10 Strategi Promosi Melalui Sosial Media Untuk Mengembangkan Bisnis Online

Bagikan Artikel ini:

Instagram, Facebook, Twitter, Path, dan sejenisnya, sudah menjadi platform media sosial yang sangat umum dipakai untuk mempromosikan suatu produk. Para pelapak online sudah lama memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi bisnisnya. Ternyata ada juga etikanya dalam berpromosi di media sosial. Sebab jika para penjual online berpromosi seenaknya saja di media sosial, bukan tak mungkin dia akan di-unfriend atau unfollow teman-temannya, karena dianggap terlalu mengganggu. Bagaimana agar hal itu tidak terjadi? Berikut beberapa tip yang bisa dilakukan.

1. Buatlah Akun Khusus

Sebaiknya bedakan mana akun media sosial pribadi dan mana akun khusus untuk berjualan. Mengingat lingkaran perteman­an yang dibentuk akan berbeda. Jika akun pribadi dipakai untuk berjualan, berisiko akan kehilangan teman yang tidak berminat dengan promosi kita. Apabila akun pribadi sudah punya banyak follower/ teman, bisa dipakai untuk mempromosikan akun bisnis Anda. Dengan begitu, teman yang berminat pada bisnis Anda akan mem-follow. Memisahkan akun bisnis dan akun pribadi sangat penting karena tidak akan ada yang merasa terganggu.

2. Gunakan Foto Orisinil

Produk yang Anda jual bisa jadi sudah banyak tersebar fotonya di Internet. Untuk gampangnya, Anda bisa mencomot sembarang foto yang sama dengan produk Anda, lalu mempostingnya di Instagram, Twitter, atau Facebook. Tapi, apa istimewanya? Selain dianggap mencuri hak cipta, bisnis online Anda jadi tidak punya ciri khas. Potretlah langsung produk dagangan Anda. Kalau perlu dari berbagai arah dengan pencahayaan yang baik. Lengkapi semua foto itu dan buatlah semenarik mungkin. Dengan begitu lapak online Anda akan punya ciri khas, sesuatu yang orisinil, dan pasti menarik. Hal yang berlaku sama jika Anda hanya dropshipper, penjual online yang sekadar menawarkan produk, tapi tidak menyimpan stok barang. Usahakan datangi supplier Anda dan buatlah foto produk-produk itu. Sedikit usaha yang lebih keras pasti tidak akan mengecewakan.

3. Hindari Spam

Spam adalah pesan virtual bertubi-tubi. Jika di media sosial, spam biasanya mengincar target akun-akun tertentu, atau bisa juga secara acak, misalnya di Twitter: “Hai @RinaManis, mau produk tas keren dari kami, yuk follow dan cek link ini.” Tentu spam seperti ini sangat mengganggu dan dianggap pesan sampah. Bukan tak mungkin akun Anda akan di-block atau bahkan di-Report As Spam sehingga berisiko tidak bisa aktif lagi.

4. Hindari Penggunaan Bot

Bot kependekan dari robot, yaitu aplikasi yang bisa menjalankan suatu perintah sesuai yang diinginkan programmer-nya. Di Twitter atau Instagram sering dijumpai bot penyambar yang menjengkelkan. Misalnya, user mengetik kata ‘sabun’, akan langsung disambar bot berisi pesan promosi produk sabun tertentu. Ada kalangan yang menganggap bahwa berpromosi dengan bot cukup efektif dan praktis. Pasalnya, makin lama makin banyak bot-bot penyambar yang mengganggu. Bukannya dianggap hebat dan promosinya berhasil, para pengguna bot justru akan di-block oleh user media sosial.

5. Buatlah Cerita Menarik

Suatu produk akan menarik perhatian apabila mengandung suatu cerita. Inilah mengapa iklan banyak mengadopsi cerita atau testimoni modelnya. Hal serupa bisa dilakukan di media sosial. Anda tidak bisa terus-menerus menawarkan produk tanpa memberi sentuhan cerita menarik. Sederhana saja, Anda bisa menceritakan manfaat produk yang Anda tawarkan dengan memberi kesaksian. Cukup singkat saja. Misalnya, Anda menjual produk kopi maka postinglah foto secangkir kopi nikmat dengan background pemandangan menarik, ditambah teks: “Secangkir kopi luwak ini mantap sekali!” Itu saja sudah memberi cerita yang menggoda para follower Anda.

6. Hormati Privasi

Media sosial memang ranah publik. Siapa saja bebas memposting apa saja di sana. Ya, selama itu di jalur yang benar-benar milik publik, seperti kolom status Facebook atau timeline Twitter. Akan beda cerita jika Anda mengirim pesan promosi melalui Inbox atau Direct Message (DM), ditambah dengan link, dan dilakukan terus-menerus, ke banyak orang sekaligus. Itu sama saja dengan mengirim spam ke ranah pribadi. Bahkan, hal itu dapat dikatakan sebagai pelanggaran privasi. Bisa-bisa Anda dianggap sebagai bagian dari spam penyebar virus yang biasa mengirimi pesan berisi link ke Inbox atau DM. Di Facebook, hal serupa bisa terjadi ketika Anda melakukan tag ke banyak foto atau orang sekaligus dengan isi pesan promosi. Tentu hal ini sangat mengganggu, bukan?

7. Teks dan Foto yang Sopan

Teks dan foto merupakan alat komunikasi utama di media sosial. Gaya bahasa, pemilihan kata, dan objek foto akan sangat mencerminkan siapa Anda. Gunakan kalimat seefektif mungkin, namun tetap sopan dan beretika. Demikian juga foto yang diunggah untuk mendukung promosi produk. Hindari penggunaan kata-kata dan foto vulgar sebab hanya akan membuat bisnis Anda dijauhi atau di-blacklist.

8. Saling Berbagi

Keistimewaan media sosial adalah kemampuannya menyebarkan pesan secara viral. Untuk itu, rajin-rajinlah saling me-Retweet pesan di Twitter atau men-share informasi di Facebook. Sesama penjual online yang saling berbagi pesan ke audiensnya akan menjangkau lebih banyak audiens. Dengan begitu, promosi di media sosial bisa menyebar semakin luas dan menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

9. Fokuskan Target

Sudah tahu siapa target produk Anda? Pengguna media sosial terdiri atas banyak sekali lapisan usia, status sosial, profesi, generasi, dan komunitas. Akan kurang berguna jika Anda di-follow atau berteman dengan segmen pria dewasa jika produk yang dijual adalah kosmetik. Fokuskan dulu siapa target dari produk yang dijual. Produk aksesori sepeda tentu akan sangat tepat menyasar para pehobi sepeda, atau akan bagus sekali jika menemukan akun-akun media sosial komunitas pengguna sepeda. Hal serupa berlaku bagi produk-produk lain.

10. Ikuti Tren

Media sosial selalu ramai dengan isu-isu terbaru. Siapa yang tak ikut membahas isu paling anyar akan ketinggalan. Sebagai akun yang berusaha mempromosikan barang dagangan, sudah selayaknya kita mengikuti isu atau tren terbaru. Apa yang sedang hits di timeline Twitter saat ini? Atau apa yang ramai diperbincangkan di Facebook? Selalu ada celah untuk menghubungkannya dengan produk yang sedang dipromosikan.

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan