3 Hal yang Membuat Anda Bisa Melaju Jauh Lebih Cepat Dalam Mencapai Kesuksesan Personal Maupun Finansial

Bagikan Artikel ini:

1. INHERITANCE (WARISAN)

Warisan (inheritance) bukan merupakan hal yang tabu dibicarakan antara orang tua dengan anak pada zaman sekarang, terutama setelah di Indonesia sendiri terdapat beberapa kasus pembunuhan yang memiliki motif perebutan harta warisan. Mengingat jumlah yang biasanya cenderung besar dan bisa mengakibatkan para ahli waris kaya mendadak, bukan hal yang mengejutkan apabila sesama ahli waris sendiri terkadang berdebat dan saling memperebutkan apa yang mereka rasa adalah “hak” mereka, terutama apabila orang yang meninggal tidak menulis surat wasiat atau seringkali disebut sebagai kondisi intestate.

Apapun itu, warisan bisa membuat Anda mencapai tujuan-tujuan hidup yang Anda tentukan lebih cepat dibandingkan dengan apa yang Anda perkirakan, seperti mencapai financial freedom lebih dini, membeli suatu aset idaman Anda (seperti mobil mewah, rumah, dan semacamnya), berkeliling dunia, dan sebagainya, sehingga keberadaan warisan patut dipertimbangkan secara serius bagi para manusia generasi milenial ini.

Walaupun masih banyak orang, terutama generasi baby boomers yang enggan membicarakan masalah warisan dikarenakan topik seputar uang masih dianggap sebagai topik yang tabu untuk dirundingkan dalam keluarga; keberadaan warisan tidak dapat dimungkiri memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan masa depan keluarga tersebut ke depannya, terutama apabila keluarga tersebut memiliki banyak tanggungan.

Selain itu, dengan muncul dan populernya asuransi jiwa belakangan ini yang bisa menjadi faktor pengungkit (leverage) nilai warisan yang berpotensi Anda peroleh, Anda yang berada di generasi milenial perlu mempertanyakan dengan jelas pada orangtua Anda, apa saja yang Anda peroleh ketika mereka sudah tidak ada (tentunya dengan sopan, Anda tidak mau diusir dari rumah dan dianggap anak yang laknat bukan?)

Semata-mata, ini Anda lakukan bukan karena Anda mengincar harta warisan, namun hanya memastikan bahwa ketika mereka tidak ada, harta yang mereka wariskan berada di tangan yang tepat dan juga menghindari konflik perebutan harta warisan yang bisa memecah-belah anggota keluarga Anda (terutama apabila warisan tersebut berjumlah besar).

Karena itu, beruntunglah bagi Anda yang memiliki orangtua yang memiliki pikiran terbuka dan bersedia berunding secara terbuka mengenai masalah harta warisan ini. Semakin dini mereka (atau Anda) mau membicarakan mengenai masalah warisan ini, semakin aman posisi finansial dan psikologis Anda dikarenakan topik yang seringkali dianggap tabu ini berpotensi untuk memicu konflik antar anggota keluarga apabila tidak dibicarakan dengan baik-baik.

Walaupun Anda tidak mengharapkan anggota keluarga Anda meninggal dunia terlalu dini akibat berbagai sebab, Anda perlu mengingat sebuah prinsip bahwa di kehidupan ini tidak ada yang pasti, dan bahwa masalah pasti terjadi dalam kehidupan Anda sehingga lebih baik Anda mempersiapkan berbagai tindakan preventif (seperti dalam kasus ini, menyiapkan atau menanyakan hal seputar harta warisan) daripada menyesal di kemudian hari. Sekali lagi, andaikan Anda tiba-tiba kejatuhan “durian runtuh” (baca: warisan) seperti ini, entah Anda harapkan atau tidak, Anda harus bisa memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin untuk bisa mewujudkan tujuan hidup Anda lebih cepat lagi.

Mengingat biasanya generasi baby boomers dan generasi X yang merupakan orang tua dari generasi Y memiliki kecenderungan untuk memiliki asuransi jiwa dan hidup pada kondisi ekonomi yang sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan orangtua generasi baby boomers atau generasi X, yaitu greatest generation yang dapat dipastikan hidup pada saat kondisi ekonomi kurang baik akibat perang dunia ke-2, Anda sebagai generasi milenial bisa mengharapkan warisan yang lebih baik dan besar dibandingkan dengan generasi-generasi di atas Anda tersebut.

2. START-UP BUSSINESS (BISNIS START-UP)

Membangun sebuah start-up bussiness (bisnis rintisan) adalah salah satu cara paling ampuh dalam mencapai kesuksesan bagi generasi milenial ini. Sebuah start-up business yang berhasil bisa membuat Anda memperoleh kekayaan yang substansial, pengakuan publik akan inovasi Anda, dan juga tentunya worklife balance setelah Anda berhasil mengembangkan bisnis start-up tersebut sampai bisa ditinggalkan (dijalankan oleh orang lain). Berbeda dengan cara sebelumnya (warisan) yang bisa memicu perselisihan antar-anggota keluarga apabila Anda menyampaikannya dengan tidak tepat, membangun sebuah start-up business merupakan cara yang lebih dapat diandalkan dalam mencapai kesuksesan ketimbang menunggu warisan dari keluarga.

Tidak mengejutkan, belakangan ini start-up business menjamur di Indonesia maupun di mancanegara. Salah satu jenis start-up business yang paling sering dikembangkan dan memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan sehari-hari adalah online start-up business dengan model disruptive technology (teknologi pengacau), seperti UBER yang mengacaukan industri pertaksian, AIRBNB yang mengacaukan industri budget accommodation, GO-JEK yang mengacaukan industri kendaraaan umum roda 2, dan sebagainya. Masing-masing start-up business tersebut mengubah konvensionalitas dan keseimbangan dalam masing-masing industri.

Nadiem Makarim, sang pendiri start-up business paling terkenal di Indonesia pada 2015 lalu, yaitu GO-JEK, merupakan salah satu contoh tokoh generasi Y kelahiran Indonesia yang berhasil mencapai kesuksesan di usia yang sangat muda akibat dari inovasinya mengembangkan disruptive technology yang menyasar pasar ojek nasional, yaitu GO-JEK. Kunci utama dari keberhasilan sebuah start-up business sendiri terletak pada inovasi dan integrasi teknologi terhadap berbagai peluang yang ada, sehingga apabila Anda memang berniat untuk membuat sebuah start-up business, Anda harus jeli dalam melihat berbagai permasalahan yang ada dan juga mengembangkan teknologi yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Integrasi dengan teknologi dan tampilan (layout) aplikasi yang menarik dan mudah digunakan merupakan salah satu syarat agar start-up business Anda bisa berhasil, sehingga apabila diperlukan, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencari orang IT (Information Technology) yang andal untuk menciptakan sebuah aplikasi di google playstore ataupun apple store yang bisa disinergikan dengan start-up business Anda.

Ingatlah bahwa berbagai start-up business yang berhasil seperti UBER, AIRBNB, GO-JEK, GrabTaxi, Instagram, Snapchat, dan sebagainya memiliki tampilan website dan mobile application yang menarik, mudah digunakan, ramah bagi pengguna (user friendly), dan praktis, sehingga dapat disimpulkan bahwa integrasi teknologi yang baik dengan suatu start-up business merupakan kunci keberhasilan dari sebuah start-up business di abad ke-21 ini.

3. GO GLOBAL & THINK GLOBALLY (MENJADI GLOBAL & BERPIKIR GLOBAL)

Berpikiran global

Alternatif lain untuk bisa melaju lebih cepat dibandingkan dengan generasi pendahulu Anda ataupun sesama manusia generasi Y lainnya adalah dengan cara mengubah pola pikir Anda menjadi global-minded (berpikiran global). Artinya, Anda harus mengubah gaya pikir Anda dari yang dulunya mungkin Indonesia-sentris menjadi global-minded, seperti berpikir untuk merintis karier di luar negeri ataupun mengembangkan bisnis Anda secara global dengan cara mengembangkan pangsa pasar yang ada sampai mancanegara.

Hanya dengan memiliki pola pikir yang global-minded, seseorang dari generasi milenial ini memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk bisa meraih kesuksesan dikarenakan mereka lebih siap menghadapai berbagai perubahan yang terjadi akibat globalisasi dan juga mereka menganggap bahwa hal tersebut (globalisasi) adalah sesuatu yang perlu mereka rangkul (embrace) dan bukan justru sesuatu yang harus mereka hindari (avoid).

Dunia ini semakin lama semakin bertambah sempit ke depannya. Di Indonesia sendiri, kehadiran MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sebagai salah satu bentuk globalisasi dapat dipastikan akan berpengaruh terhadap arus ekspor maupun impor dan juga pasar tenaga kerja dikarenakan WNA dari negara ASEAN lainnya bebas bekerja di Indonesia dan hal yang sama juga berlaku sebaliknya dimana berarti bahwa WNI memiliki kesempatan untuk bekerja yang lebih luas juga di negara ASEAN lainnya seiring dengan penerapan MEA ini.

Memiliki pola pikir yang global-minded merupakan cara yang sangat efektif untuk bisa mengembangkan diri Anda untuk bisa melihat berbagai peluang yang ada di dunia ini, dan bukan hanya di Indonesia saja. Kemampuan berbahasa seperti yang dijabarkan sebelumnya merupakan salah satu cara agar Anda bisa mengoptimalkan peluang Anda dalam berkarier ataupun berbisnis di global marketplace sehingga Anda tetap perlu juga mengembangkan kemampuan berbahasa asing Anda agar bisa menangkap berbagai peluang yang muncul dari fenomena globalisasi ini.

(Source: Millenial Finance)

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan