5 Jurus Menambah Income Rp 10 Juta Per Bulan (2)

4. PUNYA CAHAYA

Aslinya saya bukan penulis. Jadi, saya tidak terlalu pandai merangkai kata-kata. Tak heran kalau di artikel ini kalimat demi kalimat saya sampaikan secara sederhana dan blak-blakan. Namun tetap bermanfaat. Saya harap Anda menerimanya dan memakluminya. Fokus saya di artikel ini, para pembaca bisa praktek dan pelan-pelan mulai menghasilkan duit. Cuma itu. Begini. Buka bisnis itu gampang. Menjalaninya yang sulit. Butuh ilmu dan perjuangan untuk benar-benar sukses. Berbagai penelitian menurut Forbes dan para ahli menunjukkan bahwa statistik kegagalan pengusaha pemula sekitar 50% sampai 90%. Angka ini membesar jika coba-coba sendiri (trial and error). Saya ulangi, jika coba-coba sendiri. Beda ceritanya kalau didampingi mentor. Risiko gagal sih tetap ada, tapi mengecil dan terus mengecil. Kenapa harus ada mentor? Begini, melalui mentor, kita akan belajar ilmu teknis dan detail.

Semakin teruji ilmunya, semakin besar kesempatan kita untuk sukses. Dengan kata lain, kita seperti memiliki penerang. Semacam cahaya. Eta terangkanlah, hehehe. Kita pun melek tentang cara-cara tercepat untuk mencapai sesuatu. Jadi, langkah kita seperti dimudahkan. Tentu, ini harus dibarengi action yang cepat dan kendaraan yang tepat. Ramuan suksesnya seperti ini: Bimbingan x Tindakan x Kendaraan (yang tepat). Mesti komplit, baru bisa sukses. Ya, punya mentor itu seperti punya penerang. Semacam cahaya.

  • Ingin jadi penulis buku bestseller? Belajarlah dari penulis mega-bestseller. Mintalah saran-sarannya. Kalau perlu, ajak menulis bareng.
  • Ingin jadi motivator nasional? Belajarlah dari motivator yang sudah menginspirasi banyak orang. Mintalah nasihat-nasihatnya. Kalau perlu, ajak seminar bareng.
  • Ingin jadi pengusaha sukses? Belajarlah dari pengusaha yang terbukti sukses. Lihat cara-caranya. Kalau perlu, segera ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Sukses tuh. Amin. Kalau perlu, ajak bisnis bareng.
  • Setiap kali kita mengajak seseorang untuk kerjasama, pastikan kita menawarkan sesuatu yang sangat membantu dia.

Selanjutnya kita akan singgung soal blind spot atau titik buta. Setiap atlit hebat, termasuk petunju profesional, pastlah memiliki pelatih. Bahkan petinju sekaliber Muhammad Ali juga memiliki pelatih. Padahal  jika si pelatih di suruh bertanding, jelas-jelas Ali yang akan menang. Tapi kenapa Ali masih butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat daripada pelatihnya? Begini, Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya hebat, namun Ali butuh seseorang MELIHAT hal yang tidak bisa dilihat oleh dirinya sendiri. Inilah yang disebut dengan blind spot. Ada juga yang menyebutnya titik buta atau titik kelemahan. Nah, Ali hanya bisa melihat blind spot-nya sendiri dengan bantuan pelatihnya. Paham?

Sama halnya dalam bisnis, kita butuh mentor untuk mengamati dan mengawal bisnis kita. Tepatnya, melihat kelemahan yang tidak bisa kita lihat sendiri. Mentor akan mengingatkan kita, jika jalan yang kita tempuh mulai melenceng. Diperlukan kerendahan hati untuk menerima kritikan, teguran, dan nasihat. Jangan resisten. Justru inilah yang akan menyelamatkan kita. Tidak ada manusia yang sempurna. Biarkan orang lain menjadi mata area blind spot kita, sehingga kita paham dan benar-benar tahu, apa kelemahan kita yang mungkin tidak kita sadari selama ini. Apalagi kalau ternyata mentor itu punya kredibilitas dan kapasitas.

Terus, bagaimana cara mendapatkan mentor? Ada dua cara. Pertama, Anda bayar dia. Kedua, ajak dia kerjasama. Inilah dua cara paling praktis dalam belajar bisnis. Terserah Anda, mau pilih yang mana. Kalau coba-coba sendiri (trial and error) malah lebih lama dan lebih mahal. Nah, pada akhirnya sukses dan gagal itu sepaket, tidak dapat dipisahkan. Siap berbisnis artinya siap untuk sukses dan siap untuk gagal. Jika belum siap, mending jangan jadi pengusaha. Setuju?

5. PUNYA KENDARAAN

Miliki mentor bisnis by pexels.com

Jika Anda punya impian keliling dunia, terus melihat-lihat indahnya tempat wisata, maka kendaraan yang paling cepat dan tepat adalah pesawat terbang. Bisa nggak naik sepeda? Bisa nggak naik bajaj? Bisa aja, tapi kelamaan! Bukan mustahil, sebelum impian Anda tercapai, Anda sudah mati kelelahan. Sama halnya jika kita ingin menambah income Rp 10 juta per bulan atau lebih. Kita mesti punya kendaraanya. Nah, kendaraan paling cepat dan paling tepat di sini adalah bisnis. Sekali lagi, bisnis! Ada cara lain?Ada! Nikahlah sama orang kaya, hehehe. Tapi sebelum itu, baiknya Anda ngaca dulu, pantas ngga? Hehehe.

Mulai bisnis dari mana ya? Enaknya bisnis apa ya? Bisnis apa sih yang bagus? Sebenarnya semua bisnis itu bagus, yang penting legal dan halal. Ada yang buka restoran dan sukses, tapi ada pula yang buka bisnis serupa tapi gagal. Apakah restorannya yang salah? Bukan, mungkin orangnya yang salah atau ilmunya yang salah. Sebab itu berhentilah bertanya, “ Bisnis apa sih yang bagus?” Pada dasarnya semua bisnis itu bagus, karena bisnis yang terbaik adalah bisnis yang dibuka, bukan bisnis yang dipikrkan dan ditanyakan terus. Setuju ya?

Inilah beberapa tipsnya:

  • Gunakan waktu senggang Anda, terutama weekend. Jangan lagi mengeluh tidak punya waktu. Lebih baik atur ulang jadwal dan prioritas Anda. Betul? Apakah Anda itu pengusaha, karyawan, mahasiswa, pensiunan, dan ibu rumahtangga.
  • Carilah produk yang marginnya relatif besar, minimal 50%. Dengan margin yang relatif besar, Anda punya budget untuk memberi insentif kepada karyawan, komisi kepada penjual, beriklan, dan bersedekah. Kalaupun 10% atau 20% stok tidak terjual (karena Anda masih pemula), toh Anda masih untung.
  • Carilah produk yang mutunya nilai 8 ke atas, setidaknya nilai 7. Kalau mutunya jelek, yang terkuras bukan kantong Anda saja, tapi juga nama baik Anda. Hati-hati. Produk harus bagus. Syukur-syukur kalau produknya standar internasional.
  • Carilah produk yang bisa dipasarkan secara nasional. Lebih baik lagi kalau bisa di delivery dan kecil ongkos kirimnya. Bagaimana kalau produk yang potensi pasarnya cuma lokal? Yah, sayang. Karena dengan social media, kita bisa menjangkau siapa saja, dimana saja setiap harinya.
  • Belajarlah ilmu penjualan, baik offline maupun online. Tidak harus produksi sendiri. Kenapa? Pertama, biayanya besar. Kedua, marginnya tipis. Ketiga, waktunya lama. Lebih baik menjualkan saja. Kalaupun malu dan minder, Anda masih bisa menjual via online. Nggak terlalu susah toh?
  • Pilihlah bisnis dengan learning environment. Maksudnya, Anda bisa belajar di sana dan dibimbing secara berkala. Dengan begini, suksesnya akan lebih mudah dan lebih cepat. Kalau coba-coba sendiri kan melelahkan. Sangat melelahkan.

Untuk sukses, kita mesti paham ilmu tentang sukses. Dengan kata lain, kita mesti belajar. Secara universal. Maksudnya, Anda boleh belajar dari siapa saja. Intinya belajarlah dari mereka yang sudah relatif sukses.

Sumber: 5 Jurus Menambah Income Rp 10 Juta Per Bulan by Dedy Hartono

Tinggalkan Balasan