10 Kesalahan yang Harus Dihindari Ketika Sobat Muda Ingin Berhenti Kerja

Bagikan Artikel ini:

Alih profesi adalah salah satu keputusan terbesar yang dialami oleh pencari kerja. Ada banyak kemungkinan dan konsekuensi yang dihasilkan. Sebelum berpindah ke profesi yang berbeda, pertimbangkan kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi sehingga sobat muda dapat menghindarinya.

Kesalahan-kesalahan tersebut, antara lain:

  1. Tidak Melakukan Perencanaan

Jika sobat muda menyusun rencana yang strategis dan sistematis, sudah pasti sobat muda membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sukses beralih profesi. Tanpa rencana, besar kemungkinan sobat muda akan terkatung-katung dalam waktu yang lebih lama atau malah menerima pekerjaan apa saja yang datang tanpa peduli apakah pekerjaan itu sesuai bagimu atau tidak.

  1. Beralih Profesi Hanya karena Tidak Suka dengan Pekerjaan Sekarang

Sobat muda mencintai profesi sebagai guru, tetapi tidak suka ditempatkan di sekolah terpencil. Jangan hanya  karena lokasi kerja yang tidak sesuai keinginan, lalu sobat muda ingin resign dan beralih profesi. Duduk dulu dan lakukan analisis, apakah tidak ada solusi lain? Mungkin perlu belajar mencintai daerah terpencil itu terlebih dahulu agar dapat menikmati profesi yang amu cintai.

  1. Mencampuradukkan antara Pekerjaan dengan Kariermu suka pekerjaan sebagai auditor keuangan.

Setelah sepuluh tahun bekerja, kariermu tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Lalu, sobat muda melihat teman-teman yang dulu hanya berprofesi sebagai sales representative sekarang sudah menjadi manajer pemasaran. Pikiran untuk beralih profesi pun muncul. Padahal, yang sobat muda butuhkan adalah mencari pekerjaan diperusahaan lain, tidak perlu beralih profesi.

Ekplorasi Diri via pexels.com
  1. Beralih Profesi Hanya karena Alasan Uang

Ada profesi tertentu yang sangat menarik karena gajinya. Ada pula karena manfaatnya. Sobat muda perlu waspada apabila beralih profesi karena alasan uang. Uang tidak akan membeli kebahagiaan. sobat muda mungkin dapat menghasilkan lebih banyak uang, tetapi karena membenci pekerjaan itu, akhirnya menghabiskan lebih banyak uang untuk mengatasi stres atau mengobati kesehatan yang memburuk. Selain itu, perlu diketahui profesi yang sedang hot saat ini bisa saja tidak menghasilkan lagi di kemudian hari. Galilah alasan yang lebih dalam lagi.

  1. Beralih Profesi tanpa Memperbarui Networking dan Mencari Mentor Baru

Begitu sudah mengidentifikasi profesi baru yang diinginkan, sobat muda perlu membangun networking, mengadakan serangkaian interview untuk mencari informasi, bergabung dengan asosiasi atau perkumpulan tertentu. Orang-orang di dalam networkmu dapat menyediakan informasi intern mengenai lowongan kerja yang tersedia, bahkan dapat memberi rekomendasi sehingga peluang diterima bekerja menjadi lebih besar.

  1. Beralih Profesi tanpa Memeriksa Adanya Kemungkinan Lain

Alangkah baiknya tidak berpindah ke profesi baru tanpa melakukan riset terlebih dahulu akan adanya kemungkinan lain. Melalui riset, bisa jadi K\amu menemukan bidang profesi yang awalnya tidak sobat muda ketahui, yang ternyata sangat sesuai dengan minat, bakat, dan merupakan pekerjaan impian. Oleh karena itu, bicaralah dengan banyak orang mengenai beragam profesi yang sedang membutuhkan tenaga kerja, baca sebanyak mungkin informasi mengenai berbagai profil profesi, atau mintalah bantuan manajemen karier profesional. Semakin banyak informasi yang sobat muda dapatkan mengenai variasi profesi, semakin besar kemungkinan sukses dalam beralih profesi.

Mencari Mentor Baru via pexels.com
  1. Beralih Profesi Berdasarkan Kesuksesan Orang Lain

Memang manusiawi jika sobat muda membandingkan diri dengan orang lain. Tetapi, ketika sahabat atau tetangga sudah sukses di satu bidang tertentu, bukan berarti sobat muda juga akan demikian. Jadi, pertimbangkan dengan matang. Jangan sampai sobat muda beralih profesi dengan asumsi “rumput tetangga lebih hijau”, kemudian sobat muda menemukan bahwa persoalannya bukan itu.

  1. Beralih Profesi tanpa Pengalaman/Pendidikan yang Diperlukan

Ketika ingin beralih profesi, sobat muda perlu menguji coba bidang profesi yang sobat muda incar, dan perlu mencari “jembatan” yang menghubungkan antara profesi lama dengan profesi baru. Sebelum memutuskan untuk beralih profesi, cari tahu terlebih dahulu perlu tidaknya sobat muda mengikuti training tambahan, mengikuti workshop/seminar atau kuliah lagi demi pengetahuan baru. Sering yang terjadi, orang beralih profesi hanya sekadar coba-coba dan akhirnya menyesal ketika ia tidak mampu menguasai pekerjaan barunya.

  1. Beralih Profesi tanpa Melakukan Ekplorasi Diri

Dirimu adalah produkmu. Pengenalan diri, kekuatan dan bakat, serta apa yang mampu dikerjakan dengan baik merupakan skills yang akan sobat muda tawarkan pada pemberi kerja. Karena itu, eksplorasi diri menjadi komponen penting dalam keberhasilan beralih profesi.

  1. Beralih Profesi tanpa Meng-update skill Teknis Pencarian Kerja

Jika sobat muda sudah lama tidak berperan serta dalam pasar tenaga kerja (sudah lama tidak mencari pekerjaan baru), perlu waktu untuk memoles lagi kemampuanmu atau belajar lagi trik-trik mencari kerja serta teknik dan kelengkapannya. Review ulang teknik penulisan resume, kuasai networking, dan poles skillsmu.

Teknologi informasi dan Internet yang sedemikian maju sudah menyediakan begitu banyak informasi dan pengetahuan di ujung jarimu. Dengan memanfaatkan sumber-sumber tersebut, sobat muda dapat memperkecil kesalahan dalam melakukan peralihan profesi. Jika sobat muda sudah terlanjur melakukan satu dua kesalahan yang telah dibahas pada bab ini, sobat muda perlu mundur selangkah dulu dan melihat adakah cara untuk memperbaikinya? Setelah itu, sobat muda bisa kembali melangkah. Profesi tidak seharusnya mengontrolmu, kamulah yang seharusnya mengontrol profesi.

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan