 250 kali (di masjid lainnya).

Pahala shalat di Masjidil Aqsha setara dengan 250 kali (di masjid lainnya).

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata. “Kami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir-hampir tiba masanya, seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya (dalam riwayat lain : seperti busurnya) dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis lebih baik baginya dari dunia seisinya” [HR Ibrahim bin Thahman dalam kitab Masyikhah Ibnu Thahman, Ath-Thabrani dalam kitab Mu’jamul Ausath, dan Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak]

Hadits ini termasuk bukti kenabian Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu berita bahwa seseorang berangan-angan memiliki tanah meskipun sedemikian sempit, asalkan dapat melihat dari dekat Baitul Maqdis dari tanahnya tersebut.

Dr. Muhammad Thahir Malik berkata : Sangat disayangkan, kenyataan menunjukkan, bahwa kita berada di tengah upaya mewujudkan (yang disebutkan) dalam hadits ini, yang merupakan tanda kenabian. Juga konspirasi para musuh terhadap Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis akan terus berlangsung dan semakin besar, serta semakin dahsyat, sampai pada derajat seorang muslim berangan-angan memiliki sedikit tempat disana untuk melihat Baitul Maqdis, yang menurutnya lebih daripada isi dunia seluruhnya. Tidak diragukan lagi setelah itu akan ada jalan keluar dan kemenangan, Insya Allah. Segala sesuatunya di tangan Allah, dan Allah berkuasa terhadap urusanNya, telapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

  1. Jangan Bersusah Payah Bepergian, Kecuali Menuju Tiga Masjid

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.

“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

  1. Itikaf di Masjidil Aqsha

Dari Abu Wa’il Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.

“Hudzaifah bin Al-Yaman berkata kepada Abdullah bin Mas’ud ; “I’tikaf antara rumahmu dan rumah Abu Musa tidak masalah [3], padahal aku mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidak ada i’tikaf kecuali di tiga masjid’, Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Mungkin engkau lupa sementara mereka hafal. Engkau salah dan mereka benar” [HR Al-Baihaqi]

  1. Kemakmuran Baitul Maqdis

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pembangunan menyeluruh [4] Baitul Maqdis adalah waktu kerusakan [5] Madinah, dan kerusakan Madinah adalah waktu keluarnya Malhamah (perang), dan keluarnya Malhamah adalah waktu penaklukan Konstantinopel, dan penaklukan Konstantinopel adalah waktu (dekat) keluarnya Dajjal”, kemudian beliau memukul paha atau bahu orang yang diajak bicara dengan tangannya, seraya bersabda, “Ini sungguh sebuah kebenaran sebagaimana benarnya kamu disini, atau sebagaimana kamu duduk, yaitu Muadz bin Jabal” [HR Ahmad, Abu Dawud, Ali bin Al-Ja’d, Abu Bakar bin Abu Syaibah dan lainnya]

  1. Penjelasan Masjidil Aqsha’ Tidak Dimasuki Dajjal

Masjid Al Aqsa

Dari Mujahid, beliau berkata :

“Kami dipimpin Junadah bin Abi Umayyah selama enam tahun; beliau bangkit dan berkhutbah, lalu berkata: Kami pernah mendatangi seorang sahabat Rasululloh dari Anshar . Kami menemuinya dan berkata: “Sampaikanlah kepada kami apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jangan sampaikan apa yang engkau dengar dari orang-orang,” lalu kami memaksanya untuk itu. (Dalam riwayat lainnya: dan jangan sampaikan kepada kami dari selain beliau, walaupun benar).

Maka ia pun berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkata :’Aku peringatkan kalian dari al Masih (Dalam riwayat lain: Aku peringatkan kalian dari Dajjal, sebanyak tiga kali), (karena tidak ada seorang nabipun sebelumku, kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal, dan Dajjal itu muncul pada kalian, wahai umatku. Dia itu berambut keriting), matanya buta sebelah (Dalam riwayat lain: buta sebelah kirinya)’. Ia berkata : ‘Saya yakin beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata sebelah kiri. Berjalan bersamanya bukit roti dan sungai air (Dalam riwayat lain: Bersamanya surga dan neraka. Neraka dia adalah surga, dan surga dia adalah neraka. Ia dapat menurunkan hujan dan tidak bisa menumbuhkan pohon. Dia diberi kekuasaan atas satu jiwa, lalu membunuhnya dan menghidupkannya, dan tidak diberi kekuasaan pada selainnya). Tanda-tandanya : Dia tinggal di bumi ini selama empat puluh hari, kekuasaannya mencapai semua tempat, namun ia tidak dapat mendatangi empat masjid, Masjid Ka’bah, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Masjid al Aqsha dan Masjid ath Thur. Walaupun demikian, namun ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak buta sebelah’. Ibnu ‘Aun berkata : Saya yakin beliau telah berkata : “Dan ia (Dajjal) diberi kekuasaan atas satu jiwa lalu membunuhnya dan menghidupkannya, dan tidak diberi kekuasaan pada selainnya’.” [HR Ahmad dalam Musnad-nya, 5/364 dan sanadnya shahih atas syarat Syaikhan (al Bukhari dan Muslim)]

Tinggalkan Balasan