5 Digital Skills yang Wajib Kamu Punya Untuk Bersaing di Era Globalisasi

Abad 21 adalah era digital. Kamu hidup di dunia digital yang berkembang pesat. Hampir semua pekerjaan zaman sekarang sudah memiliki elemen digital. Itu sebabnya, para pekerja dan pencari kerja juga perlu memiliki digital skills, yang bukan sekadar “melek” cara penggunaan smartphone, namun harus mampu menguasai secara penuh pengoperasian komputer/laptop dan peralatan digital lainnya.

Memiliki digital skills sangat penting karena nilai tinggi dan merupakan kebutuhan vital saat ini. Di masa depan, akses internet akan menjadi kebutuhan utama dalam hampir semua elemen bisnis. Karenanya, semua pekerjaan dalam segala bidang profesi, mulai dari pengobatan, entertainment, komunikasi, bahkan ritel membutuhkan tenaga kerja dengan digital skills yang mumpuni. Jika kamu tidak punya digital skills atau tidak memiliki pengetahuan apa pun mengenai strategi-strategi menggunakan sistem digital, sudah saatnya kamu belajar sesegera mungkin. Jika kamu telah memilikinya maka mudah bagi kamu beralih profesi karena saat ini tenaga kerja dengan kemampuan digital skills sedang dibutuhkan banyak perusahaan.

Apa Digital Skills Itu?

Digital skills adalah kemampuan untuk mencari, menilai, memanfaatkan, membagikan, dan menciptakan konten menggunakan teknologi informasi dan Internet.

Contoh digital skills, antara lain:

  • Memasang jaringan Wi-Fi, modem, LAN.
  • Menyimpan data (foto, koleksi musik, dokumen) di iCloud,
  • Dropbox, email, Goggle Drive, dan sebagainya.
  • Mengedit foto dengan berbagai software editing, misalnya
  • Photoshop, Corel Draw, Photoscape, dan lain sebagainya.
  • Ada banyak pekerjaan yang membutuhkan skill ini, dari jurnalis, ilustrator, advertising, bahkan marketing.
  • Mengedit video, misalnya Final Cut Pro, atau menggunakan software
  • Menggunakan Google Drive dan Microsoft Office merupakan keharusan karena sebagian besar profesi pasti menggunakan dua software ini, misalnya pekerjaan administratif, manajer, sekretaris, akuntan, auditor, penulis, jurnalis, editor, perpajakan, dan lain sebagainya. Setidaknya kamu tidak asing lagi bekerja dengan Excel Spreadsheet, Microsoft PowerPoint, presentasi slideshow, presentasi Google, Prezi, dan lain-lain.
  • Membuat website dan domain. Skill ini biasanya dibutuhkan pekerjaan di bidang internet marketing, advertising, hosting builder, perusahaan telekomunikasi, dan sebagainya.
  • Mengubah format file, dari doc – PDF, Jpg – PDF, PDF – Excel, dan sebagainya.
  • Menggunakan online banking. Menggunakan berbagai software pendukung yang disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang dilamar, misalnya HTML5, MongoDB, Hadoop, iOS Development, Android Development, Puppet, Mobile App, jQuery, Platform As A Service (PaaS).
  • Memanfaatkan media sosial. Kemampuan memanfaatkan media sosial untuk kepentingan pekerjaan merupakan salah satu digital skill yang sangat berharga. Saat ini, banyak orang dan perusahaan terhubung (menjalin hubungan kerja) dengan memanfaatkan media sosial.
  • Melakukan personal branding. Perusahaan-perusahaan melakukan screening melalui pencarian Google dan media sosial terhadap kandidat-kandidat pekerjanya. Sebanyak 94% pengguna Google akan melakukan klik di halaman pertama. Pastikan mereka menemukan profil media sosial kamu (LinkedIn, Facebook, Twitter, dan lain-lain) yang memperlihatkan skill kamu pada halaman pertama Google.
  • Setidaknya kamu tahu bagaimana membuat email, menjawab email, atau mengakses dokumen perusahaan di Google Drive.

Setelah mengetahui skill apa saja yang dimiliki, kamu juga perlu memilah-milah mana digital skill yang berguna dan mana yang tidak diperlukan. Contoh: sebagai seorang CEO, kamu tidak memerlukan skill teknis, seperti MongoDB, tapi menguasai dengan baik software presentasi dan penyimpanan data digital, termasuk memperhitungkan ancaman kejahatan cyber. Jika kamu bekerja dibidang pemasaran, kamu tidak perlu menguasai kode-kode SEO/SEM Marketing, tapi perlu memanfaatkan berbagai platform terbaru dan yang sedang tren untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa.

“Ah, pekerjaan yang saya incar tidak membutuhkan digital skill!” Bisa jadi kamu berpikiran seperti ini. Ingat, meskipun pekerjaan yang kamu inginkan tidak mensyaratkan digital skill, namun kamu perlu menguasai digital literacy.

Menurut survei yang dilakukan terhadap 330 juta profil di LinkedIn, lima digital skills yang paling banyak dicari oleh pencari tenaga kerja pada 2015 dan akan terus dibutuhkan di tahun-tahun ke depan adalah:

  • Statistical Analysis and Data Mining.
  • Middleware and Integration Software.
  • Storage Systems and Management.
  • Network and Information Systems.
  • SEO/SEM Marketing.

Apakah Hanya Orang IT yang Perlu Memiliki Digital Skills?

Instagram Profile via pexels.com

Orang yang berpendidikan dan bekerja dalam bidang IT memang yang paling utama dianggap perlu memiliki digital skills. Namun era digital sudah meluas ke seluruh area kehidupan sehingga tidak hanya orang IT saja yang dianggap perlu sadar akan perubahan ini. Para pengamat, pelaku bisnis, dan pemerhati bidang pendidikan sudah menyatakan pentingnya digital skills dimiliki sebagai kemampuan dasar, artinya kemampuan ini sama pentingnya dengan kemampuan membaca dan berhitung.

Orang-orang membeli dan menjual setiap hari di seluruh dunia dan semuanya tercatat secara digital. Bisa dibayangkan besarnya data yang memenuhi dunia digital. Oleh karena itu, banyak perusahaan besar mencari pekerja profesional yang dapat mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan/atau menginterpretasikan sejumlah besar data penjualan jutaan produk dan pembeli, kemudian mengolahnya atau mengekstraknya menjadi angka-angka yang memiliki makna dan menerjemahkannya untuk berbagai tujuan.

Sebagai contoh: data penjualan jutaan jenis produk mulai dari merek, warna, harga, kualitas, dan jumlah penjualan diskon, perlu dianalisis dengan saksama. Lalu, data ini akan diterjemahkan menjadi sumber informasi berharga bagi produsen untuk memutuskan menambah atau mengurangi jumlah produksi, menjadi dasar pengambilan keputusan bagian marketing apakah perlu memasang iklan lebih sering atau tidak, dan sumber bagi pemilik perusahaan mengenai keuntungan/kerugian perusahaan.

Jika kamu bekerja sebagai customer service, ada banyak perusahaan yang selain memberikan layanan call center juga memberikan layanan chat sehingga para pelanggan bisa langsung menyampaikan keluhan, kritik dan saran, atau memanfaatkan aplikasi chat di media sosial untuk memperkenalkan produk terbaru. Masih butuh contoh lain yang menyatakan secara jelas bahwa hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan digital skill?

Seorang analisi produk lebih mudah melakukan survei dengan memanfaatkan fasilitas internet daripada melakukan survei secara tradisional. Seorang manajer sudah bisa melakukan rapat tanpa meninggalkan kantornya dengan memanfaatkan fitur video call, konferensi online, live chat, dan sebagainya. Seorang marketing bisa mempromosikan produk terbaru mereka dengan mengajak para bloger untuk bekerja sama dan memanfaatkan media sosial lainnya. Bahkan dengan memanfaatkan media sosial dan internet, seorang marketing bisa mengetahui apakah produknya laris di pasaran atau tidak, bagaimana perkembangan produk kompetitor, atau adakah keluhan pelanggan mengenai produk yang dijualnya?

Tips Tetap Update.

Kamu perlu terus meng-update digital skills yang kamu miliki. Saat ini, perusahaan-perusahaan akan merekrut, mempertahankan, dan mengembangkan kemampuan dan keahlian digital ini di semua lini bisnis mereka. Memiliki karya digital. Agar memiliki nilai tambah, kamu perlu menciptakan sebuah app, memiliki media sosial yang terdepan, atau memproduksi konten digital, daripada sekadar membuat presentasi PowerPoint. Terbiasa dengan perubahan. Mengingat kemajuan teknologi yang sangat pesat, banyak perusahaan mencari kandidat yang terbuka akan perubahan dan dapat beradaptasi terhadap dunia digital yang terus berevolusi. Perubahan digital berdampak pada seluruh aspek bisnis. Kamu perlu memperlihatkan kemampuan digital kamu, baik dalam bidang marketing, akuntansi, atau logistik. Kamu perlu up-to-date dengan perkembangan teknologi terbaru pada bidang/fungsi pekerjaan dan industri terkait.

Tinggalkan Balasan