4 Langkah Menyelesaikan Masalah Keuangan Berbisnis

Pada saat memulai bisnis di masa lalu, banyak di antara kita yang begitu menggebu-gebu memikirkan berbagai strategi, menyusun rencana, kemudian berusaha menjalankan setiap rencana dengan sebaik mungkin. Hal ini juga berlaku dalam masalah keuangan. Ketika itu, kita sudah membuat perhitungan matang berkaitan dengan ketersediaan uang (modal), seperti berapa jumlah modal yang dimiliki, di mana dan bagaimana bisa mendapatkan investor, berapa biaya yang dibutuhkan untuk mulai berbisnis, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang menjadi dasar penyusunan rencana keuangan bisnis.

Sejalan dengan waktu dan bisnis telah berjalan, banyak di antara kita yang kemudian menyadari kalau persediaan uang (modal) semakin menipis, bahkan ada yang baru sadar setelah benar-benar kehabisan uang sementara tujuan-tujuan jangka pendek masih banyak yang belum tercapai.

Apa yang menyebabkan masalah kehabisan uang ini?

  • Melakukan investasi secara berlebihan untuk menyewa kantor super mewah demi prestise, membeli peralatan yang belum di butuhkan, memasang iklan berbiaya mahal untuk mempromosikan produk, dan lain sebagainya.
  • Tidak menggunakan jasa akuntan atau mempekerjakan seorang akuntan untuk membantu mengelola keuangan perusahaan.
  • Menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan dan pemenuhan kebutuhan pribadi.
  • Tidak menggunakan asuransi untuk mengatasi hal-hal yang mungkin terjadi sewaktu-waktu, misalnya asuransi ke bakaran, asuransi bencana alam, dan lain sebagainya.
  • Bekerja sama atau mempekerjakan orang-orang yang tidak kompeten sehingga biaya gaji membengkak sementara efektivitas kerja rendah dan keuntungan yang didapat pun sangat kecil.

Bagaimana cara mencegah sekaligus mengatasi masalah keuangan yang mungkin terjadi?

Berikut 4 langkah menyelesaikan masalah keuangan bisnis.

1. Periksa Kondisi Keuangan

Untuk dapat menyelesaikan masalah, kita harus tahu dulu akar masalahnya. Karena masalah yang kali ini kita hadapi berkaitan dengan ketersediaan uang, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memeriksa kondisi keuangan kita yang sebenarnya. Cari tahu jumlah utang dan piutang usaha, aset yang dimiliki, biaya-biaya rutin dan pengeluaran yang sering dilakukan, dan lain sebagainya. Setelahnya, tetapkan satu penyebab utama hingga kita kehabisan modal usaha.

2. Susun Pos-pos Keuangan Baru

Susun ulang pos-pos keuangan yang baru dengan cermat berdasarkan data yang telah didapatkan dari hasil pemeriksaan keuangan sebelumnya. Dari sini nanti kita akan tahu jumlah pengeluaran dan biaya tetap yang harus dikeluarkan secara rutin, pos-pos yang perlu dihilangkan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya pemborosan dana, dan jumlah modal yang harus dimiliki agar bisnis bisa terus berjalan. Selain itu, kita juga perlu menghitung ulang, apakah sumber pemasukan yang saat ini dimiliki mampu mengisi setiap pos?

3. Cari Investor Untuk Memenuhi Kebutuhan Akan Modal

Jika setelah penyusunan pos-pos dan perhitungan ketersediaan dana ternyata tidak mencukupi untuk membiayai operasional bisnis, maka kita perlu mencari investor demi memenuhi kebutuhan akan modal. Utamakan investor yang bisa memberi kelonggaran dalam sistem kerja sama dan pembagian keuntungannya (terutama kalau kondisi usaha saat ini diambang pailit).

4. Gunakan Jasa Pakar Keuangan

Ada banyak pebisnis yang ternyata tidak memiliki keahlian dalam pengelolaan keuangan. Untuk itu solusi yang paling tepat adalah menggunakan jasa pakar keuangan. Para ahli tersebut akan membantu kita dalam memper gunakan uang dan modal usaha dengan lebih bijak, termasuk meng alokasikan dana pada pos-pos dengan lebih tepat dan efektif.

Ide Untuk Semua Entrepreneur

  1. Fokus mengembangkan produk dan jasa.
  2. Manfaatkan media sosial.
  3. Manfaatkan blog.
  4. Tuliskan behind the scenes usaha Anda.
  5. Buat Video atau Vlog.
  6. Buat website mengenai usaha dan produk/jasa.
  7. Adakan event.
  8. Datang ke event lain untuk memperluas networking.
  9. Kumpulkan testimoni pelanggan.
  10. Berkolaborasi dengan entrepereneur lain.
  11. Pahami gaya hidup pelanggan.
  12. Jalin komunikasi intens dengan pelanggan.
  13. Buat affiliate program.
  14. Bangun follower di Youtube channel.
  15. Promosi memanfaatkan infografis.

Ide untuk Entrepreneur Bisnis Kecil dan Menengah.

  1. Fokus pada pengembangan produk dan jasa.
  2. Manfaatkan media sosial untuk promosi.
  3. Jaring pelanggan baru dengan memanfaatkan interaksi di media sosial.
  4. Ikut pameran usaha.
  5. Bangun website
  6. Sebar kartu nama bisnis.
  7. Adakan marketing champaign yang relevan.
  8. Buat training video berkaitan produk/jasa Anda.
  9. Ikut berbagai event khusus untuk entrepreneur untuk memperluas jaringan.
  10. Rekomendasikan ke pelanggan produk/jasa unggulan Anda.

Ide untuk Entrepreneur di Industri Perlengkapan Anak & Bayi

  1. Buat blog/website.
  2. Buat variasi konten mengenai bayi dan anak.
  3. Manfaatkan media sosial.
  4. Konten tidak melulu mengenai jualan produk/jasa.
  5. Beri tips dan trik mengenai tumbuh kembang bayi dan anak.
  6. Promosikan produk unggulan/terbaru.
  7. Tips dan trik untuk orang tua.
  8. Ikut pameran.
  9. Kelola instagram dengan menampilkan produk yang telah digunakan pelanggan.
  10. Adakan giveaway atau champaign.

Ide untuk Entrepreneur di Bisnis Produk Kecantikan

  1. Manfaatkan website dan media sosial.
  2. Beri tips dan trik berkaitan dengan Kecantikan dan fesyen.
  3. Inspirasi make up dan outfit.
  4. Video tutorial make-up.
  5. Promosi dalam bentuk champaign yang sesuai.
  6. Mengadakan workshop kecantikan.
  7. Bekerja sama dengan selebrity untuk promosi di instagram.
  8. Memanfaatkan media cetak untuk beriklan.
  9. Mengadakan lomba, giveaway, champaign lainnya.
  10. Ikut pameran produk/jasa.

 Ide untuk Entrepreneur di Bidang Travel dan Kuliner

  1. Website dan media sosial wajib dimanfaatkan.
  2. Buat konten menarik untuk mendapatkan perhatian.
  3. Saling bekerja sama antara travel agen dan pebisnis kuliner.
  4. Bikin paket perjalanan disertai wisata kuliner.
  5. Buat tulisan di website/blog berkaitan dengan berbagai destinasi menarik.
  6. Tips dan trik saat bepergian.
  7. Berbagai resep makanan enak.
  8. Referensi tempat makan enak di berbagai kota.
  9. Aplikasi online untuk memudahkan pemesanan makanan atau tiket.
  10. Aktif ikut pameran/event demi mempromosikan usaha.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan