6 Sikap yang Wajib Kamu Lakukan Untuk Sukses di Dunia Bisnis dan Karier

Ada orang yang percaya prinsip, what others think of me is none of my business (apa yang orang pikirkan tentang saya, bukan urusan saya). Prinsip ini cocok untuk situasi tertentu, tetapi kamu akan mengalami banyak kesulitan jika menerapkannya dalam dunia kerja. Dalam dunia kerja, kamu perlu memiliki attitudes (sikap-sikap) tertentu yang berlaku di tempat kerja, serta yang menjadi standar umum di dunia kerja.

Attitudes adalah keyakinan yang melekat pada diri seseorang dalam menanggapi suatu situasi atau seseorang, dengan suatu cara tertentu, yang biasanya tercermin dalam perilaku, bahkan melalui posisi tubuh. Sebagai contoh, sikap terhadap suatu peraturan kerja tercermin dari perilakumu. Jika kamu menganggapnya penting, kamu akan mematuhi peraturan itu. Sebaliknya, jika menurutmu peraturan tersebut tidak terlalu penting untuk dipatuhi, kamu akan sering melanggarnya. Contoh paling sederhana bisa dilihat pula dari sikap tubuh seseorang ketika ia merasa malas dengan sikap orang yang sedang bersemangat. Perilaku dan sikap tubuhmu menunjukkan apa yang tertanam dalam pikiran.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus kamu lakukan untuk membangun sikap yang baik adalah menanamkan cara berpikir dan pemahaman-pemahaman (mindset) yang baru. Pikiran positif akan melahirkan sikap-sikap positif dan sikap positif akan menghasilkan perbuatan positif serta hasil kerja yang lebih baik.

Sikap merupakan potensi terbaik yang perlu kamu kembangkan. Sikap yang disertai dengan skill dan pengetahuan cukup menjadi tiga kompetensi penting untuk dimiliki dan diperhatikan. Keterampilan yang tinggi dan pengetahuan yang luas jika disertai dengan sikap yang baik akan menjadi modal besar yang bisa kamu manfaatkan untuk meraih kesuksesan di dunia kerja dan bisnis. Sebaliknya, walaupun kamu memiliki skill yang tinggi dan pengetahuan yang luas, tetapi tidak bisa menyesuaikan sikap dengan lingkungan sekitar (lingkungan kerja), kamu akan menghadapi banyak kesulitan yang mungkin malah menjadi penyebab turunnya kualitas kerja.

Pada saat wawancara kerja, pewawancara juga bisa memutuskan apakah kamu layak dengan pekerjaan yang kamu lamar dari sikap yang ditunjukkan. Banyak orang percaya bahwa sesungguhnya wawancara kerja itu lebih pada upaya untuk melihat sikapsi pelamar kerja. Pelamar yang dipanggil interview tentu yang sudah lolos seleksi persyaratan dokumen dan lain-lain.

Excellence business via pexels.com

Melalui wawancara, pewawancara akan melihat secara langsung sikapmu, terutama apakah kamu adalah orang yang bisa diajak bekerja sama untuk waktu yang lama atau tidak. Sikap-sikap yang penting dimiliki dan diperhatikan, antara lain:

  1. Antusias

Sikap antusias merupakan potensi yang bisa menjadi modal kamu dalam bekerja. Antusiasme adalah pernyataan pikiran. Pekerjaan yang luar bisa menarik sekalipun, belum tentu membuat seseorang menjadi antusias. Tetapi karena rasa antusias maka pekerjaan yang membosankan akan menjadi menarik untuk dikerjakan.

Kamu bisa mulai dengan mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengerjakan pekerjaan ini dengan semangat. Ayo semangat!” Cara lain, kamu bisa kembali mempelajari sikap-sikap terbaik atau posisi tubuh yang diajarkan saat kecil, seperti bahu dibuat tegak, berjalan tidak sambil menyeret alas kaki, dan lain sebagainya. Posisi bahu yang turun (membungkuk) dan cara berjalan dengan menyeret alas kaki membuatmu tampak lesu, malas, dan tidak bersemangat.

Ibu saya selalu mengatakan, kalau mata sudah terbuka di pagi hari, segera bangunkan juga tubuh. Begitu kamu menarik selimut dan berguling-guling lagi di tempat tidur, sepanjang hari kamu akan bermalas-malasan. Dengan mulai memperhatikan sikap tubuh dan perilaku sehari-hari, berarti Anda mulai menanamkan sikap yang baik, yang akan terbawa dan tercermin dalam lingkungan kerjamu.

  1. Efisien

Bekerja dengan efisien akan menghindarkanmu dari keharusan “bekerja dua kali” akibat kesalahan, kelalaian, atau kerugian karena kesalahan prosedural. Di mana pun kamu bekerja, dalam bidang profesi apa pun, kemampuan bekerja secara efisien akan dihargai tinggi.

Efisien bisa diartikan kemampuan menghasilkan produk secara maksimal dengan waktu dan upaya yang minimal. Artinya, ketika kamu mengerjakan sesuatu dan hanya sedikit waktu dan energi yang terbuang, itu berarti kamu telah bekerja secara efisien. Saat interview kerja, kamu bisa memberikan contoh mengenai prestasimu mengerjakan sesuatu secara efisien sehingga pewawancara kerja akan tertarik kepadamu. Cara kerja yang efisien akan menjadi nilai tambah dalam bidang pekerjaan apa pun.

  1. Excellence

Excellence bisa diartikan kualitas yang luar biasa tinggi. Untuk mencapai kualitas yang luar biasa tinggi ini memang tidak mudah sehingga tidak banyak orang yang mampu mencapainya.Ada banyak tekanan yang akan kamu alami untuk menghasilkan kualitas excellence. Tetapi di saat yang sama, tekanan itu pula yang akan memacu kamu untuk berusaha lebih keras lagi. Oleh karena itu, kemampuan untuk bisa menghasilkan sesuatu dengan kualitas yang luar biasa ini akan dihargai sangat mahal.

Kemampuan untuk mencapai hasil kerja berkualitas tinggi mendatangkan kepuasan tersendiri, baik bagimu, bagi perusahaan tempat bekerja, bahkan bagi orang-orang di sekitarmu. Kemampuan ini perlu dikembangkan karena akan mendorongmu menjadi yang terbaik dalam bidang yang kamu kuasai dan sukai. Dalam dunia kerja, kemampuan ini pula yang paling banyak dicari dan ada banyak perusahaan yang berani membayar mahal.

  1. Mulai Lebih Awal

Mulai bekerja lebih pagi merupakan salah satu sikap yang sangat berpotensi untuk membuatmu unggul dalam bekerja, terutama bagi kamu yang bekerja dengan waktu fleksibel. Banyak orang menyia-nyiakan waktunya yang fleksibel. Mereka mulai bekerja seenaknya sendiri dan dengan pengaturan waktu berantakan sehingga tidak bekerja secara produktif.

Ketika kamu mulai bekerja lebih pagi, kamu akan terbebas dari kemacetan saat berangkat kerja, merasa lebih tenang bekerja tanpa gangguan telepon, atau aktivitas orang lain yang belum mulai. Hari akan terasa lebih panjang dan lama. Kamu memiliki lebih banyak waktu sehingga ada lebih banyak pekerjaan yang bisa kamu selesaikan. Tentu bekerja lebih awal menjadikan kamu lebih produktif.

  1. Gampang

Menjadi orang yang gampang dan selalu mencari cara paling gampang dalam mengerjakan sesuatu sebetulnya merupakan potensi yang baik. Gampang di sini bukan berarti menggampangkan lalu melupakan kualitas hasil kerja. Orang yang gampang artinya gampang diajak bekerja sama. Tidak ada orang yang suka bekerja dengan orang yang selalu mengeluhkan segala hal dan menggerutu tentang pekerjaannya, atau selalu membuat kesulitan bagi tim kerjanya.

Bill Gates pernah mengatakan, ia lebih senang mempekerjakan orang malas untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sulit karena mereka akan mencari cara paling gampang saat menyelesaikan pekerjaan tersebut (efisiensi).

Jika kamu menjadi orang yang gampang diajak bekerja sama, tentu saja akan membuat orang lain enjoy bekerja sama dengan kamu , dan yang pasti, kamu akan disambut baik dalam lingkungan kerja mana pun.

  1. Disiplin

Dalam rangka menggali dan memaksimalkan potensi, kamu membutuhkan yang namanya disiplin. Jangan sampai skill kamu yang luar biasa menjadi sia-sia karena tidak disertai dengan disiplin dalam bekerja. Disiplin dapat diartikan melakukan sesuatu secara rutin dan terus-menerus. Hanya melakukan satu dua kali atau mengerjakannya ketika kamu ingin dan sedang mood saja, itu bukan disiplin.

Kedisiplinan merupakan sikap yang mendukung banyak potensi pribadimu. Bayangkan apabila kamu bekerja dengan seseorang yang sangat potensial dalam hal keahlian, memiliki banyak kelebihan dan keterampilan yang luar biasa, tetapi ia tidak memiliki kedisiplinan dalam bekerja. Bagaimana jadinya? Orang yang tidak disiplin sering bekerja ketika ia ingin bekerja, datang tidak pernah tepat waktu, bekerja dengan hasil yang kurang memuaskan, dan sebagainya. Ia bekerja semaunya. Pasti kamu, sebagai rekan kerjanya, merasa terganggu dan tidak senang, bukan?

Bagaimana Membangun Kedisiplinan Diri?

  1. Mengatur waktu dan berusaha memenuhinya.
  2. Menetapkan rencana kerja dengan timeline, time limit, dan memaksa diri untuk memenuhinya.
  3. Berusaha untuk tidak memanjakan diri.
  4. Kualitas dirimu hanya terbentuk dari latihan, praktik, dan kerja disiplin. Tanpa disiplin, kamu hanya akan menjadi orang dengan kemampuan rata-rata.

Tinggalkan Balasan