5 Strategi Menciptakan Peluang Bisnis yang Berbeda dari Pesaing

1. Cobalah Membuat Sesuatu yang Keren

1. Cobalah Membuat Sesuatu yang Keren by pexels.com

Kehidupan yang kita jalani ini tidak lepas dari kesulitan, apalagi dalam berbisnis. Untuk bisa mengatasi kesulitan diperlukan kreativitas. Itulah yang terjadi pada Bobby Murphy, rekan Evan Spiegel, orang yang berada di balik aplikasi Snapchat.

Ketika Bobby Murphy dan Evan Spiegel menciptakan aplikasi pengiriman foto dan video messaging, kesulitan yang mereka hadapi adalah bagaimana agar pengguna ponsel pintar tertarik dengan aplikasi yang mereka ciptakan, mengingat sudah banyak aplikasi tersedia pada saat itu.

Bersama rekannya, Bobby Murphy kemudian menciptakan Snapchat. Pengguna aplikasi ini bisa menambahkan infografis ke dalam foto yang mereka kirim sehingga foto tersebut terlihat keren.

Aplikasi ini berhasil memikat pengguna ponsel pintar. Perusahaan ini dihargai sekitar US$16 miliar pada Mei 2015 dan mampu mengundang investor baru yang menanamkan dananya sebesar US$538.

Ini berkat mantra yang ia sering katakan, “We weren’t cool, so we tried to bulid things to be cool”. (Kami tidak keren, jadi kami mencoba membuat sesuatu yang keren.)

Pemikiran Bobby Murphy ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita, terutama bila kita berencana mendirikan bisnis atau pun sudah memiliki bisnis. Intinya: ciptakan sesuatu yang keren.

Kita bisa berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang keren. Salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari, misalnya berbisnis terrarium. Terrarium ini menjadi salah satu solusi untuk orang-orang ingin berkebun, namun tidak memiliki lahan yang luas. Mereka yang menciptakan ide, melihat peluang ini untuk dijadikan bisnis. Caranya menggunakan media gelas atau wadah dari kaca untuk dijadikan tempat berkebun. Persiapkan bahannya, seperti kompos, bebatuan, arang, serta tanamannya. Selain bisa kita hias wadahnya menjadi sangat cantik, terrarium juga bisa kita pajang di dalam rumah tanpa memakan banyak tempat. Bisnis ini mulai dilirik banyak orang dan menjadi bisnis yang menguntungkan.

2. Miliki Strategi Jitu Agar Bisa Menang

2. Miliki Strategi Jitu Agar Bisa Menang by pexels.com

Bekerja di kantor ataupun berbisnis, kita tetap akan menghadapi kompetisi. Di kantor, kita berkompetisi dengan rekan kerja. Dalam menjalankan bisnis, kita berkompetisi dengan pesaing (kompetitor).

Lee Kun-hee, sang penyelamat Samsung paham betul persaingan yang dihadapinya. Ketika perang Korea pecah pada tahun 1950, Samsung nyaris bangkrut. Namun perusahaan elektronik asal Korea berhasil bangkit, bahkan kini mampu merajai dunia dan bersaing dengan merek-merek lain. Kesulitan yang dihadapi Lee Kun-hee bukan semata-mata menyelamatkan Samsung dari kebangkrutan, tetapi bagaimana membuat Samsung mampu bersaing dengan merek lain yang sudah lebih dulu dikenal orang.

Dalam buku Samsung Code, Lee memaparkan kiat-kiatnya sehingga Samsung bisa seperti sekarang, antara lain:

  • Cari informasi sebanyak mungkin
  • Perluas wawasan dan pengetahuan
  • Gemar membaca

Dengan strateginya, kini kita bisa melihat produk Samsung ada di mana-mana, mulai dari televisi layar datar, penyejuk ruangan, lemari pendingin, mesin cuci, hingga ponsel pintar.

Samsung menjadi merek yang bersanding dengan merek-merek ternama dunia lainnya. Tidak heran bila Lee Kun-hee masuk ke dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes.

Strategi bukan hanya milik mereka yang berbisnis. Mantra ini juga bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang guru tentu harus memiliki strategi agar kurikulum dapat diajarkan seluruhnya. Ia juga harus memiliki strategi pengajaran agar muridnya bisa cepat memahami, misalnya menggunakan alat peraga sederhana untuk menunjang pengajaran Fisika. Kali lainnya, ia bisa mengajak muridnya untuk belajar di luar ruangan, seperti yang dilakukan Bu Mus dalam novel Laskar Pelangi. Intinya, untuk mengatasi kesulitan diperlukan strategi.

3. Tarik dan Berdayakan Individu

3. Tarik dan Berdayakan Individu by pexels.com

Kita tentu menyadari bahwa setiap individu memiliki potensi. Hanya saja tidak setiap orang menyadari bagaimana memberdayakan potensi yang ada. Para miliarder menyadari benar hal itu. Itu sebabnya Elizabeth Holmes memutuskan keluar dari Stanford University dan mendirikan perusahaan diagnostik darah yang diberi nama Theranos. Holmes mendapati bahwa kesehatan seseorang bisa terlihat dari keadaan darah orang tersebut. Masalahnya, tidak setiap orang berani berhadapan dengan jarum suntik dan memiliki uang yang cukup untuk memeriksakan darahnya di rumah sakit.

Theranos tidak begitu saja menjadi besar. Kesulitan yang dihadapi Holmes tentu saja persaingan bisnis dengan perusahaan raksasa Laboratory Corp of America dan Quest Diagnostics. Bagaimana cara Holmes mengatasinya?

“Fundamentally, the answer of our challenge in healthcare relies in engaging and empowering the individual”. (Pada dasarnya, jawaban dari tantangan kita dalam perawatan kesehatan terletak pada bagaimana menarik dan memberdayakan individu.)

Holmes memberdayakan seluruh individu yang ada di Theranos hingga akhirnya Theranos berhasil mengembangkan inovasi pemeriksaan darah murah. Cukup dengan setetes darah, tanpa menggunakan jarum suntik dan tidak perlu ke rumah sakit. Sebagai pemegang 50% saham Theranos, Holmes kini memiliki kekayaan sebesar US$4,5 miliar.

Kita bisa meniru cara Holmes. Sekarang ini, banyak orang yang ingin memiliki usaha sampingan selain bekerja di sebuah perusahaan. Namun, kebanyakan merasa bingung bagaimana memulainya, mungkin termasuk kita. Coba perhatikan potensi apa yang kita miliki dan yang ada di sekeliling kita. Misalnya, kita memiliki kualitas suara yang baik untuk bernyanyi, kakak atau saudara kita pintar bermain alat musik. Kita bisa berkolaborasi dengan mereka dan membuat band indie. Hanya perlu giat latihan dan mencari ide bersama-sama membuat sebuah lagu. Berdayakan kemampuan individu dan buatlah sebuah tim yang solid.

4. Berkompromi dengan Masalah, bukan Mencegahnya

4. Berkompromi dengan Masalah, bukan Mencegahnya by pexels.com

Kesulitan berbanding lurus dengan kesuksesan yang diraih. Semakin tinggi pohon, semakin keras angin bertiup. Hal itu juga dialami oleh Robin Li, pencetus Baidu.com. Mesin pencarian asal Cina itu sukses mendunia bahkan diperkirakan akan mampu bersaing dengan Google dan Yahoo. Ide Baidu.com muncul saat Robin Li menyelesaikan Silicon Valley, buku tentang perang teknologi dalam rangka persaingan proses pengembangan mesin pencarian internet.

Kesuksesan Baidu.com tidak lepas dari dukungan masyarakat Cina yang berjumlah besar dan pengguna internet dunia yang gemar berselancar di dunia maya. Data yang dirilis oleh Bloomberg Billionaires Index tahun 2013 menyebutkan bahwa kekayaan Robin Li mencapai US$63,6 miliar.

Kesulitan yang dihadapi Robin Li berkaitan dengan trafik pengunjung Baidu.com yang terus meningkat. Semakin banyak pengguna Baidu.com, semakin besar pula kemungkinan orang yang mencoba meretasnya. Lalu, bagaimana Robin Li mengatasinya?

“If you are a big company, a big website, and lots of users come to your website, you will have attacks and you have to deal with that. It just cannot be a reason to take actions to exit certain markets.” (Jika Anda adalah perusahaan besar, sebuah situs web yang besar, dan didatangi banyak pengguna, Anda akan memiliki masalah dan Anda harus berkompromi dengan itu. Namun, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk keluar dari pasar tertentu.)

Daripada membatasi pengguna websitenya, Robin Li memilih berkompromi dengan hal itu dan terus memperbaiki serta menyempurnakan sistem Baidu.com, sehingga masalah yang mungkin timbul dari trafik yang terus meningkat dapat diminimalkan. Kita dapat meniru cara Robin Li. Misalnya, saat ini kita menjalankan bisnis rumah makan, coba perbaiki sistem yang

kita jalankan. Caranya? Kita bisa menambah koki dan pramusaji sehingga pesanan dapat selesai dan disajikan lebih cepat, pengunjung tidak menunggu lama, dan tidak menimbulkan

antrean. Kita juga bisa bekerja sama dengan layanan antar berbasis aplikasi sehingga pelanggan yang ingin menikmati menu rumah makan milik kita tidak harus datang langsung. Tidak hanya itu, kesulitan lahan parkir pun dapat teratasi.

5. Pahami Budaya dan Kondisi Setempat

5. Pahami Budaya dan Kondisi Setempat by pexels.com

Disadari atau tidak, adanya pesaing membuat kita mengerahkan daya upaya untuk maju. Namun, konfrontasi terbuka dengan pesaing tidak selalu membawa kebaikan. Lebih baik mencari celah dimana jumlah pesaing tidak terlalu banyak. Paling tidak, itulah yang dikatakan oleh Shi Yuzhu, penguasa industri game di Cina yang tidak memburu publisitas.

Shi tertarik dengan banyak games online dari Barat yang dipasarkan di negerinya oleh Shanda Interactive. Ia terkejut saat melihat banyaknya uang yang diterima Shanda dari menjual

langganan games online dan sangat terobsesi dengan potensi games itu di masa datang. Kesulitan yang dihadapi Shi adalah bagaimana games ciptaannya bisa diterima oleh penggemar games (gamer) di Cina. Bagaimana Shi menyiasatinya? Pahami kondisi masyarakat agar bisa merebut pasar dengan relatif mudah.

Shi kemudian menyasar games di pelosok kota kecil dan desa, bukan di kota besar. Ia juga memutuskan bahwa jalan cerita dalam games lebih penting dibanding grafisnya. Banyak analis dan pesaing yang memainkan games buatan Shi meremehkannya, namun jalan cerita yang menarik membuat mereka akhirnya kecanduan.

Cara Shi berbisnis bisa kita tiru. Mengenali kebiasaan masyarakat di mana kita akan membuka bisnis akan membuat kita bisa lebih mudah merebut pasar. Mengenali tipe atasan dan rekan kerja akan membuat kita lebih mudah diterima.

Jadi, jangan membuka warung yang menjual mie instan, roti bakar, pisang panggang, dan kopi di tempat di mana masyarakat sekitar sudah menutup pintu rapat-rapat selepas pukul tujuh malam. Warung jenis itu lebih cocok didirikan di tempat yang banyak kosan mahasiswa atau pekerja kantor.

Menjual makanan murah bukan berarti fisik warung tersebut bisa dibangun seenaknya tanpa memerhatikan kenyamanan pembeli. Tempat yang nyaman dan bersih tentu akan membuat pembeli betah berlama-lama dan membelanjakan lebih banyak uang. Akan semakin banyak pula yang datang ke warung milik kita.

Sumber: 77 Mantra Mengatasi Terpaan Kesulitan Ala Miliarder

Tinggalkan Balasan